Mohon tunggu...
Vanesa Debora
Vanesa Debora Mohon Tunggu... -

Pharmacist soon to be

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Mahasiswa KKN UNDIP Beri Edukasi PORSI dan Pelatihan Membuat Minuman Herbal JaKer

8 Agustus 2020   21:56 Diperbarui: 9 Agustus 2020   12:10 59 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mahasiswa KKN UNDIP Beri Edukasi PORSI dan Pelatihan Membuat Minuman Herbal JaKer
Dok. pribadi

Kelurahan Panjang Baru, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan (8/8/2020) – KKN UNDIP Tim 2 dilaksanakan dari tanggal 5 Juli 2020 sampai 15 Agustus 2020 dengan mengusung tema Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) berbeda dengan KKN seperti biasanya. Dikarenakan adanya pandemi Covid-19 ini, KKN UNDIP dikemas dengan konsep KKN Pulang Kampung yang dilakukan secara mandiri oleh mahasiwa di domisilinya masing-masing. KKN kali ini memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk bisa mengabdi dan membangun desanya sendiri melalui 2 program individu yang harus dijalankan.

Salah satu mahasiswa KKN Tim 2 UNDIP dari jurusan farmasi, Vanesa Debora, telah melaksanakan 2 program individunya yaitu Pelatihan Pembuatan Minuman Herbal Jahe Kersen (JaKer) sebagai Penguat Imunitas di Masa Pandemi Covid-19 dan Pemberdayaan Ibu - ibu Kader PKK melalui Penggunaan Obat Rasional dalam Swamedikasi (PORSI).

Program pertama dilaksanakan atas dasar angka positif covid-19 di Indonesia semakin merebak, walaupun saat ini di Kelurahan Panjang Baru tidak ada kasus positif, tetapi alangkah baiknya pencegahan covid-19 harus tetap dilaksanakan secara ketat mengingat telah diberlakukannya New Normal yang sekarang menjadi Adaptasi Kebiasaan Baru yang tidak menutup kemungkinan penularan yang semakin tinggi. Pencegahan Covid-19 tak cukup hanya mematuhi protokol kesehatan, melainkan juga meningkatkan ketahanan masyarakat melalui kesehatan tubuh perorangan. Daya tahan tubuh dapat dijaga dan ditingkatkan utamanya dengan pola hidup sehat seperti menjaga kebersihan, asupan nutrisi ditambah dengan penggunaan suplemen kesehatan dan ramuan herbal. Dengan memanfaatkan potensi tumbuhan kersen yang memiliki segudang khasiat yang banyak ditemui di sepanjang jalan Kelurahan Panjang Baru serta tanaman herbal lain seperti jahe, kayu manis dan serai, minuman herbal dapat dibuat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari Covid-19.

Pelatihan pembuatan minuman herbal jahe kersen dilaksanakan selama 4 hari berturut-turut dari Senin, 20 Juli 2020 sampai Kamis, 23 Juli 2020 tepatnya di Aula Kelurahan Panjang Baru. Hari pertama diisi dengan pengenalan program. Mahasiswa memaparkan mengenai latar belakang, manfaat dan tujuan dari dilaksanakannya program ini. Hari kedua diisi pemberian edukasi mengenai apa itu herbal, pentingnya herbal dalam menjaga daya tahan tubuh di masa pandemi, khasiat dari komponen minuman herbal ini meliputi jahe, daun & buah kersen, kayu manis dan serai serta hal-hal yang perlu diperhatikan ketika mengonsumsi minuman herbal. Hari ketiga dilakukan pendampingan pembuatan minuman herbal jahe kersen oleh ibu-ibu kader PKK yang didampingi oleh mahasiswa. Hari terakhir diisi evaluasi program kegiatan dengan memberikan kuisioner sebagai penilaian terhadap pelaksanaan program. Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu-ibu PKK Panjang Baru termasuk Ketua PKK bahkan Ibu Lurah Panjang Baru turut hadir dalam memberikan sambutan. Respon dari ibu-ibu kader PKK sangatlah baik. Mereka sangat antusias dan aktif bertanya.

