Mohon tunggu...
Vlar Lantang
Vlar Lantang Mohon Tunggu...

Laki laki anak nagari ,di Ujung Barat Sumatera Barat (Padang ) Aia Bangih Nama Nagari nya..

Selanjutnya

Tutup

Politik

Aburizal Bakrie Tunjukan Karakter Sebenarnya, Lecehkan Hasil Munas Bali.??

10 Desember 2014   21:26 Diperbarui: 17 Juni 2015   15:35 333 1 2 Mohon Tunggu...

Inilah politik atua  inilah Aburizal Bakrie ??,dalam melaksanakan Politik,susah untuk menjawabnya,karena ruang politik memang tempatnya konsisten di dalam inkonsistensi.Hasil munas sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebuah organisasi Politik,katanya merupakan wadah tertinggi dalam sebuah Organisasi, untuk membuat dan memutuskan sebuah kebijakan dan keputusan.Di ajang Musawarah Nasional lah seorang diangkat dan dilantik sebagai Ketua dan juga menyusun kepengurusan untuk menunjang kinerja sang Ketua,serta program organisasi di masa yang akan datang,kemudian janji janji sang Ketua nanti nya di masa kepemimpinan nya. Di tubuh Partai Golongan Karya di sebut Golkar,sering kali di dengar dan dibaca baik di media mana saja,perihal posisi Munas itu adalah wadah yang paling tinggi dari semua wadah dalam Organisasi,sehigga apa yang diputuskan di dalam Munas,maka wajib bagi Ketua untuk menjalankan nya.Dalam hal ini Rakyat atau masyarakat yang suka mengikuti perkembangan suasana dan dinamika Partai Golkar,menjadi tahu dan mengerti dengan isi dan hirarki dalam tubuh organisasi Partai Golkar.Sesuai dengan penafsiran aturan yang ada di ART dan AD Partai Golkar lah yang membuat kondisi Partai Golkar tidak solid dan sekarang cendrung pecah belah seperti kaca jatuh dari tempat tinggi.Masing masing kubu ARB dan kawan kawan serta Agung Laksono dan kawan kawan saling mengatakan mereka lah yang sah dan pantas memimpin Partai Golkar di lima tahun kedepan.Kembali pada hasil penafsiran masinga masing yang berkepentinganlah kunci nya, yang akan menentukan apakah aturan dalam ART/AD diterapkan dengan konsekwen atau malah di permainkan. Aburizal Bakrie entah lupa atau entah keasyikan menikmati suasana di acara Munas Bali,yang begitu mengagung agungkan nama ARB dan bahkan saat membacakan Laporan Pertanggung Jawaban sebagai Ketua masa periode 2009- 2014,semua peserta Munas berdiri dan tepuk tangan,tanpa memperdulikan apa isi pertanggung jawaban tersebut,pokok nya memperlihatkan dukungan yang kuat bagi ARB, untuk bisa di pilih kembali.Kenyataan nya keputusan di Munas Partai Golkar,di Bali,kembali memilih Aburizal Bakrie sebagai Ketua Partai Golkar di masa 2014-2019,dan juga Munas Partai Golkar di Bali menghasilkan keputusan bulat dan di setujui oleh semua peserta Munas,bahwa Golkar sudah memutuskan tegas tegas menolak Perppu Pilkada, dan itu langsung di bacakan oleh ketua Sidang Nurdin Khalid.Sesuai dengan mekanismi pengambilan keputusan, maka hasil dalam Munas adalah harga mati, dan tidak bisa di rubah rubah lagi,kecuali ada Munas baru yang di adakan untuk merubah keputusan tersebut. Apa yang terjadi sekarang ini,di tengah gejolak politik tanah air Indonesia,yang pada awalnya di tembakan oleh hasil Munas Partai Golkar di Bali,memutuskan menolak Perppu Pilkada,maka Partai Demokrat meradang,dan merasa di lecehkan,karena sudah ada perjanjian tertulis di antara Partai Demokrat dengan Koalisi Merah Putih.SBY sebagai Ketua Partai Demokrat ber reaksi dan ikut turun gunung kembali,dengan rasa sakit hati dan "  sakitnya tuh di sini " di khianati oleh hasil Munas Partai Golkar di Bali,maka SBY melakukan seringkaian gerilya baik di media sosial,maupun di dunia nyata.SBY membuat sebuah terobosan yang belakangan menjadi koalisi merah putih pada pusing dan galau.Dengan keyakinan diri yang tinggi sebagai ketua Partai Demokrat,SBY memutuskan untuk menemui Presiden Jokowi di Istana, sebagai seorang Ketua dari dewan GGGI (Global Green Growth Institute).dengan alasan mengundang Presiden Republik Indonesia di acara GGGI di Bali tahun 2015.Namun SBY juga bermaksud untuk mendekati Presiden Jokowi yang merupakan seorang yang selama ini mendukung Pemilihan Kepala Daerah/Kabupaten/Kota secara langsung oleh Rakyat.Sehingga SBY merasa perlu untuk mendengan secara langsung sikap Presiden Jokowi dan sekali gus SBY mengatakan bahwa Partai Demokrat akan ikut Koalisi Indonesia Hebat dalam hal mendukung Perppu.Karena secara moral SBY bertanggung jawab atas lolosnya Perppu di DPR RI,karena yang membuat dan menerbitkan Perppu Pilkada tersebut adalah SBY semasa masih jadi Presiden RI.Maka SBY sekuat tenaga harus bisa me lobby dan mengajak Partai yang mendukung Perppu Pilkada untuk satu suara di DPR RI.Akhirnya langkah SBY ini bermuara pada "ketakutan  dan Kecemasan " Koalisi Merah Putih. Atas manuver poltik SBY inilah yang membuat peta dunia perpolitikan Indonesia ber goyang seperti tarian dangdut yang hanya menikamati sahwat dan kepentingan tertentu.Memang politik itu cair kata para pengamat,tergantung pada kepentingan dan issue yang lagi hangat di tingkat Nasional.Tapi ada hal hal yang seharusnya tetap dijaga adalah kalau hasil dari sebuah wadah yang tertinggi dalam organisasi tidak di pedulikan lagi,akan jadi "terlalu" dan bisa dianggap melecehkan keputusan dari unsur DPD I dan DPD II Partai Golkar.Inilah yang sekarang di lakukan dan di laksanakan oleh Aburizal Bakrie,takut akan kehilangan muka dan takut akan ditinggal gerbong Koalisi Merah Putih,dengan se enak udel dan tanpa mekanisme yang jelas maka Aburizal Bakrie sekarang memutuskan akan menerima Perppu Pilkada di DPR RI ,mengikuti keputusan dari Partai Garindra yang sudah duluan mengakui nya dan siap akan menyetujui Perppu Pilkada di DPR RI. Kembali pada kondisi politik di Indonesia,entah apa yang ada dalam benak dan akal ketua Partai Golkar Aburizal Bakrie saat ini,memecat kader,mengintimidasi kader,mengarahkan kader dan menggunakan cara "licik " menurut Nurdin Khalid agar bisa dipilih kembali sebagai Ketua Partai Golkar dan terakhir adalah memutuskan sepihak dan tanpa mekanisme organisasi menerima Perppu Pilkada,yang jelas jelas sudah mengangkangi keputusan Munas Golkar di Bali.Peranyaan berikutnya apa nanti reaksi dari pada DPD II dan DPD I,yang selama ini masih menganggap aturan yang ada dalam AD/ART adalah mutlak di terapkan dan laksanakan.. Aburizal Bakrie tidak mau rugi lebih besar lagi,kalau masih bertahan untuk bersikap menolak Perppu Pilkada,tapi Aburizal Bakrie di sisi lain juga sudah memperlihatkan bagaimana sebua aturan bisa di permainkan demi kepentingan sesaat.Karakter seperti Aburizal Bakrie inilah yang bisa membunuh semua potensi yang ada dalam diri nya di bidan politik.bagaimana nanti kalau Aburizal Bakrie menjabat sebagai Presiden dari sebuah Negara yang beranama "Negara Entah Berantah " Bacaan ;http://news.detik.com/read/2014/12/10/101438/2772911/10/kubu-ical-golkar-dukung-perppu-tapi-tetap-perjuangkan-hasil-munas-bali?nd771104bcj salam

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x