Mohon tunggu...
Tutut Setyorinie
Tutut Setyorinie Mohon Tunggu... Mahasiswa

A muslimah. Author. Novel Reader. Painter. Stargazer. And a public accountant in the future. Aamiin! | @tututsety | Another stories https://t.co/JeGtQEOdDe

Selanjutnya

Tutup

Karir Artikel Utama

Wahai Mahasiswa, Seminar Proposal Skripsi Tidak Seseram yang Kamu Bayangkan

17 Juni 2019   08:27 Diperbarui: 17 Juni 2019   10:00 0 40 17 Mohon Tunggu...
Wahai Mahasiswa, Seminar Proposal Skripsi Tidak Seseram yang Kamu Bayangkan
Ilustrasi seminar proposal (Sumber: www.simakin.id)

Skripsi adalah hal wajib bagi kamu yang memutuskan untuk kuliah. Ibarat ketika membeli kacang rebus, kamu akan mendapatkan kacang beserta kulitnya, walau yang kamu makan hanya kacangnya. Hal ini pun berlaku di dunia kuliah, walau yang kamu incar adalah ijazahnya, kamu tetap harus melewati skripsi sebagai bagian untuk meraih kertas sakral itu.

Setiap mahasiswa memiliki jalan skripsinya masing-masing. Ada yang judulnya sulit, metodenya sulit, namun bisa paling cepat selesai. Ada yang topiknya mudah, tapi dosen pembimbingnya susah ditemui. Ada yang dosennya lancar, tapi revisi tiada henti, dan lain-lain. Karena inilah, skripsi sering disebut sebagai momen yang tidak akan terlupakan. Sampai kapanpun hingga tua nanti, skripsi akan selalu mendapat tempat di hati sebagai tanda perjuangan dan manisnya kelulusan.

Nah, salah satu momen sakral dalam skripsi adalah Seminar Proposal Skripsi alias Sempro, di mana mahasiswa mempresentasikan Bab 1-3 di hadapan dosen pembimbing dan penguji. Sebagian mungkin menganggap Sempro adalah hal yang horor nan mistis karena inilah momen pra-sidang dan memberi sedikit gambaran tentang bagaimana sidang akhir nanti.

Untuk itu dibutuhkan persiapan yang matang untuk menghadapi Sempro, agar momen ini terkenang manis saat wisuda nanti.

ilustrasi: www.impactbnd.com
ilustrasi: www.impactbnd.com
Kuasai Isi, Jangan Ada Satu Kalimat dalam Skripsi yang Tidak Kamu Mengerti

Menguasai isi skripsi adalah hal mudah namun konon sulit untuk dilakukan. Sebagai penulis, tentunya kamu sudah tahu benar apa yang ada dalam skripsimu dan bagaimana maksudnya. Meskipun demikian, terkadang tetap ada hal-hal yang tidak bisa kita jangkau.

Dan di sinilah kamu harus belajar untuk mengerti kata demi kata. Ibarat menulis surat, jangan sampai ada kata-kata yang kamu pun bingung artinya apa. Jika kamu bingung, bagaimana pembacamu nanti?

Loh, tapi ini kan nulis skripsi, bukan nulis surat. Jangan disamain dong!

Skripsi dan surat sesungguhnya hanya berbeda cerita dan jumlah lembar. Jika dalam surat kita biasa menceritakan pengalaman pribadi dengan panjang kurang dari dua lembar. 

Dalam skripsi, kamu harus menceritakan tentang analisis dari penelitian yang kamu jalankan. Dengan demikian panjangnya pun akan lebih dari dua, bahkan bisa sampai bepuluh hingga beratus lembar.

Dosen pembimbing saya pernah berkata, jangan sampai kamu menuliskan kalimat yang nggak kamu mengerti, karena itu akan jadi boomerang buat kamu. Saya membenarkan hal itu. Mungkin memang kita menuliskan suatu teori yang terbilang agak "sulit", agar terlihat lebih keren atau lebih mendukung hasil.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4