Gaya Hidup

Sosok JR Saragih, Bupati Simalungun: Unik dan Kharismatis

10 November 2016   11:26 Diperbarui: 10 November 2016   13:10 703 0 0
Sosok JR Saragih, Bupati Simalungun: Unik dan Kharismatis
sumber: dokumen pribadi

 ( Obsesi Semangat Baru)

Oleh : Ulamatuah Saragih 

Saya kenal secara “dekat” dengan Dr Jopinus Ramli Saragih, SH, MH lebih kurang 6 tahun yang lewat, persisnya sebelum Pilkada Tahun 2010. Pada suatu hari ketika itu--- secara kebetulan--- kami ketemu di suatu tempat yang eksklusif di kota Medan. Ketika itu kami berbincang empat mata selama lebih kurang 2 jam. Beliau menyatakan niat tulusnya ingin mengabdi di kampung halaman Kabupaten Simalungun dan rela pensiun dini, melepas dinas dari korps CPM TNI. 

Ketik itu saya dengan sabar mendengar obsesi JR ( nama panggilan yang lazim disebut). Maklum saja , saya sebagai mantan wartawan tentu terbiasa mendengar paparan dari siapa saja, apalagi tanpa saya tanya (wawancara) dengan lugas JR menceritakan diri dan cita-citanya. Justru sebaliknya JR yang sekali-sekali bertanya kepada saya tentang strategi dan peta politik menjelang Pilkada tahun 2010.  Kebetulan pada masa itu saya menjabat sebagai Ketua Panwaslih Kabupaten Simalungun. Ketika itu saya katakan sama JR, sebagai Ketua Panwas saya harus netral, namun secara pribadi saya yakin dengan isu “agenda perubahan” yang diusung oleh JR kelak akan memenangkan pertarungan politik meraih kursi Simalungun 1. 

Dia sadar betul, ketika itu yang menjadi rival berat adalah incumbent Drs Zulkrnain Damanik MM yang masih menjabat sebagai Bupati Simalungun 2005-2010. Singkat cerita, akhirnya JR Saragih yang berpasangan dengan Nuriaty Damanik SH tampil sebagai pemenang Pilkada Simalungun tahun 2010 dengan mengungguli 4 pasangan lainnnya yaitu Zulkarnain Damanik-Marsiaman Saragih, Syamsudin Siregar-Kusdianto, Kabel Saragih-Muliono dan Ir Muknir Damanik-Miko.  

Secara bergurau ketika itu saya katakan sama JR, bahwa kali ini pasti ada perubahan. Selama ini cuma “ Saragih” yang belum pernah jadi bupati Simalungun dari marga Simalungun SISADAPUR ( Sinaga, Saragih, Damanik, Purba), artinya marga Sinaga, Damanik dan Purba sudah pernah, maka sudah tiba giliran “ Saragih “, kataku ketika itu membuat JR senyum-senyum.

Secara psikologis, saya berkesan ketemu dengan JR pada masa itu. Kesan pertama  saya, dia cerdas, penuh perhatian, penyayang dan bersahaba serta kharismatis. Pada pertemuan pertama itu suasana sudah terasa akrab dan begitu berlanjut berkomunikasi hingga dlantik jadi Bupati Simalungun 2010-2015 pada tanggal 28 Oktober 2010.

Dalam catatan kecil ini, saya tidak ingin untuk menilai bagaimana   kinerja JR Saragih menjadi Bupati Simalungun 2010-2015 yang kemudian terpilih lagi untuk periode kedua 2015-2020 ( dilantik Maret 2016) setelah mngguli 4 pasangan lainnnya yaitu Tumpak Siregar-Irwansyah Damanik, Nuryati damanik-Posman Simarmata, Evra Sassky Damanik-Sugito dan Lindung Gurning-Soleh Saragih. Yang berkesan bagi saya sejak kenal dengan JR, penasaran ingin mengenal lebih jauh dengan beliau. Saya mencari info dan biografinya, yang ternyata memang termasuk “ manusia langka” yang gigih berjuang sejak kecil yang menjadi anak yatim.

Jopinus Ramli Saragih atau dikenal dengan JR Saragih melewatkan masa kecil dengan tidak mudah. Dia dilahirkan pada 10 Nopember 1968.Pada tahun 1969, saat masih belum genap berumur 1 tahun, ayahandanya  meninggal dunia. Usia yang seharusnya dihabiskan dengan merasakan kasih sayang orangtua. Kemudian JR Saragih dititipkan kepada neneknya yaitu (alm) Tapi br.Purba (Ibunda Rasen Saragih) yang tinggal di Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun.  Kasih sayang seorang nenek ia rasakan hingga ia mengenyam pendidikan kelas IV sekolah dasar. Ia pun memutuskan meninggalkan Raya, bertekad melanjutkan sekolah di Kutabaru, Kecamatan Munthe, Kabupaten Tanah Karo. Pendidikan kemudian ia lanjutka di Kutabaru.

