Mohon tunggu...
TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI Mohon Tunggu... Konsultan - Kompasianer of the Year 2014

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Rendah Hati adalah Jalan Keselamatan bagi Kita

1 Juni 2022   21:20 Diperbarui: 1 Juni 2022   21:25 161 27 11
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
ket.foto: mengajak cucu berkujung ke panti asuhan anak yatim piatu/dokumentasi pribadi

Kesombongan Hanya Mempertinggi Tempat Kita Jatuh

Entah sudah berapa banyak  contoh hidup yang kita saksikan terjadi dihadapan kita,bahwa kesombongan hanya akan mempertinggi tempat kita jatuh. Tetapi sayang sekali, amat sedikit orang yang mau menyisihkan waktunya untuk belajar tentang Ilmu Kehidupan.Bila berhasil mencapai suatu target tentu saja adalah hal yang sangat manusiawi orang merasa senang dan bangga. Tetapi bila pencapaian,menyebabkan orang menjadi mabuk dan berubah menjadi kesombongan,maka secara tanpa sadar sesungguhnya telah mempertinggi tempat jatuhnya. 

Ada peribahasa yang mungkin sudah dianggap kuno,tetapi sesungguhnya masih tetap relevan untuk dijadikan pedoman dalam menjalani hidup ,yakni :"Diatas langit masih ada langit"   Yang dapat dimaknai,bahwa bila merasa diri pintar,percayalah ada jutaan orang yang lebih pintar dibandingkan diri kita . Bila merasa diri kita sudah kaya,yakinilah bahwa apa yang kita bangga banggakan ,boleh jadi bagi orang lain,hanyalah uang recehan

Untuk menjadi pengingat bagi diri sendiri,maka alangkah eloknya setiap kali ada waktu,kita melakukan introspeksi diri ,agar jangan sampai kita lupa diri,bila sudah mencapai sebuah kesuksesan dalam perjalanan hidup ini.  Bila kita menjadikan kerendahan hati dalam menjalani hidup,maka seandainya suatu waktu kita jatuh,tidak akan ada yang menertawakan diri kita . Tetapi bila kita menempatkan diri ditempat yang tinggi,maka seandainya suatu waktu ,kita mengalami musibah ,maka orang akan mengatakan :"Makanya jadi orang jangan sombong"

Mendidik Anak Anak Sedini Mungkin

Salah satu cara terbaik untuk mendidik anak anak ,agar tidak terjerumus dalam keangkuhan diri,adalah sesekali mengajak mereka untuk berkunjung  ke rumah Panti Asuhan  ataupun mengajak anak anak kita ikut dalam memberikan bantuan kepada orang  orang yang masih hidup dibawah kolong jembatan. Karena bagi anak anak,apa yang mereka lihat,dengar dan rasakan secara langsung,akan menjadi pelajaran paling berharga ,dibandingkan dengan mengajarkan anak anak lewat kotbah panjang lebar. Bagi anak anak,apa yang mereka lihat ,dengarkan dan rasakan akan terekam dalam memori mereka dan tidak akan pernah mereka lupakan

Hal inilah yang sejak dari awal berumah tangga ,kami terapkan pada anak cucu . Kami bersyukur pelajaran hidup yang terekam dalam memori mereka,sewaktu kami ajak ke Panti asuhan ,menjadikan mereka tetap humble ,hingga dewasa dan berkeluarga .Setiap kali ada kesempatan bertemu,selalu saya ulangi menceritakan,bagaimana kami berdua hidup merangkak dari nol besar dan tinggal didaerah kumuh dan setelah puluhan tahun kerja keras,baru dapat menikmati hidup layak .

Kehidupan yang kita jalani adalah merupakan University of Life atau Universitas Kehidupan ,dimana kita bisa mendapatkan pelajaran berharga A to Z tentang kehidupan

Tjiptadinata Effendi

Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan