Mohon tunggu...
Vera Syukriana
Vera Syukriana Mohon Tunggu... guru

meyakini dan mensyukuri adalah awal kesuksesan

Selanjutnya

Tutup

Karir

8 Bentuk Soal Asesmen Kompetensi Guru (AKG)

28 November 2020   14:56 Diperbarui: 1 Desember 2020   06:03 160 6 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
8 Bentuk Soal Asesmen Kompetensi Guru (AKG)
dopri/Ruang Pelaksanaan AKG

Oleh:Vera Syukriana,S.Pd

Menindaklanjuti surat edaran Dirjen Pendis Nomor : B-1753/DJ.I?Dt.I.II/PP.00/08/2020 Tanggal 27 Agustus 2020 bahwa Sasaran kegiatan Asesmen Kompetensi Guru, Kepala dan Pengawas Madrasah ini adalah semua guru, kepala dan pengawas madrasah pada semua jenjang. Mulai jenjang SD/MI, SLTP/MTs, dan SLTA/MAK dengan rincian sebagai berikut :
1.Guru SD/MI : 182.125
2.Guru SLTP/MTs : 120.547
3.Guru SLTA/MA : 54.873
4.Kepala Madrasah : 82.270
5.Pengawas Madrasah : 3.659

Aku seorang ASN yang mengajar di SD. Bentuk Asesmen Kompetensi Guru SD, adalah :
1. Kompetensi Pedagogik

Materi kompetensi pedagogik berdasarkan Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007. Materi Pedagogik diintegrasikan dengan materi literasi, numerasi, dan sains.  

2.Kompetensi Profesional

Materi kompetensi profesional pada AKG guru SD meliputi materi Literasi, Numerasi, dan Sains.

Dari pernyataan di atas, aku harus mempersiapkan diri untuk melaksanakan AKG. Aku dan teman satu sekolah mendapatkan jadwal ujian hari Sabtu, shift pertama jam 08.30 sampai jam 10.00. Dengan jumlah peserta 50 orang.

Aku mendapatkan informasi ujian 2 hari sebelum jadwal keluar. Aku punya waktu semalam ini untuk belajar. 

Kami tidak punya contoh soal yang akan dibaca dan dipelajari. Sehingga kami hanya bisa memperkirakan soal-soal yang akan keluar.

Kami cari soal-soal AKG di google. temanku juga menanyakan pada operator Dinas bentuk soalnya. Dengan harapan mendapatkan bocoran  bentuk soalnya, namun mereka menyarankan agar mengikuti saja.

Kami memperkirakan pelaksanaan ujiannya menggunakan komputer. Sama halnya pelaksanaan UKG yang kami laksanakan 5 tahun lalu.

Aku sudah start bangun jam 3 pagi. Aku kembali membaca soal-soal AKG beserta pembahasannya.

Begitu sholat subuh masuk, aku cukupkan belajar pagi ini. Aku merasa siap bertempur dengan senjata dan pelurunya.

Ku siapkan strategi dan berniat mengatur waktuku semaksimal mungkin untuk AKG nanti. Aku tidak mau waktu yang disediakan tidak cukup untuk menyelesaikan soal-soal.

Jam 7 pagi aku berangkat ke lokasi ujian. Tak terlupakan meminta doa kepada orang tua, suami, dan anak-anakku.

Sepanjang perjalanan, yang terbayang bagiku soal-soal yang kubaca semalam dan tadi pagi. Aku memikirkan bentuk soal yang akan keluar dan membayangkan tingkat kesulitan soalnya.

Sesampai di SKB yaitu tempat lokasi ujianku. Aku mengeluarkan pena untuk mengambil absen.

Aku siap menuju ruangan ujian. Alangkah kagetnya aku, ternyata kita masuk pada ruangan yang isinya kursi-kursi untuk 50 orang peserta. Mereka menyusunnya berjarak sesuai protokol kesehatan Covid.

Aku menyangka  memakai komputer ujiannya sehingga tidak membutuhkan kertas. Alhamdulillah aku membawa pena. Peserta yang lain pada sibuk meminjam alat tulis dan meminta kertas.

Semua peserta tercengang, apa yang kami pikirkan tidak sesuai dengan kenyataannya. Kami pun kembali memperkirakan mungkin bentuk penilaiannya tertulis.

Aku coba tenangkn diri. Panitia pelaksana memberikan arahan bahwa bentuk ujiannya menggunakan nalar dan tidak perlu hafalan. Kami harus tenang mengerjakannya.

Tepat jam 07.30, kami memulai kegiatan AKG. Kegiatan ini dipimpin oleh Ir. Firlan Mustafa,M.M.

Beliau adalah seorang dosen STMIK Indonesia Yayasan Albani. Bapak Firlan menyampaikan aturan pelaksanaan dari  ujian AKG.

Kami melaksankannya di satu ruangan. Soal-soalnya di tampilkan pada layar infocus yang ada di sisi kiri dan kanan pada panggung yang ada pada ruangan SKB.

Pak Firlan menyampaikan bahwa ada beberapa informasi yang akan diperoleh dari setiap individu. Setelah pelaksanaan AKG ini, maka nanti setiap guru akan diketahui 9 informasi tentang dirinya, di antaranya:
1.Kepemimpinan
2.Ketelitian kerja
3.Konsisten
4.Kecepatan kerja
5.Ketahanan kerja
6.Integritas
7.Kreatifitas
8.Logika
9.Gaya belajar

Setelah informasi di atas disampaikan, kami diberikan 2 lembar kertas HVS kosong. Panitia pelaksana menyebar membagikan kertasnya supaya waktu pembagian lembar kertas ujian tidak menyita waktu.

Ku lihat sebaris kursi di depan kosong dan tidak ada yang menghuninya. Aku berada pada barisan ketiga dari depan.

Aku pun tidak melihat panitia untuk menyarankan mengisi barisan paling depan. Biasanya setiap kegiatan, panitia pelaksana sibuk meminta peserta yang ada di ruangan mengisi bagian depan.

Begitu ujian di mulai, barisan depan jadi rebutan peserta. Karena kami diminta fokus memperhatikan soal-soal yang ditampilkan pada layar. Otomatis orang bagian paling belakang merasa takut tidak dapat melihat jelas soal-soalnya.

Bentuk ujiannya banyak. Baiklah, aku akan mengurainya satu per satu. Bentuk ujiannya adalah:
1. Menceritkan gambar

Kami dilihatkan 6 gambar. Setiap gambarnya diperlihatkan satu persatu. Kami harus melihat 1 gambar selama 30 detik.

Setelah gambar 1 dilihat selama 30 detik maka gambarnya hilang dari layar. Kami diberikan waktu 3 menit untuk menceritakan dari gambar yang dilihat.

Ada 8 yang akan di ceritakan pada gambar,yaitu:
1.Apa kejadian yang dilihat?
2.Siapa yang mengalaminya?
3.Apa yang mungkin sebelumnya terjadi?
4.Apa yang dipikirkan?
5.Apa yang dirasakan?
6.Apa yang diharapkan?
7.Siapa yang dikehendaki?
8.Apa yang terjadi pada akhirnya?

Aku membuat ceritanya sesuai yang diarahkan dari 8 bagian di atas. Aku bayangkan gambar yang telah dilihat 30 detik tadi. Aku buat sesuai nalarku tanpa tanya kiri kanan.

3 menit berakhir, gambar 2 langsung muncul dan kami kembali melakukan kegiatan yang sama. Begitu seterusnya bagian ujian pertama ini kami laksanakan sampai gambar ke 6.

2. Membuat gambar

Kami diminta memperhatikan gambar yang ditayangkan. Ada 2 syarat dalam membuat gambarnya. Syaratnya adalah:
1.Tidak boleh mengangkat alat tulis saat membuat gambar
2.Hanya boleh 1 garis yang double artinya berkelanjutan dan tidak terputus

Pelaksanaan ujiannya selama 3 menit juga. Alhamdulillah aku bisa membuat gambarnya sesuai 2 ketentuan di atas.

3.Membuat gambar orang
Dengan syarat tidak boleh memakai garis lengkung. Gambar orangnya merupakan gabungan dari bangun datar persegi, segitiga, dan lingkaran.

Aku langsung membuat gambar orang dengan wajah bulat, mata bulat, hidung dan mulut bentuk segitiga, bertopikan segitiga dan badnnya berbajukan persegi, tangannya gabungan segitiga pada ketiaknya dan persegi perpanjangan lengannya, lingkaran pada bagian tangan dan jarinya, bercelana panjang yang dihubungkan dengan bangun segitiga pada bagian kaki celananya. Aku membayangkan gambar Papaku seorang petani.

4. Soal pilihan tentang diri sendiri dengan memilih A atau B menurut kami sesuai dengan diri sendiri. Membacanya cepat dan menjawabnya spontan sesuai naluri kami masing-masing. Butir soalnya sebanyak 22 soal.

Aku harus fokus membaca dan menjawabnya. Suasana ruangan ujian terasa hening dan menegangkan karena dikejar waktu. Panitia mengarahkan kami untuk memastikan kami mengisi semua soal.

5.Menjawab 64 soal tentang integritas dan kepemimpinan.

Kami dihadapkan pilihan pernyataan A atau B yang dianggap benar. Aku membacanya dengan teliti karena pernyataannya panjang tapi waktunya sedikit. Tentunya perlu kecepatan saat membacanya.

6.Menjumlahkan 4 lembar soal yng isinya angka 1 sampai 9.

Dibuat berderet ke bawah dan belanjut terus ke samping. sehingga 4 lembar kertas berisi angka yang ditulis acak Si Pembuat soal.

Cara penyelesaiannya, dimulai dengan menjumlahkan 2 angka dari urutan angka di sisi kiri bawah. Hasil penjumlahan 2 angka, ditulis diantara angka tersebut dengan menuliskan satuannya saja.

Setiap penyelesaian 1 baris angka ditandai oleh bunyi srine. Kalau srine berbunyi lagi artinya kita lanjut pada baris berikutnya (baris sebelah kanan). Begiti seterusnya sampai baris berikutnya dan berkelanjutan sampai halaman 4. Apabila ada bunyi burung, maka kami harus berhenti menjumlahkan.

7.Mengisi 10 soal tentang deret angka.

Aku harus teliti dan menggunakan logika untuk menjawabnya.
Dan ada juga bentuk soal mengisi angka lanjutan dari angka yang sudah terisi. Aku harus mencari jawaban sebelumnya dan memakai rumus yang sama untuk mencari jawaban pada soal yang harus dijawab. Sepertinya ini soalnya mengharapkan kita konsisten dalam bekerja.

8. Menjawab pernyataan atau instruksi sebanyak 10 soal.

Tujuannya untuk mengetahui cara mengajar kita. Ada pernyataannya tentang bagaimana cara diri kami mengungkapkan perasaan senang, marah, dan pernyataan lainnya yang pernyataannya itu memang kita alami selama ini.

Inilah rahasia pelaksanaan ujian AKG yang aku hadapi selama dua setengah jam. Perasaanku saat menyelesaikan bercampur aduk. Ada bosan, menegangkan, menyenangkan, dan lega karena bisa menjawab semua soal.

Semoga ujian AKG ini memberikan dampak positif bagi kami sebagai guru. Tujuan dari pemetaan kompetensi guru terwujud dan menemukan solusi terbaik apabila kami guru kurang memiliki kompetensi yang diharapkan.

Kami sangat berharap, kegiatan ini dapat menilai diri sendiri. Dan kami siap diberikan pelatihan demi mencapai guru profesional yang berpotensi dan berilmu.
(vr_sy)









VIDEO PILIHAN