Mohon tunggu...
Tumenggung Purbenogo
Tumenggung Purbenogo Mohon Tunggu... Pembelajar

Pengamat dan Suka Menulis

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Anies di Kemeriahan Festival Muharram

9 September 2019   19:18 Diperbarui: 9 September 2019   19:40 0 0 0 Mohon Tunggu...

oleh Tumenggung Purbonagoro


Acara malam Tahun Baru Hijriah, 1 Muharram 1441 H semalam luar biasa sukses. Ini untuk pertama kalinya, penyelenggaraan malam Muharam semeriah ini di Ibukota. Gubernur Anies Baswedan hadir, panggung dihiasi oleh dai Keren- keren dan hiburan artis Ibukota.

Ribuan massa  tumplek-blek di sepanjang jalan Thamrin-Sudirman. Seorang teman mengatakan, yang hadir bahkan lebih meriah daripada acara pergantian Tahun Baru Masehi di penghubung 2018 lalu. Saya sempat jalan ke arah utara melewati Sarinah dan Hotel Sari Pan Pacifik -sejarak 1,5 km- masih banyak massa dan pedagang kakilima di sana.

Sebagai kepala daerah, Anies memang punya kewajiban untuk mendukung segala kegiatan warganya yang positif, dari agama  apapun, dari latar belakang apapun.

Yang di satu sisi tak perlu  ge-er, menganggap itu sebagai sinyal kebangkitan. Yang di sisi lainnya tak perlu sensi, melihat itu mengarah ke khilafah yang akan mengancam NKRI.

Hari Selasa, 5 Februari 2019 lalu, Anies Baswedan juga menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek 2570 di Vihara Dharma Bakti Jakarta, Petak Sembilan, Jakarta Barat. Anies bahkan mengajak kedua anaknya Mikail dan Ismail. Acara sangat meriah, super meriah. Anies tak sekedar mengucapkan Gong Xi Fa Cai, tapi bahkan hadir ke Vihara  turut serta dalam perayaan tersebut.

Di kesempatan lain, Anies juga hadir di acara perayaan Tahun Baru Saka 1941, tahun barunya ummat Hindu. Acaranya di Taman Mini, 24 Maret 2019 lalu. Mei tahun sebelumnya (2018), Anies bahkan hadiri acara Melasti di Pura Segara Kemayu, di Cilincing, Jakarta Utara. Ia hadir tidak sendirian, ia datang bersama istrinya Fery Farhati. Anies mengenakan uket (ikat kepala khas Bali).

Jadi, Ini bukan soal banyak-sedikit, atau minoritas-mayoritas. Ini soal kewajiban pemimpin pemerintahan menyapa semua warga, tanpa kecuali. Itulah kewajiban Anies sebagai Gubernur Jakarta!

Jika acara semalam berlangsung meriah, itu karena: 1). Persiapan panitia bagus, sosialisasi dilakukan secara meluas dan jauh-jauh hari sebelumnya, 2). Konsep acara terbuka dan menghibur, 3). Acara pertama kali diselenggarakan di Bundaran HI, yang seakan mewakili kerinduan lama kebanyakan ummat Islam.

Di luar itu, acara festival adalah biasa-biasa aja, layaknya festival-festival lainnya. Saya yakin, sebagian besar yang hadir juga orang-orang yang hadir di acara festival perayaan tahun baru Masehi, hadir di festival tahun baru Imlek, dan hadir di upacara Melasti pada tahun baru Saka.

Ya, seperti saya ini-lah, penyuka segala kerumunan, suka hadir di segala keramaian. Bila Gubernurnya menjalankan kewajibannya dengan benar, warga pasti akan bahagia hadiri segala festival.