Sejak kecil, kerja keras sudah melekat pada dirinya. Tempaan hidup dan kenyataan yang ia hadapi, mengharuskan JR Saragih memenuhi kebutuhan hidup dengan berdikari. Namun ia tidak menyerah. Ia sadar, pendidikan adalah kunci untuk perubahan masa depan. Hal inilah yang kemudian melatarbelakangi  di kemudian hari, untuk berbisnis di bidang pendidikan. Ia yakin, nasib akan diubah oleh diri sendiri, salah satunya dengan mengenyam pendidikan yang baik. Pada usia yang masih belia, JR Saragih secara mandiri mencari biaya pendidikan tanpa kenal menyerah, meski ia saat itu harus bekerja serabutan.  

Menyemir sepatu, menjadi kernet bus Simas dan Sepadan ia jalani dengan keteguhan hati. Dorongan kuat untuk mengubah nasib, menjadikan JR Saragih muda tanpa malu mencari sepeser uang, untuk kehidupan sehari-hari serta biaya pendidikan. –
Sebagaimana ungkapan yang lazim, bahwa ternyata terkadang merebut sesuatu itu lebih gampang dari pada mempertahankannnya. Hal itu mungkin berlaku bagi JR, yang begitu sulitnya untuk mempertahankan jababatan sebagai Bupati Simalungun untuk periode kedua, yang penuh dengan dinamika. Tapi fakta menunjukkan, bahwa JR masih dicintai oleh sebagian besar masyarakat Kabupaten Simalungun  dibanding dengan calon /figur lainnnya, sehingga berhasil menduduki kembali kursi Bupati Simalungun. Setelah terpilih untuk periode kedua, kepada saya--- yang kebetulan menjadi Ketua Panwas lagi--- banyak kritik, pertanyaan bahkan hujatan dan sinisme yang intinya “ kok JR lagi yang (bisa)menang. Secara normatif saya jawab, bahwa yang buat JR jadi Bupati lagi adalah rakyat Simalungun, dan prosesnya sudah berjalan sesuai dengan hukum dan mekanisme perundang-udangan di negeri ini.

Saya tak perlu menceritgakan, bagaimana proses Pilkada yang tempo hari sempat membatalkan pencalonan pasangan JR-Amran ( walau sangat “melelahkan” bagi Panwas dan KPU), tapi saya berani mengtakan bahwa semuanya telah berjalan sesuai dengan aturan. Dan JR itu taat aturan. Yang pasti juga JR itu “unik” dan hebat, ya hebat.Percaya atau tidak mungkin karakter JR terkait dengan astrologi. Konon katanya, Jika Anda merayakan ulang tahun tanggal 10 November, pengaruh bintang Scorpio tak dapat dilepaskan. yakni memberikan pandangan yang benar-benar unik tentang kehidupan. Pengalaman Anda hingga saat ini telah mengajarkan lebih dari sekedar pengalaman balaka. Namun penuh ilmu berisi dan padat. Pelajaran yang mampu Anda integrasikan dalam kehidupan sehari hari. Selain itu, Anda memiliki otak cerdas – suatu kelebihan yang membantu Anda mengatasi berbagai kendala kehidupan.   Ya, JR itu unik, hanya dia satu-satunya di Indonesia ini yang dilantik sendiri jadi kepala daerah hasil Pilkada tahun 2015, tanpa wakil kepala daerah.

Pertanyaan itu masih biasa, soal jawab menjawab itu sudah bagianku. Pertanyaan  yang tak lazim justru datang dari rekanku  Ramlo R Hutabarat,. Walau dia wartawan, tapi pertanyaannnya bukan sebagai wartawan, justru mengarah subyektivitas.Suatu ketika, kaatanya samaku (bahasa Batak) : Ul..!!! untuk menyebut namaku sebagaimana biasanya... selama bupati dan gabe bupati muse JR on adong dong lapatannna tu hita ? ( Selama bupati dan jadi bupati lagi JR ini ada gak manfaatnya sama kita ?). Sampe sekarang pertanyaan itu tidak kujawab, aku hanya senyum-senyum...sambil mengatakan tanya aja Silverius Bangun....haha.  


