Mohon tunggu...
Supartono JW
Supartono JW Mohon Tunggu... Konsultan - Pengamat dan Praktisi

Mengalirdiakunketiga05092020

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Lawan Tak Istimewa, Timnas Hanya Menang Tipis?

8 Oktober 2021   21:45 Diperbarui: 8 Oktober 2021   21:57 114 1 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Kendati berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Chinese Taipei (CT) dalam leg pertama play-off Kualifikasi Piala Asia 2023 yang digelar di Buriram Stadium, Thailand, Kamis (7/10/2021), permainan Evan Dimas dan kawan-kawan masih belum menjanjikan.

Sejatinya, secara statistik permainan, di segala lini, pasukan Garuda unggul dari CT. Namun sayang, apa yang diperagakan tim asuhan Shin Tae-yong (STy) seperti sedang melakukan pertandingan uji coba. Terlalu banyak mempermainkan bola, terlalu banyak kotak-katik bola. Meski terus mengurung lawan, tetapi penyelesaian akhir buruk.

Secara statistik tercatat bahwa timnas Indonesia menorehkan penguasaan bola hingga lebih dari 75 persen. Indonesia juga melepaskan sembilan tembakan yang tiga di antaranya mengarah ke gawang. Menyoal akurasi umpan sangat unggul hingga  lebih dari 80 persen.

Sayang, unggul segalanya, Indonesia hanya mampu menang tipis dan gagal pula mencatatkan clean sheet dalam pertandingan ini.

Hal ini pun diakui STy kepada awak media, bahwa ada dua hal yang menjadi perhatiannya setelah Indonesia hanya mampu menang tipis 2-1 atas lawan yang ternyata tak istimewa. STy menyebut pasukan Garuda kurang dalam finising dan antisipasi bola mati, karena lawan memiliki postur yang lebih tinggi di banding pemain-pemain Indonesia.

Malu, sekelas Indonesia, play-off

Melihat penampilan timnas yang demikian, terlebih menghadapi lawan yang juga tak istimewa, STy dan pasukannya harus ingat bahwa laga itu hanya baru tahap play-off. Masih panjang jalan timnas Indonesia bila ingin masuk putaran final Piala Asia 2023.

Namun, tatkala menyaksikan laga, sungguh menyedihkan  bila laga itu adalah laga play-off demi ikut babak kualifikasi Piala Asia. Tim sekelas Indonesia, harus menjadi juru kunci dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2022, hingga akhirnya harus menjadi pesakitan di ajang Piala Asia, ditinggal oleh negara Asia Tenggara lainnya seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Laos dll. Bahkan Vietnam saja sampai ke babak ketiga kualifikasi Piala Dunia.

Siapa yang harus menanggung malu atas keterpurukan timnas ini? Apakah rakyat dan publik pecinta sepak bola Indonesia? Atau Pengurus PSSI dan para voters yang terus menjajah sepak bola Indonesia? Indonesia harus play-off demi ikut kualifikasi Piala Asia, lho? Malu mereka? Mungkin tidak. Mungkin biasa saja.

Sudah begitu, dalam laga melawan CT di leg 1, dan CT tak istimewa, STy juga menurunkan formasi tim yang juga masih coba-coba. Sudah begitu, dalam dua babak, di depan matanya, STy hanya membiarkan Evan Dimas dkk, gocek bola ke sana ke mari seolah bermain bola tanpa tujuan mencetak gol. Bahkan buntu  seperti tak punya taktik dan intrik membongkar pertahanan CT yang bermain parkir bus.

Apakah di laga leg 2 pasukan Garuda akan bermain dengan pola dan gaya yang sama? Apakah formasi pemain juga akan masih coba-coba, sebab dari 29 pemain yang diboyong ke Thailand, tercatat baru 16 pemain yang dipercaya merumput. 11 pemain menjadi starter dan 5 pemain masuk sebagai pengganti. Artinya, masih ada 13 pemain yang menjadi turis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan