Mohon tunggu...
Topik Irawan
Topik Irawan Mohon Tunggu... Blogger Vlogger Buzzer Aktifis Buruh

Blogger,Vlogger, Buzzer,Aktifis Buruh

Selanjutnya

Tutup

Kotak Suara Pilihan

Obon Tabroni Melawan Penggembosan Suara di Pemilihan Legislatif Dapil VII Jabar

23 April 2019   22:15 Diperbarui: 23 April 2019   22:32 0 1 0 Mohon Tunggu...
Obon Tabroni Melawan Penggembosan Suara di Pemilihan Legislatif Dapil VII Jabar
Obon Tabroni dan isteri serta team relawan rehat sejenak dalam misi berburu c1(dok:Fb Obon Tabroni)

Garis nasib memang tidak ada yang tahu, dahulu seorang buruh pabrik yang harus mengejar ngejar mobil jemputan agar bisa tiba di tempat kerjaan dengan tepat waktu, seiring berjalannya waktu dan usaha menempa diri sebagai aktifis buruh, perlahan kemudian namanya muncul sebagai tokoh ikonik kaum buruh untuk wilayah Bekasi dan sekitarnya. 

Pria yang di besarkan di kecamatan Pebayuran dan memiliki logat kental Betawi pinggiran, lahir pada tanggal 27 Oktober 1972. Tak dinyana seorang buruh yang dulunya bekerja di PT Panasonic ini mampu membuktikan bahwa mimpi itu memang harus di perjuangan, dan ia pun mengepakan perjuangan dari buruh pabrik go politik.

Di tahun 2017 saat pilkada kabupaten Bekasi, Obon Tabroni dari jalur independen perpasangan dengan Bambang Sumaryono maju sebagai kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati Bekasi, meski saat itu di kalahkan bupati Petahana namun untuk urusan pengumpulan suara, pasangan berjuluk "Obama" ini mampu mengumpulkan suara sebanyak 207.940 suara atau 17,57 %. Sebuah modal awal yang signifikan bagi calon independen. Dan di tahun 2019 ini, Obon Tabroni menjadi calon legislatif DPR RI dari partai Gerindra.

Berada di Dapil VII Jawa Barat yang meliputi Kabupaten Bekasi, Karawang dan Purwakarta, dengan jumlah DPT sebanyak 4,41 juta suara dan yang berhak lolos dari dapil ini adalah 10 orang, tentu bukan pekerjaan mudah bagi seorang pendatang baru seperti Obon Tabroni berjibaku di dapil VII yang juga di isi tokoh tokoh beken seperti Rieke Diah Pitaloka, Dedi Mulyadi, Daeng Muhammad, Putih Sari, Daniel Lumban Tobing atau Wardatul Asriah yang nama nama tersebut merupakan petahana.

Pasca pileg tanggal 17 April lalu, ada kejanggalan di TPS 11 Desa Waluya, suara yang di dapat Obn Tabroni di TPS tersebut adalah 22 suara, namun anehnya suara yang terlihat sepele dan kecil itu mendadak raib, seperti yang di beritakan Radar BekasiID, Obon Tabroni mengharapkan agar di lakukan penghitungan ulang se desa Waluya di kecamatan Cikarang Utara, menurut Obon Tabroni bukan suara yang berjumlah 22 itu, memang kecil dan tak akan berpengaruh terhadap jumlah suara yang lebih dari 60 ribu tapi ini soal pemilu yang bersih dan jujur.

Dengan team relawan Obon Tabroni yang pernah mengalami ngaprak kabupaten Bekasi semasa pemilihan Bupati, kesolidan mereka tak di ragukan lagi, dengan bukti bukti yang lengkap segala kecurangan akan di bongkar tanpa ampun. Keseriusan Obon Tabroni untuk mencegah kehilangan suara  yaitu memperkuat team pada data, media, relawan dan jaringan, selain itu pusat tabulasi data sudah di siapkan.

Memastikan sebelum pleno kecamatan, team sudah punya data berapa perolehan suara , bukan hanya suara sendiri namun berapa data suara kompetitor. Dengan jumlah TPS di kabupaten Bekasi sebanyak 7.759, kabupaten Karawang 6.344 dan Purwakarta sebanyak 2.635 dan total keseluruhan TPS adalah 16.738. 

Data data yang masuk akan di sandingkan dengan data resmi KPU dan apabila tidak ada kecocokan maka Obon Tabroni akan terus mengejar. Hitung hitungannya adalah bila 1 TPS butuh input data satu menit 16.738 menit atau 279 jam di bagi 100 team data, hanya butuh 2,79 jam perorang untuk menyelesaikannya.

Begitulah cara calon Legislatif dari partai Gerindra dengan nomor urut 2 untuk menyelematkan suara yang di dapat agar amanah rakyat dalm pemilihan legislatif tidak tergembosi atau malah menghilang begitu saja, selamat berjuang Bang Obon Tabroni semoga cita cita menuju Senayan dan menjadi ketua komisi IX DPR RI dapat terwujud dalam waktu yang tidak lama lagi.