Vika Kurniawati
Vika Kurniawati wiraswasta

Owner ciomay280 | Admin fennyliusulam.com| Content Writer Fans page: Cerita Manusia- VikaKurniawati

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Semburat Senyum di Posyandu Lansia Kampung Kemuning Gunungkidul

29 November 2018   17:04 Diperbarui: 11 Desember 2018   14:58 1010 6 2
Semburat Senyum di Posyandu Lansia Kampung Kemuning Gunungkidul
Anggota posyandu lansia. Doc:Riana Dewie

Semburat senyum,  dan disusul deretan gigi berselimut sirih merah membuatku berderai tawa lepas. Lembab di pangkal lensa, untung lah tidak ada yang menatap. Saya teringat almarhum nenek yang juga melilitkan kain kemben selalu. Saya duduk bersimpuh di balai desa Dusun Kemuning Gunungkidul

Lima menit yang lalu setelah mendarat di halaman balai dusun, mata melihat para nenek maupun kakek cenderung malu-malu untuk menampakan isi hati. Wajar karena saya sendiri pun biasanya terdiam bila akan menjalani proses pemeriksaan kesehatan. Semburat senyum datang belakangan.

Posyandu lansia. Doc: Riana Dewie
Posyandu lansia. Doc: Riana Dewie
Marilah hai semua Rakyat Indonesia membangun segera

Membangun keluarga yang sejahtera dengan PKK

Hayatilah dan amalkanlah Pancasila untuk Negara

Hidup gotong royong, makmur pangan dan sandang rumah sehat sentosa

Tata laksana di dalam rumah tangga rapi dan indah

Didiklah putra berpribadi bangsa trampil dan sehat

Kembangkan koperasi jagalah lingkungan dan sekitarnya

Aman dan bahagia kluarga berencana

Hidup jaya PKK

  

Tepuk tangan menyeruak setelah mars  PKK dinyanyikan bersama disusul sapa  dari wakil dari kelompok kami dengan penggunaan bahasa jawa, ternyata senyum semburat muncul, dan mengalir keramahan dari mereka. Tak kenal maka tak sayang memang benar adanya, dan penggunaan bahasa lisan yang sama akan mempercepat jalinan. Tikar yang sudah menjadi pelapis lantai kemudian dibentangkan lebih banyak. Saya kemudian duduk bersimpuh mengulum senyum. Perut yang bergemuruh seperti terik di luar balai sudah  terlupa. Jarum pendek memang bermukim di angka 12.

"Monggo mbah, injih jenengan!" Sontak saya sigap membuka tutup lensa kamera sebelum tapak kaki tanpa kaos nenek dengan hijab hitam tersebut  mendarat di alat timbang manual. Jemari tangannya dipegang saat dengan hati-hati berdiri di atas kotak biru. "Empat puluh lima mbah, mindak sekilo ngih dari bulan lalu."

Pemeriksaan tekanan darah. Doc: Pribadi
Pemeriksaan tekanan darah. Doc: Pribadi
Saya harus mencondongkan kepala agar bisa melihat angka yang ditulis tangan pengurus Posyandu. Rupanya mereka sudah mempunyai buku khusus untuk memantau setiap perubahan fisik tiap peserta posyandu. Iya, saya berada di tengah-tengah aktifitas posyandu. Bagi lansia tepatnya.

Terbiasa melihat perawatan lansia hanya di pusat kesehatan pemerintah maupun swasta, maka aktifitas posyandu pertama kali yang saya lihat langsung,; dan mendapatinya di daerah yang tak terpikirkan oleh saya mempunyai fasilitas kesehatan yang mencakup semua umur. Don't judge book by its cover memang.

"Iki dipasang ning lengen?"  Suara bergetar yang tertambat di ujung daun telinga saya membuat lensa yang sempat berpindah sasaran, kembali mengarah ke nenak berhijab hitam tadi. "Injih mbah, di tensi rumiyin!" Jawaban yang serupa lembutnya terucap. Ada empat pengurus yang melayani sekitar duapuluh lansia yang duduk menunggu panggilan nama.

Hanya dibutuhkan beberapa menit sebelum lengan berlapis kebaya bunga-bunga dilingkari manset Tensimeter.  "130 per 80 mbah, sae punika. Pun rampung gih mba, rencange sak meniko."  Ada senyum semburat saat angka tersebut diperdengarkan. Saya juga sering merasakannya saat mengetahui semua baik adanya. Kalian juga pernah merasakannya bukan?

Penimbangan berat badan. Doc:Pribadi
Penimbangan berat badan. Doc:Pribadi
"Mba, kegiatan seperti ini memang rutin ya dilakukan?" Sela saya saat salah satu pengurus selesai menuliskan data di buku tulis bergaris khas anak sekolah. Saya belum mempunyai banyak waktu untuk menunggu 40 peserta posyandu selesai diperiksa satu persatu. Sudah bertambah dari 20 peserta sebelumnya saat saya datang.  Angka yang lumayan bila mengingat Dusun Kemuning sendiri ditinggali sekitar 113 kepala keluarga.

"Iya mba, setiap tanggal 10 semua berkumpul di sini.  Jamnya tak selalu siang mba, tergantung kesepakatan soalnya kadang dusun ada acara bersama mendadak. Pokoknya setiap bulan ada sekali pemeriksaan kesehatan."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2