Mohon tunggu...
Vera Shinta
Vera Shinta Mohon Tunggu... Kompasianer Brebes Community' (KBC)

Menulis adalah pelarian emosi paling sexy

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

Timbangan Ditakuti Perempuan Kaum Rebahan

4 April 2020   12:33 Diperbarui: 4 April 2020   12:51 34 4 2 Mohon Tunggu...

Social distancing masih berlanjut hingga banyak yang masih memperpanjang kegiatan Work From Home (WFH). Berdiam diri dirumah ada senangnya karena bisa istirahat dari rutinitas, walau bagi perempuan justru menjadi hari kerja yang lebih berat dan panjang.

Bayangin aja ya ini khusus perempuan yang biasa bekerja di luar rumah, pagi biasanya nyiapin sarapan seadanya dan siang atau sore pulang kerja sekalian beli lauk buat di rumah. Sedangkan sekarang karena SD maka dari pagi sudah sibuk di dapur dan menyiapkan segala makanan untuk anak-anak yang libur, hingga siang dan sore berkali-kali bikin makanan maupun camilan seakan tak ada hentinya bekerja.

Lebih parahnya lagi SD ini bikin perut sangat manja hingga berulang kali merasakan lapar. Sudah pasti makan jadi teratur 3 kali apalagi makan rame-rame rasanya lebih nikmat hingga tak sadar porsinya jadi banyak. Belum lagi camilannya tak henti daripada jenuh tak ada kerjaan selain masak dan makan sambil rebahan.

Inilah yang membuat perempuan makin anti sama timbangan, seolah timbangan menjadi sosok monster yang menakutkan. Dalam kehidupan sehari-hari saja sering menghindari benda ini, apalagi sekarang saat lihat kaca melihat pipi seperti bakpao dan badan laksana beras satu kwintal. 

Duh aduh ngerinya corona tidak hanya menyerang imun tubuh tapi juga menyerang rasa percaya diri, kebayang kan kalau jarum timbangan terus bergerak ke kanan tandanya badan makin melebar.

Corona oh corona kapan kau berakhir hingga kami tak lagi menjadi kaum rebahan yang kerjanya cuma makan dan ngemil tak henti. Lihatlah badan yang sudah mirip nangka matang pohon, tak berbentuk semua rata.

KBC-26 Brebes Jateng

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x