Mohon tunggu...
Varrel Brilian
Varrel Brilian Mohon Tunggu... Mahasiswa Universitas Padjadjaran, Program Studi Ilmu Informasi dan Perpustakaan

panggil saja Rel

Selanjutnya

Tutup

Digital

Pemanfaatan Revolusi Industri 4.0 dan Era Society 5.0 di Bidang Teknologi

27 Mei 2019   21:57 Diperbarui: 27 Mei 2019   22:04 0 0 0 Mohon Tunggu...

Masyarakat Jepang sudah merumuskan bahwasannya negara mereka sudah akan memasuki 5.0 sejak 2006, akan tetapi baru mulai launching di publik pada tahun 2007, Jepang sudah selangkah lebih maju dari negara lainnya karena negaranya telah memasuki Era Society 5.0. Pertama, Jepang memiliki real data yang melimpah yang digunakan untuk merancang kemajuan ekonomi dan industrinya. 

Kedua,  teknologi yang terpelihara, contohnya mereka dapat mempoduksi barang dan jasa dengan menggunakan teknologi Big Data dan Artificial Intelligent (AI). Dengan beberapa kelebihan yang dimiliki Jepang pantas negaranya telah memasuki Era Society 5.0

Sementara Klaus Schwab optimis dalam buku yang ditulisnya, The Fourth Industrial Revolution untuk menghadapi Era Revolusi Industri ke empat. Dalam Revolusi Industri akan ada beberapa dampak yang muncul dengan indikatornya mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Yang nantinya akan tergantinya buruh dengan mesin-mesin digital, serta beberapa pekerjaan akan hilang seperti supir, pengangkut barang dan pekerjaan yang mengandakan kekuatan otot. 

Serta jumlah penduduk berusia produktif akan mengurang karena peralihan jumlah ke penduduk lansia. Peralihan industri informasi dan digital akan berengaruh pada pendapatan pajak negara. Lalu juga tidak akan adanya ruang pribadi untuk diri kita karenanya setiap bagian hidup akan menggunakan internet. 

Serta tidak jarang muncul kejahatan internet seperti cyber crime, pasar gelap, pencurian data pribadi yang diakan disalahgunakan. Namun dibalik beberapa dampak negatif akan ada beberapa hal yang positif seperti kemajuan teknologi ini dapat digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk mengembangkan dunia bisnis berbasis elektronik seperti E-commerce.

E-commerce merupakan jual beli modern yang memanfaatkan inovasi teknologi untuk memudahkan konsumen dan produsen sebagai proses jual beli melalui jaringan komputer dengan bantuan internet. Teknologi yang digunakannya untuk saat ini dengan memanfaatkan drone atau pesawat tanpa awak. 

Drone ini sudah mulai di uji coba di Negara Amerika Serikat untuk mengirimkan barang ke rumah-rumah. Perusahaan Wing Aviation  dengan Mid-Atlantic Aviation Partnership dan Virginia Tech sebagai salah satu perusahaan peserta di dalam Program Percontohan Integrasi Sistem Pesawat Udara Tanpa Awak Departemen Perhubungan.

Menurut Sekretasis Transportasi Amerika Serikat Elaine Chao, " Ini adalah langkah maju yang penting untuk pengujian yang aman dan integrasi drone ke ekonomi kita. Keselamatan terus menjadi prioritas nomor satu kami karena teknologi ini terus berkembang dan merealisasikan potensi penuhnya".

Wing Aviation mulai menggunakan Pesawat Tanpa Awak untuk mengirim barang ke rumah-rumah di daerah Utara Canberra, Australia dan uji pertamanya dilakukan di Eropa, tepatnya daerah Helsinki, Finlandia.

Di Indonesia juga telah dilakukan uji coba pengiriman barang dengan bekerjasama JD.com bersama perusahaan jual beli online JD.ID. Teddy Arifianto, Head of Corporate Communication & Public Affair JD.ID mengatakan uji coba penerbangan ini berlangsung pada 8 Januari 2019 lalu, di MIS Nurul Falah Leles, Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Indonesia tujuan mengirimkan paket donasi peralatan sekolah seperti tas ransel dan buku-buku kepada siswa/i nya.

Dengan uji coba seperti ini Indonesia memiliki peluang sebagai pelopor pengiriman barang menggunakan drone atau pesawat tanpa awak di Asia Tenggara untuk mengakses daerah-daerah terpencil yang menginginkan bantuan-bantuan seperti peralatan medis, serta produk-produk komersial lainnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x