Lantas, apa sih yang dibuat JR pada periode pertama jadi Bupati Simalungun ? Saya tidak punya kapasitas untuk menilai hal itu. Tapi yang saya lihat, memang ada perubahan, yaitu Simalungun itu memang jadi Simalungun. Setidaknya terlihat dari kemajuan ibukota Simalungun Pematangraya, yang dulu sepi sekarang ini sudah layak sebagai ibukota kabupaten setara dengan daerah lainnnya.Keluhan yang umum di masyarakat Simalungun selama ini memang adalah soal jalan rusak ( sampai-sampai JR itu diplesetkan  orang usil jadi “ Jalan rusak “).Tapi kalau mau jujur, banyak juga yang sudah diperbaiki.

Hanya saja, siapa pun jadi bupati sebenarnya tidak akan mampu membangun jalan-jalan di kabupaten Simalungun yang begitu panjang mengingat terbatasnya anggaran. Dan harus diacungi jempol bahwa selama JR saragih telah terjadi peningkatan yang fantastis APBD Simalungun yang dulu di awal jabatannnya hanya sekitar Rp 1 triliun menjadi sekarang sekitar Rp 2,4 triliun. Jumlah APBD ini sebenarnya tidak adil jika dilihat dari segi luas dan jumlah penduduk. Coba bandingkan misalnya antara Kabupaten Simalungun dengan Kabupaten Pakpak Barat. Simalungun dengan jumlah penduduk 1 juta jiwa lebih APBD hanya Rp 2,4 triliun, sedangkan Pakpak Barat  dengan jumlah penduduk 45 ribu APBD sebesar 456 miliar. Jika uang itu dibagi langsung sama masyarakat, maka di Simalungun hanya memperoleh sekitar Rp 2 juta per jiwa, sedangkan di Pakpak Barat akan memperoleh Rp 10 juta per jiwa. Tapi begitulah struktur APBD ( yang utamanya bersumber dari pusat baik DAU maupun DAK), sepertinya tidak adil.Tentu saja dana sebesar ini juga tidak cukup untuk kebutuhan pembangunan di Kabupaten Simalungun yang merupakan salah satu kabupaten terbesar di Sumatera Utara dengan 31 kecamatan dan 413 desa/kelurahan. 

Agar pembangunan Kabupaten Simalungun lebih pesat lagi tentu butuh perhatian khusus baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi Sumatera Utara. Tentu sangat tidak fair, kalau misalnya kerusakan jalan di Kabupaten Simalungun semata-mata menyalahkan Pemerintah Kabupaten Simalungun, apalagi secara khusus JR. Tapi hal itu selain sudah warisan dari bupati sebelumnya juga adalah karena keterbatasan dana pembangunan. Wadohh, ini jadi ngelantur jadi bahas pembangunan. Sebenarnya saya ingin mengatakan, secara person JR Saragih itu memang adalah type pemimpin yang kharismatis dan perhatian. Bukti jamak kita lihat, sudah begitu banyak masyarakat yang sakit dan miskin dibantunya. Bahkan , banyak putra-putri Kabupaten Simalungun yang disekolahkan JR baik di sekolah formal bahkan banyak yang didorong baik jadi anggota polisi, TNI maupun untuk praja di STPDN. 

Secara khusus juga harus diapresiasi lembaga pendidikan yang didirikan JR melalui EFARINA yang mempersiapkan putra-putri bangsa untuk menjadi kader pimpinan bangsa masa depan. Setahu saya, selama ini ada sejumlah tokoh yang berhasil dari Simalungun baik di tingkat nasional maupun propinsi ( tak usah sebut nama), tapi sangat minim perhatian untuk pembinaan sumber daya manusia di Kabupaten Simalungun.
Jika demikian halnya, maka gerakan “ Semangat Baru “ untuk Simalungun dan Sumatera Utara yang kini digagas dan diobesikan oleh DR JR Saragih SH, MM patut didukung, bukan hanya masyarakat Siantar-Simalungun tapi juga kalangan lebih luas. 

Harus diakui, JR itu punya keistimewaan sebagai seorang pemimpin yang masih relatif muda dan punya kharisma, walau di sisi lain punya kelemahan yang harus diingatkan bersama. Siapa tau, prosesnya juga seperti SISADAPUR, untuk Kabupaten Simalungun, dan lebih luas untuk Sumatera Utara kali ini dari Simalungun, sebab ( daerah dan suku) yang lain  sudah pernah menjadi Gubernur Sumatera Utara.
Selamat Ulang Tahun ke-48 Bapak Dr JR Saragih SH MM. Selamat Hari Pahlawan....Tuhan memberkati...... !!!