Venusgazer EP
Venusgazer EP Freelance

#You'llNeverWalkAlone |Twitter @venusgazer |email venusgazer@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Wanita Artikel Utama

Perawan "Tingting" atau Tidak, Nggak Penting!

13 September 2017   01:43 Diperbarui: 13 September 2017   17:22 16304 16 11
Perawan "Tingting" atau Tidak, Nggak Penting!
happy couple (www.stevenaitchisson.co.uk)

Dulu ada artis berinisial FH (alm), saat sedang jaya ia menikah dengan seorang gadis. Eh besoknya sudah ngeluarin talak tiga. Cerai!

Hebohlah se-Indonesia, Maklum saja beliau pesohor. Lagu-lagunya juga sedang hits di mana-mana. Pastinya perkawinan yang sekejap itu tidak seindah lagu "Bercinta di Udara".

Alasan talaknya karena istri tidak lagi perawan. Tidak itu saja, FH ini menduga telah terjadi penipuan. Karena Sang Istri telah membuat dirinya seolah mengeluarkan darah keperawanan dengan sengaja. Memakai jarum atau apalah saya lupa-lupa ingat.

Sebenarnya bagaimana menandai seorang wanita itu perawan atau tidak? Saya ingat dulu waktu masih remaja mendengar ciri wanita yang tidak perawan dapat dilihat dari cara berjalan yang sedikit mengangkang.

Ada lagi yang mengatakan lihat saja matanya. Kalau tidak ada sinar atau tampak berseri maka itu tandanya sudah pernah ML.

Ada-ada saja ya. Kesemua itu jelas cuma mitos. Cara berjalan seorang bisa disebabkan oleh kebiasaan dari kecil. Atau ada masalah pada fisik. Lagi pula secara umum apa ada perbedaan cara jalan seorang ibu dengan seorang gadis 18 tahun yang masih perawan?

Ini lagi ada wacana tes keperawanan bagi wanita yang akan menikah. Jelas banyak yang protes, karena itu hal yang sangat pribadi sekali. Wanita yang masih perawan pun banyak yang menentang wacana ini. Apalagi mereka yang sudah tidak perawanan. Lagian kan penyebab hilangnya selaput darah itu bisa bukan karena pernah ML saja.

Lalu segera wacana itu dilawan dengan wacana tes keperjakaan. Duh, bagaimana memastikan seorang pria itu masih perjaka atau nggak?

Bukan zamannya lagi mempersoalkan keperawanan dan keperjakaan seseorang. Jika didapati Sang Istri tidak lagi perawan saat malam pertama apa harus marah-marah dan kasih talak? Padahal ketika seseorang menikah ia harus menerima istri apa adanya.

Begitu juga jika istri tahu, entah bagaimana caranya, Sang Suami pernah tidur dengan wanita lain. Apakah lantas minta cerai? Padahal sudah berjanji sehidup semati di hadapan Tuhan.

Ingat bahwa menikah dan berkeluarga itu bukan melulu soal seks. Menikah adalah sebuah panggilan untuk hidup berpasangan. Sebagaimana juga panggilan untuk hidup selibat bagi orang-orang tertentu. Soal nantinya saat berumahtangga mendapat keturunan atau tidak, tinggal berserah pada Sang Pencipta.

Banyak pasangan yang sudah berpikiran terbuka. Perawan atau tidak itu bukan menjadi hal yang prinsipil. Begitu juga soal 'malam pertama'. Kadang terlewatkan karena capek mengikuti ritual pernikahan yang seharian itu.

Namun bagaimana pun harus dihargai juga mereka yang mendambakan istri yang masih perawan. Bagi anda kaum pria yang menjumpai Sang Istri tercinta sudah tidak perawan saat malam pertama jangan berpikir negatif dulu lalu obral kata cerai.

Banyak-banyaklah mencari informasi soal penyebab hilangnya keperawanan. Sekali lagi keperawan hilang bukan hanya karena pernah ML saja. Bagus lagi jika mengikuti kursus-kursus pernikahan guna 'mendewasakan' diri dalam hidup berumah-tangga.

Dan bagi para calon istri, gunakan masa pacaran untuk mengenal lebih dalam pasangan. Kalau calon suami adalah tipe pria yang sangat idealis soal keperawanan jangan ragu untuk berkata jujur sedari awal. Jika ia betul-betul cinta maka ia akan menerima apa adanya. Kelebihan dan kekuranganmu. 

Sama, calon istri juga wajib mengikuti kursus-kursus perkawinan. Jangan coba menipu suami, dengan mencederai diri agar keluar darah saat malam pertama. Salah-salah bisa pendarahan atau infeksi.

Kalau keperawanan nggak penting, lalu apa yang lebih penting dari itu? Ya jelas cinta. Lebih berharga memiliki istri yang tidak perawan tetapi memiliki cinta yang tulus dan besar. Daripada seorang istri yang masih perawan tingting tapi cuma cinta harta saja. Betul tidak wahai para pria sekalian?