Mohon tunggu...
Topik Irawan
Topik Irawan Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Full Time Blogger

Full Time Blogger

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Ahmad Taufik dan Boneka Si Odik

7 September 2021   15:22 Diperbarui: 7 September 2021   15:30 102 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ahmad Taufik dan Boneka Si Odik
Berdakwah ditemani boneka bernama Si Odik(dokpri)

Awal tahun 2001, media memberitakan tentang penemuan granat jenis nanas dan manggis oleh seorang penggembala kambing di jalur kereta Lemah Abang.Kontan Ahmad Taufik yang menemukan granat tersebut mendadak viral, sempat bertemu Presiden RI yang kala itu dijabat Abdurahman Wahid atau Gusdur, bahkan presiden keempat RI memberikan penghargaan untuknya.

Dua dekade berlalu, bocah angon yang kala itu berumur 15 tahun dan masih berada di bangku SMP, kini menjelma menjadi pria dewasa. Saat ini Ahmad Taufik menekuni jalan dakwah, yang unik yaitu penampilannya adalah saat dipanggung ditemani boneka bernama Si Odik. Berawal dari keinginan Taufik yang melihat gurunya berdakwah dengan mempergunakan boneka, lantas ia pun megcopy paste kemampuan sang guru memainkan boneka saat berdakwah.

Menurut Ahmad Taufik, bulan Ramadhan beberapa waktu lalu ia memulai dakwahnya dengan menyertakan boneka, awalnya terasa canggung, apalagi harus menyelaraskan gerakan boneka ditangan dengan gerak mulut saat mendongeng.Perlahan namun pasti si bocah angon yang menemukan granat itu semakin mahir memainkan boneka.

Dalam berdakwah melalui medium boneka, Taufik menyasar usia anak anak PAUD hingga Sekolah Dasar, ia tetap optimis bahwa tradisi mendongeng akan tetap lestari meski saat ini anak anak lebih tertarik memainkan gadget dibanding bermain dengan permainan tradisional.

Saat mengisi acara dalam event Gema Muharram di masjid Al Muhajirin Blok E Perum Sukaraya Indah, boneka si Odik mampu membuat audiens yang terdiri dari bapak bapak dan juga ibu ibu majelis taklim menikmati dakwah dengan cara unik itu. Selain itu Taufik pun memasukan unsur humor dan juga nasehat keagamaan ketika berada di panggung.

Harapan Ahmad Taufik adalah generasi anak milenial teredukasi dengan apa yang ia sampaikan bersama si Odik boneka yang menyertainya. Idealnya bagi seorang pendongeng, paling tidak mempunyai lima boneka untuk menghibur audiens, dengan karakter boneka yang berbeda jalan cerita yang dituturkan akan lebih seru dan mengena.

Ahmad Taufik mengakui bahwa menggunakan medium boneka saat ini bukanlah kali pertama ia mencoba, di waktu lalu ia bahkan harus rela mencoreng wajahnya dengan cat warna warni menyerupai karakter super hero hingga tokoh punakawan  nan populer dalam tradisi wayang golek  Sunda yang bernama Astrajingga alias Si Cepot. Terus mencoba dan ia merasa nyaman ketika melakukan aksi panggung bersama boneka.

Kini Si Odik menemani Ahmad Taufik menjajal dari panggung ke panggung, pria kelahiran 12 Desember 1986 ini terus mengasah kemampuan. Si Odik dan Ahmad Taufik memang bukan orang pertama yang mengkolaborasikan penampilan orang dan berduet di panggung. Ria Enes dan Susan atau Kak Seto serta Si Komo adalah contoh sukses duet boneka dan orang di panggung hiburan tanah air.

Tak dinyana penulis bertemu dengan seseorang yang pernah viral dimasanya, seorang remaja penggembala sapi yang menemukan granat dan ia pun menyelamatkan nyawa penumpang kereta api. Andai saja Ahmad Taufik tidak menemukan granat tersebut, tentu jalan nasib penumpang kereta api saat itu pasti berubah.

Semoga jalan dakwah lelaki yang pernah bersekolah di sebuah SMK di Karawang ini makin moncer bersama Si Odik tetap semangat untuk Ahmad Taufik. Ternyata dengan boneka pun kreatifitas terus berjalan. Jalan hidup seseorang memang sebuah misteri yang telah diatur oleh Sang Illahi.

Mohon tunggu...
Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan