Tutut Setyorinie
Tutut Setyorinie Mahasiswa

A muslimah. Author. Novel Reader. Painter. Stargazer. And a public accountant in the future. Aamiin! | 🥀 @tututsety | ✉️ tututsetyorinie@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Ceritaramlan Artikel Utama

Jelang Salam Tempel Lebaran, Saatnya Buat Amplop Sendiri!

13 Juni 2018   13:45 Diperbarui: 14 Juni 2018   04:21 1967 10 7
Jelang Salam Tempel Lebaran, Saatnya Buat Amplop Sendiri!
Amplop khas lebaran. Ilustrasi: dokpri.

Tidak terasa bulan Ramadhan sudah memasuki saat-saat terakhirnya. Tinggal satu atau dua hari lagi hari raya Idul Fitri akan tiba. Beberapa aktivitas mulai beralih, dari yang sibuk membuat takjil kini sibuk membuat kue khas lebaran. Dari yang sibuk mengatur jadwal buka bersama, kini sibuk mengatur jadwal keberangkatan ke kampung halaman. Semua aktivitas tersebut sudah menjadi tradisi khusus saat lebaran tiba.

Satu lagi tradisi yang tak mungkin dilewatkan adalah salam tempel. Istilah salam tempel merujuk pada pembagian amplop berisi uang yang biasa ditujukan kepada anak-anak. Dinamakan salam tempel, disebabkan tidak ada pemberitahuan apa-apa sebelumnya, lalu saat bersalaman tangan yang semula kosong tiba-tiba sudah berisi amplop plus uangnya. Ghaib bin ajaibbbb!

Tradisi salam tempel ini sudah menjadi darah daging di masyarakat Indonesia, hingga lumrah rasanya jika menyebut tidak ada lebaran tanpa salam tempel. 

Untuk melakukan tradisi salam tempel ini, salah satu hal yang sangat diperlukan adalah amplop. Nah supaya uangmu tidak terbuang untuk membeli amplop-amplop khas lebaran, yuk buat sendiri di rumah!

Bahan-bahan yang perlu disiapkan adalah kertas, gunting, doubletip, dan spidol. 

Bahan-bahan. Dokpri.
Bahan-bahan. Dokpri.
Saya memakai kertas bekas coret-coretan bermotif polos supaya lebih terlihat bagus ketika dihias nanti. Tapi kamu juga bisa menggunakan kertas dari buku tulis yang bergaris ataupun kertas koran. Yang terpenting adalah manfaatkan yang ada di sekitarmu ya!

Langkah pertama adalah lipat kertas menjadi tiga bagian seperti halnya amplop. Lalu, potong bagian atas menyerupai bentuk segitiga. 

Lipat menjadi tiga bagian. Dokpri.
Lipat menjadi tiga bagian. Dokpri.
Setelah itu, beri doubletip di pinggir amplop sehingga kedua sisi menyatu. Ya, cukup jodoh saja yang belum menyatu, kalau amplop harus menyatu ya! hehe

Jika tidak ada doubletip, kamu juga bisa menggunakan lem kertas, lem fox, lem korea, atau lem lainnya. Yang terpenting adalah lengket dan bisa untuk menempelkan.

Beri doubletip. Dokpri.
Beri doubletip. Dokpri.
Ketika semua sisi sudah menyatu hingga menyerupai bentuk amplop, langkah selanjutnya adalah menghias!

Dihias. Dokpri.
Dihias. Dokpri.
Inilah yang membedakan amplop buatan sendiri dengan amplop yang dijual di pasar. Di amplop buatan sendiri, kamu bebas mengkreasikan gambar apa saja dengan warna apa saja. Eits, kamu juga bisa menambahkan pesan singkat lho untuk si penerima. Ini yang membuat amplop darimu terasa lebih berkesan dan ...istimewaaa.

Belakang amplop. Dokpri.
Belakang amplop. Dokpri.
Di bagian belakang amplop juga bisa kamu tambahkan dengan berbagai hiasan dan tulisan. Dengan begitu amplop buatanmu tampak semakin ketje dan artsy, bukan?

Sudah jadiiii. Dokpri,
Sudah jadiiii. Dokpri,
Tradisi salam tempel ini bukanlah tentang seberapa besar uang yang kamu berikan, namun tentang seberapa ikhlas dan seberapa dalam kamu memaknai arti berbagi kepada sesama. 

Selamat hari raya Idul Fitri, Kompasianer. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita dapat bertemu lagi dengan Ramadhan tahun depan.

Aamiin ya robbal alamiin

--

Tutut Setyorinie, 13 Juni 2018