Salah satu pengurus PKK Panjang Baru, Ibu Erni yang berprofesi sebagai penjual jamu meresponi dengan baik kegiatan ini. “Saya sangat berterimakasih kepada mahasiswa KKN karena telah membagikan ilmu bagi kami sekalian terutama kepada saya yang kebetulan penjual jamu. Dengan adanya inovasi minuman herbal jahe kersen ini membuat saya ingin mencobanya di rumah dan akan saya tularkan ilmu-ilmu ini kepada tetangga saya” jawab Bu Erni saat ditanya mengenai kesan dan pesan terhadap program ini oleh mahasiswa.

Dari terlaksananya program ini, diharapkan minuman herbal tetap dilestarikan terutama berbahan dasar jahe kersen yang memanfaatkan potensi di daerah untuk menjadi minuman yang berguna bagi kesehatan khususnya dalam pencegahan Covid-19.

Program kedua yang telah dilaksanakan yaitu Pemberdayaan Ibu - ibu Kader PKK melalui Penggunaan Obat Rasional dalam Swamedikasi (PORSI). Sesuai dengan tema yang diusung oleh KKN UNDIP tahun ini, melalui aksi global SDG’s atau Pembangunan Berkelanjutan, Indonesia menjadi salah satu negara yang ikut serta untuk mewujudkan 17 indikator tujuan didalamnya terutama indikator kehidupan sehat dan sejahtera. Salah satu permasalahan kesehatan yang menjadi perhatian khusus adalah ketidakrasionalan penggunaan obat dalam swamedikasi (pengobatan sendiri). Melalui program pemberdayaan penggunaan obat yang rasional terutama swamedikasi, indikator kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dalam SDG’s diharapkan dapat tercapai  dengan mencegah kemungkinan ketidakrasionalan pengobatan serta dampak negatif yang ditimbulkan. Program ini merupakan program yang mendukung “GeMa Cermat” yang dicanangkan oleh pemerintah dalam  SK Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.02/MENKES/427/2015 dalam rangka mewujudkan kepedulian, kesadaran, pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan obat secara tepat dan benar.

Dok. pribadi
Dok. pribadi

Program PORSI dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut dari 27 Juli 2020 sampai 29 Juli 2020 di Aula Kelurahan Panjang Baru dengan melibatkan Ibu-ibu Kader PKK Kelurahan Panjang Baru sebagai sasaran utama program. Kegiatan ini dimulai dengan pemaparan program meliputi latar belakang, manfaat dan tujuan program serta dilakukan pengenalan diri serta pre test. Kemudian di hari kedua diisi edukasi menggunakan media leaflet. Edukasi ini berisi mengenai penjelasan swamedikasi yang merupakan upaya seseorang dalam mengatasi gejala atau penyakit ringan tanpa konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Selain penjelasan swamedikasi, juga dijelaskan mengenai indikator kerasionalan obat meliputi tepat diagnosis; tepat indikasi dan pemilihan obat; tepat kondisi; tepat dosis, cara & durasi; tepat informasi; harga terjangkau; kepatuhan dan waspada efek samping. Edukasi selanjutnya mengenai golongan obat yang diperbolehkan untuk swamedikasi (obat bebas, bebas terbatas dan obat wajib apotek) dan tidak diperbolehkan (obat keras termasuk antibiotik). Edukasi terakhir mengenai akibat yang ditimbulkan bila swamedikasi tidak rasional (alergi, resistensi dan sensitivitas serta efek terapi tidak tercapai) dan tips & trik berswamedikasi yang aman. Lalu, kegiatan di hari terakhir diisi dengan pendampingan praktek membaca informasi obat pada kemasan obat, post test dan evaluasi program kegiatan dengan mengisi kuisioner. Kegiatan praktek membaca informasi obat dilakukan oleh ibu-ibu PKK sambil diarahkan oleh mahasiswa. Obat yang digunakan adalah obat warung yang dibawa oleh masing-masing ibu-ibu PKK dari rumahnya.

Pelaksanaan kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari ibu-ibu kader PKK Panjang Baru. Salah satu ibu PKK juga mengutarakan kesan dan pesannya saat mengikuti kegiatan ini.

“Kegiatan ini sangat memberi manfaat bagi kami semua terutama yang tadinya belum tau mengenai penggunaan obat-obat secara benar yang mana sebelumnya membeli dan menggunakan obat sesuka hati. Ternyata setelah ada kegiatan dari mahasiswa kita disadarkan dan semakin tahu. Terimakasih kepada mahasiswa KKN UNDIP yang telah mengajari kami,” ucap Bu Sarwono ketika ditanya oleh mahasiswa di akhir acara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x