Mohon tunggu...
urip widodo
urip widodo Mohon Tunggu...

seorang ayah 4 org anak, karyawan bumn, dan seorang yg sngat suka membaca buku

Selanjutnya

Tutup

Politik

Politik Gagasan, Era Berakhirnya Politik Slogan

11 Februari 2019   14:27 Diperbarui: 11 Februari 2019   16:21 202 0 0 Mohon Tunggu...

Pemandangan yang lumrah menjelang perhelatan akbar demokrasi di Negara kita. Menjelang Pemilu selalu saja bertebaran spanduk, banner, baligo, pamflet, stiker, dll. Tak terkecuali sekarang, 2 bulan  menjelang pemilu 2019, yang akan berlangsung tanggal 17 April nanti. 

Apalagi pemilu sekarang dibarengkan antara pemilihan anggota legislative (pileg) dengan pemilhan presiden (pilpres), setiap perempatan jalan semakin semarak dengan sosialisasi pasangan capres-cawapres dari dua kubu.

Tak kalah ramainya, dunia maya pun, khususnya media social, seru dengan kampanye, memang medsos yang sedang booming 3-4 tahun terakhir, tak mau dilewatkan sebagai media kampanye oleh para caleg dengan partainya, termasuk 2 kubu capres-cawapres, bahkan untuk 2 kubu capres-cawapres ini lebih heboh, karena ditimpali juga saling bully, saling menjelekkan, saling share black news tentang pasangan capres-cawapres lawannya.

Khusus tentang kampanye parpol, khususnya di dunia maya, kalau penulis perhatikan, ada yang menarik, ada yang lain daripada yang lain. Yaitu kampanyenya Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Apa menariknya?

GAGASAN. Ya, gagasan. Sengaja saya gunakan huruf kapital untuk menuliskannya. Gagasan lah yang membedakan PKS dengan parpol lain dalam kampanyenya sekarang.

Seperti pemilu-pemilu sebelumnya, semua parpol hanya menjual slogan dalam kampanye mereka. Slogan yang seolah menyebutkan bahwa "kamilah partai terbaik, maka pilihlah kami". Coba saja tengok slogan-slogan yang digemborkan parpol, anda akan menemukan kalimat-kalimat seperti ini:

"Maju Tak Gentar, Membela yang Benar".

"Peduli Wong Cilik"

"Kita Indonesia, Kita Pancasila"

"Rumah Besar Islam Indonesia"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN