Mohon tunggu...
Uli Hartati
Uli Hartati Mohon Tunggu... Blogger

A wife, mommy of 2 boys, working mom also as a blogger Contact me : WA 089627103287 Email uli.hartati@yahoo.com Blog http://ulihape.com IG dan Twitter @ulihape

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

7 Khas Ramadan yang Ku Rindu dari Masa Kecilku

16 April 2021   05:10 Diperbarui: 16 April 2021   05:15 2150 11 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
7 Khas Ramadan yang Ku Rindu dari Masa Kecilku
Khas Ramadan Anak-Anak, ilustrasi by Ulihape

Khas Ramadan masa kecilku ini ternyata sudah hilang saat ini, meski demikian aku kerap menceritakannya kepada anakku "dulu kalau bulan puasa tiba wah Mami senang banget loh, karena Mami akan begini dan begitu". Bertambahnya usia bisa jadi penyebab khas Ramadan ini tak kulakoni lagi, tapi bukan itu saja sih perkembangan syiar agama juga menjadi salah satu penyebabnya, orang dulu dalam melakukan banyak hal sangat mengikuti budaya dan nggak sedikit ternyata budaya itu berseberangan dengan ajaran agama, yah meski bukan termasuk yang membatalkan puasa namun bisa menyebabkan puasa tak mendapat pahala.

Lantas apa saja sih khas Ramadan di masa kecilku yang ku rindu? Ternyata ada 7 khas Ramadan yang selalu membuat aku, adik dan abangku sangat bahagia kala itu, let's talk moms!

Marpangir alias Mandi Limau

Mamak ku adalah orang Minang, Papa ku orang Batak ternyata keduanya punya kebiasaan menyambut bulan Ramadan yang sama yaitu menjelang Ashar kami akan Mandi Limau atau bahasa daerah Papa Marpangir. Aroma rempah untuk mandi ini khas banget, Mamak akan membuat biangnya dari potongan daun pandan, sereh, limau dan kembang aromanya akan tercium dari dapur sampai seluruh ruangan dan pasti aku sudah menantikannya. 

Aroma ini pertanda nanti malam kami akan melaksanakan sholat tarawih terselip juga bahwa itu supaya kami nggak digoda syaiton hehe. Sebagai anak kecil tentu bahagia banget melakukan mandi limau yang ada hanya satu kali dalam satu tahun menjelang Ramadan. Kebiasaan menghilang setelah Mamak mengetahui bahwa ritual mandi limau tak ada dalam syariat menyambut bulan puasa, sejak itu tak ada aroma pandan, serai, limau dan kembang setiap menyambut Ramadan, tapi entah mengapa aroma khas itu masih tercium jelas di indera penciumanku hingga kini dan selalu aku bilang kepada Mamak "Aku rindu mandi limau".

Asmara Shubuh

Istilahnya bukan untuk berpacaran, begitulah kami di daerah Sumatera Utara menyebut kebiasaan anak-anak kecil jalan pagi setelah sahur dan melaksanakan sholat shubuh. Kami berkumpul kemudian bergerombol jalan pagi dari satu arah ke arah lainnya, kami bersenda gurau bahkan tak jarang berakhir dengan tangisan karena adanya perang sarung haha. Ehm rasanya kini pemandangan itu tak pernah aku lihat lagi ditambah pula masa pandemi saat ini dimana semua orang memilih untuk di rumah saja

Membaca Komik di Rumah Bacaan

Ketika aku kecil dulu bisnis sewa komik sangat menjamur sehingga ketika Ramadan tiba salah satu kebiasaanku bersama teman adalah nongkrong di rumah bacaan untuk membaca komik biasanya selepas zuhur sampai ashar kami akan membaca komik kesukaan kami. Membaca membuat kami bisa bertahan puasa hingga maghrib. Tapi saat ini sepertinya udah nggak nemu lagi deh rumah bacaan begitu, makanya ketika menonton drama korea Treu Beauty kenangan akan rumah bacaan kembali datang hehe. Sayang sekali kebiasaan ini menghilang saat ini, kalau masih ada aku yakin bisa menjadi kegiatan yang mengasyikkan bagi anak-anak

Mengisi Buku Kegiatan Ramadan

Beberapa periode ketika Sekolah Dasar aku mengalami hari libu satu bulan selama Ramadan dan dari sekolah memberi seluruh siswa buku kegiatan Ramadan yang harus kami isi dan salah satunya adalah menuliskan isi ceramah tarawih dan meminta tandatangan imam sholat tarawih hahaha sepertinya beberapa kali sih aku meminta temanku untuk menandatanganinya haha. Kegiatan ini pun sudah tak ada lagi, sangat psoitif meski melelahkan pada masanya haha

Tidur Sepanjang Hari

Karena libur selama satu bulan dan dulu quote "Tidurnya orang berpuasa adalah ibadah" haha maka tidur sepanjang hari adalah jalan ninjaku untuk bertahan dari rasa lapar dan haus haha. Kegiatan yang membodohkan karena quote tersebut sudah diyakini banget adalah ibadah, "Mak aku mau beribadah dulu" itu artinya aku mau tidur dan minta dibangunkan menjelang maghrib haha anehnya Mamakku malah senang hahaha daripada terbangun dan merengek meminta buka puasa sebelum waktunya (mungkin) hahaha

Membuat Lilin dan Bermain Kembang Api

Nah ini adalah kegiatan favorit khas Ramadan masa kecilku, begitu puasa Ramadan memasuki hari ke 27 maka disetiap rumah anak-anak akan memasak lilin dan mencetaknya dengan aneka bentuk. 

Hal ini karena sejak malam ke 27 sampai malam takbiran kami akan bermain lilin dan kembang api. Selepas tarawih kami akan memasang lilin di teras rumah dan saling adu kembang api. Sayang sekali sudah tak ada khas Ramadan seperti ini, dulu hal ini dimaksudkan untuk menanti malam lailatul qadr dan ternyata semakin kesini semakin paham bahwa menyambut lailtul qadr tuh bukan memasang lilin di teras rumah haha makanya deh kegiatan ini sudah tak kami laksanakan lagi.

Membantu Mamak Memasak Kue Lebaran

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN