Mohon tunggu...
Vera Shinta
Vera Shinta Mohon Tunggu... Kompasianer Brebes Community (KBC) - Jawa Tengah, Jurnalis Warga (JW) Paguyangan, Tim Program Seknas Fitra - KOMPAK, Pelaku seni - Dewan kesenian Brebes Selatan, KPMD Desa Pagiyangan

Kehidupan ini adalah tulisan yang terbaca dari tarian tingkah laku

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Bupati Banyumas Tertibkan Keramaian di Pusat Perbelanjaan

17 Mei 2020   19:36 Diperbarui: 17 Mei 2020   19:41 29 7 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bupati Banyumas Tertibkan Keramaian di Pusat Perbelanjaan
Area pusat perbelanjaan di Purwokerto | dok.winda

Keramaian di pusat perbelanjaan makin menjadi pada hari ini, khususnya di daerah Purwokerto Kabupaten Banyumas. Hampir sepanjang ruas jalan mulai dari depan alun-alun sampai perempatan srimaya tempat berbelanja penuh pembeli.

Mall, mini market, toko pakaian, toko gerabah dan bahan makanan antri pengunjung. Ada yang berdesakan di dalam dan adapula yang mengantri sampai di tempat parkir menunggu giliran masuk untuk berbelanja.

Keadaan ini akhirnya sampai juga pada bupati Banyumas, Ir. Achmad Husein yang akhirnya turun langsung ke tempat kerumunan dan menertibkan semua orang. Dengan pengeras suara beliau menyuruh para pengunjung toko dan tempat belanja lain untuk pulang ke rumah masing-masing.

Diiringi satuan tugas pengamanan akhirnya berhasil juga mengurai kerumunan yang ada. Bupati yang sangat peduli pada keadaan ini sangat menyayangkan akan kesadaran masyarakat untuk membantu memutus penyebaran covid-19.

Suasana salah satu mall di Purwokerto | dok.Retno
Suasana salah satu mall di Purwokerto | dok.Retno

Langkah tegas Bupati Banyumas ini harusnya okeh semua pihak, baik dari aparat, pemilik toko dan juga masyarakat karena tindakan ini sebagai upaya menerapkan physical distancing. Salah satu upaya memutus covid-19 agar tidak makin menyebar pada lingkungan.

Bila keadaan seperti ini dibiarkan maka tidak tertutup kemungkinan makin banyak masyarakat yang positif terkena wabah. Karena kita tidak tahu bagaimana kondisi orang di sekitar kita pada saat berbelanja. Bisa saja terjadi ada orang tanpa gejala (OTG) dan bersentuhan dengan orang lain yang rentan penyakit maka bisa menimbulkan penyebaran covid-19 yang berbahaya.

Marilah bersama-sama menjaga diri agar tidak menularkan wabah dan juga tidak tertular, dengan mengendalikan diri untuk tetap melakukan social distancing dan physical distancing. Indonesia belum terhenti dari wabah maka upayakan bersama dengan penuh kesadaran agar pemutusan penyebaran ini segera sukses sehingga kembali pada kehidupan normal.

KBC-26 Brebes Jateng

Vera Shinta

Dok.KomBes
Dok.KomBes

VIDEO PILIHAN