Mohon tunggu...
Tuhombowo Wau
Tuhombowo Wau Mohon Tunggu... Manusia Biasa

tuho.sakti@yahoo.co.uk

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Menanti Aksi Ilmuwan Indonesia terhadap Ancaman Virus Corona

26 Januari 2020   20:31 Diperbarui: 26 Januari 2020   22:37 300 5 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menanti Aksi Ilmuwan Indonesia terhadap Ancaman Virus Corona
Virus Corona | Gambar: KOMPAS.com/bbc.co.uk

Melansir Kompas.com, Minggu, 26 Januari 2020, dikabarkan bahwa virus mematikan dan menular, Corona (jenis Novel Coronavirus atau 2019-nCoV) telah merebak ke 13 negara di dunia. Antara lain, di Kanada, China, Jepang, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, Vietnam, Nepal, Perancis, dan Australia.

Sejauh ini, di antara sekian negara, baru China yang melaporkan adanya korban meninggal dunia, yakni sekitar 56 orang. Sementara laporan lainnya adalah sebanyak 49 orang berhasil sembuh, dan 2.684 orang masih dirawat intensif di berbagai rumah sakit. Kota Wuhan sendiri yang menjadi lokasi awal temuan virus sudah diisolir dan jutaan warga dievakuasi.

Menyikapi penyebaran wabah virus, sebagian negara meminta warganya untuk tidak bepergian ke China, khususnya ke Kota Wuhan. Tidak hanya itu, warga yang datang dari China (entah warga negara yang bersangkutan maupun wisatawan asing) diperiksa intensif di setiap pintu masuk kedatangan, terutama di bandara. Jika seseorang diduga berpotensi mengidap virus maka langsung dibawa ke rumah sakit rujukan untuk diberi penanganan.

Tentu di balik kecemasan dunia, untuk sementara waktu Indonesia patut bersyukur karena belum ada temuan kasus atas ancaman virus Corona. Bahwa sempat beberapa pasien di rumah sakit dicurigai mengidap, nyatanya dibantah bahwa tidak demikian. Melalui Kementerian Kesehatan, pihak pemerintah Indonesia mengajak masyarakat untuk tidak khawatir. 

Lalu apakah sesantai itu Indonesia menyikapi wabah virus Corona? Bagaimana dengan kabar buruk, negara-negara tetangga terdekat (Malaysia, Singapura, dan Australia) yang positif terpapar? Bukankah berarti Indonesia tetap saja mesti waspada? Seoptimis apa Indonesia tidak mungkin jadi negara terpapar berikutnya?

Bagaimana dengan penyebaran wabah oleh orang-orang yang datang ke Indonesia lewat pintu masuk laut (pelabuhan) dan terminal (darat)? Bagaimana pula dengan penegasan medis bahwa virus Corona berasal dari hewan yang pada dasarnya dikonsumsi sebagian warga dan daerah, yaitu kelelawar dan ular?

Memperketat pemeriksaan di pintu kedatangan serta meminta masyarakat untuk tidak cemas belumlah jadi solusi. Pemerintah Indonesia wajib melakukan tindakan lebih agar kekhawatiran masyarakat tidak terbukti. Sebisa mungkin Indonesia diproteksi supaya tidak menyusul negara-negara lain sebagai tempat perebakan virus Corona.

Menurut penulis, pemerintah Indonesia tidak boleh sebatas memberi imbauan kepada masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS), atau ketika diketahui ada pasien terpapar cuma diisolasi (syukur-syukur diupayakan sembuh) dan bila meninggal dunia segera dikebumikan. Tindakan pemerintah harus lebih dari itu.

Wabah virus Corona sudah menjadi masalah global, ancaman seluruh negara. Tak terkecuali Indonesia. Setiap negara mesti waspada dan mencari penanganan (pencegahan virus dan pengobatan pasien). Kewajiban menghalau wabah pun bukan hanya tugas China. Untuk diketahui, dalam menangani wabah, China telah mengalokasikan dana sebanyak 1 miliar Yuan (setara 145 juta dolar AS atau Rp 1,973 triliun).

Maukah Indonesia berkontribusi melawan virus Corona meskipun belum jadi negara terpapar? Apakah pemerintah Indonesia sudah menyiapkan langkah antisipasi semisal pengadaan dana dan pemberian ultimatum untuk penyelenggaraan riset ilmiah oleh para ilmuwan?

Kapankah pemerintah Indonesia di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan mengadakan riset medis serupa yang kini dilakukan China, Australia dan Amerika Serikat?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x