Mohon tunggu...
TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI Mohon Tunggu... Konsultan - Kompasianer of the Year 2014

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Penghargaan Bagi yang Kinerja Terburuk

5 November 2022   09:02 Diperbarui: 5 November 2022   10:13 191
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Supplied Qantas/abc.net.au

Diberikan Oleh Lembaga Perlindungan Konsumen

Ada teguran yang menunjukkan kemarahan ,tapi ada juga teguran yang disampaikan, agar yang melakukan kesalahan sadar diri dan memperbaiki,serta tidak mengulangi lagi melakukan kesalahan yang sama. 

Cara penyampaian  yang kasar adalah makian yang tidak layak dituliskan disini. Tapi cara yang santun menyampaikan kritikan membangun adalah dengan: "Satire", yakni sindiran dengan cara halus dengan berbagai cara dan gaya.

Salah satu cara unik adalah dengan memberikan penghargaan terhadap kinerja yang selama ini dinilai sangat mengecewakan. Dan salah satu yang mendapatkan "Penghargaan " ini  justru adalah Maskapai terbesar di Australia,yakni "Qantas airline "

'Shonky Awards' diberikan sebagai bentuk kritikan dan masukan, dan 'shonky' dalam bahasa Inggris artinya adalah tidak jujur atau tidak bisa dipercaya.,yang diprakasai oleh Lembaga Perlindungan Konsumen.

"Qantas might call itself the Spirit of Australia, but we think Spirit of Disappointment is more appropriate. It is well and truly deserving of receiving a Shonky Award this year,” Mr Kirkland said. (Sumber)

Tentu saja hal ini , merupakan tamparan bagi maskapai penerbangan terbesar di Australia tersebut,  setelah dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah pelanggan menulis pengalaman mereka di jejaring sosial mengenai buruknya layanan, seperti penundaan penerbangan, bagasi yang hilang dan penumpang yang terpaksa harus nginap di Bandara. Padahal harga tiket termasuk paling mahal dibandingkan maskapai penerbangan lainnya.

Disamping Qantas,masih ada beberapa perusahaan lainnya,yang juga mendapatkan "penghargaan" ,karena dinilai kinerja yang buruk dan berdampak merugikan konsumen,baik secara materi,maupun non materi. Apakah Lembaga Konsumen di Indonesia berani melangkah sejauh ini ?

Tjiptadinata Effendi

Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun