Mohon tunggu...
Vera Shinta
Vera Shinta Mohon Tunggu... Kompasianer Brebes Community (KBC) - Jawa Tengah, Jurnalis Warga (JW) Paguyangan, Tim Program Seknas Fitra - KOMPAK, Pelaku seni - Dewan kesenian Brebes Selatan, KPMD Desa Pagiyangan

Kehidupan ini adalah tulisan yang terbaca dari tarian tingkah laku

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PPJJ) yang Tertatih-tatih

22 Juli 2020   12:51 Diperbarui: 22 Juli 2020   13:00 83 7 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PPJJ) yang Tertatih-tatih
Belajar kelompok yang dipantau seminggu sekali oleh guru kelas (dokpri)

Tahun ajaran baru 2020/2021 sudah memasuki minggu kedua, namun masih banyak sekolah yang bingung mau menerapkan model pembelajaran seperti apa pada siswanya. Bagi sekolah di kota dengan tingkat ekonomi wali murid yang menengah keatas pasti tidak kesulitan menerapkan pembelajaran daring.

Bagi sekolah pedalaman yang jauh dari akses perkotaan mungkin justru lebih merasa nyaman dan aman dengan tetap menjalankan pembelajaran secara tatap muka. Karena warganya tidak ada yang keluar masuk ke daerah lain dan jauh dari virus corona.

Sedangkan untuk sekolah pinggiran yang penduduknya lebih universal tentunya makin susah menerapkan pembelajaran daring. Akhirnya diambil keputusan menggunakan Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PPJJ) yang dikombinasi dengan tatap muka tidak setiap hari.

PPJJ kombinasi ini dengan melihat beberapa alasan, diantaranya adalah:

- tidak semua siswan memiliki handphone android

- orang tua siswa tidak sanggup memgadakan pembelian kuota setiap hari karena ekonomi

- kalaupun ada android dan kuota namun daerahnya susah sinyal

Dengan berbagai pertimbangan lain maka guru harus bisa mensiasati bagaimana agar pembelajaran tetap berjalan dengan cara yang efektif. Kalau mengadakan full daring tidaklah mungkin, tatap muka setiap hari juga tidak diperbolehkan.

PPJJ masih berjalan tertatih-tatih, guru berusaha memberi kemudahan namun kadang siswa terap terkendala kuota. Orang tua protes merasa terbebani dan keberatan.

Diajak tatap muka pada susah suruh jaga protokol kesehatan, pasti siswa tetap bergerombol dan berangkat serta pulang sekolah masih pakai kendaraan umum. Orang tua masih banyak pula yang khawatir anak-anaknya terkena virus corona.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x