Mohon tunggu...
TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI Mohon Tunggu... Konsultan - Kompasianer of the Year 2014

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Penyakit GVHD yang Menyebabkan Penderitaan Luar Biasa

21 November 2021   05:10 Diperbarui: 21 November 2021   05:29 496 48 21
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Gambar David terbaring di Rumah Sakit / abc.net.au

Saat Minum Penderita Merasa Lidahnya Disayat Dengan Silet

Sejak Covid 19 menjajah semesta, semua orang terpaku akan penyakit maut yang namanya cantik yakni Corona. Seakan Corona adalah satu satunya penyakit yang harus dicegah agar jangan sampai merenggut orang yang dikasihi dari samping kita. Padahal sesugguhnya ada banyak lagi penyakit lainnya,yang tidak kurang mengerikan. Salah satunya adalah penyakit GVHD  yang menyebabkan orang yang menderitanya, ingin kematian cepat datang menjemput,ketimbang merasakan sensasi yang tak terperikan. Seperti dilangsir oleh abc.net.au .

GVHD 

Dikenal sebagai GVHD - penyakit graft-versus-host - kondisi ini mempengaruhi sekitar 70 persen penerima transplantasi dalam beberapa bulan pertama pasca perawatan.

Seorang Pria berusia bernama  David White ,berusia 52 tahun, merupakan salah seorang dari sekian ribu orang Australia yang terserang penyakit Leukumia akut dan dirawat di Royal Brisbane Hospital ,setelah menerima transplantasi sumsum tulang belakang. Ternyata terlepas dari maut,tapi harus mampu bertahan menghadapi reaksi dari pencangkokan ini yang membuatnya sangat menderita . 

David sebelum sakit / foto abc.net.au
David sebelum sakit / foto abc.net.au
Pematung berusia 52 tahun dari Nanango sedang dirawat karena leukemia myeloid akut (AML), suatu bentuk kanker tulang.Berbaring di tempat tidurnya di Rumah Sakit Royal Brisbane di tengah malam, menangis karena rasa gatal yang hebat.Merasa bahwa seakan sejuta nyamuk mengerogoti wajahnya dan ingin sekali menggaruk seluruh wajahnya. Dan yang lebih parah lagi saat minum air ia merasakan seakan akan lidahnya tersayat dengan pisau silet dan esok harinya,dari mulutnya keluar darah. Membacanya saja membuat kita merinding

Membaca kisah ini saya jadi ingat ,salah satu anak kerabat  saya ,bercerita bahwa ia merasa diseluruh tubuhnya dipenuhi dengan ulat yang mengeranjangi seluruh organ tubuhnya.Pada waktu itu saya berpikir,kemungkinan ia mengalami semacam halusinasi . Karena apa yang diceritakannya ,sungguh tidak masuk akal . Setelah membaca berita ini,baru saya paham bahwa sensasi itu adalah salah satu efek samping berbahaya yang dapat terjadi setelah transplantasi sumsum tulang dan disebabkan oleh beberapa sel donor yang menyerang jaringan sehatnya.

Penyakit yang dikenal sebagai GVHD - penyakit graft-versus-host - kondisi ini mempengaruhi sekitar 70 persen penerima transplantasi dalam beberapa bulan pertama pasca perawatan.

Dr.Siok.Tey / abc.net.au
Dr.Siok.Tey / abc.net.au
Dokter dan peneliti di QIMR Berghofer Medical Research Institute dan Royal Brisbane and Women's Hospital mengatakan transplantasi sumsum tulang adalah kunci utama dalam pengobatan kanker darah.

Yang mengatakan bahwa Setiap tahun, sekitar 18.000 orang Australia didiagnosis menderita kanker darah.Dansekitar 700 menerima transplantasi sumsum tulang dari donor yang sehat untuk pengobatan Tetapi ternyata masih ada  pasien yang kambuh leukemia mereka meskipun transplantasi Bahkan ada yang mengalami komplikasi signifikan yang dapat mempersingkat hidup mereka atau berdampak besar pada kualitas hidup mereka.Dr Tey baru-baru ini menerima salah satu dari dua Penghargaan Metcalf yang diberikan setiap tahun oleh National Stem Cell Foundation of Australia.

Wanita yang berprofesi sebagai dokter specialist ini  mengatakan bahwa dirinya akan menggunakan uang senilai 55 dolar  itu untuk melanjutkan penelitiannya tentang mengapa sel darah baru kadang-kadang mulai menyerang jaringan sehat penerima setelah transfusi sumsum tulang.

"Every year, around 18,000 Australians are diagnosed with blood cancers .Around 700 receive a bone marrow transplant from a healthy donor for treatment, and around two-thirds will do well..But we still have patients who have a relapse of their leukaemia despite the transplant, and others who experience significant complications that can either shorten their lives or have a major impact on their quality of life.That really serves as a motivation for me to find better treatments for these patients."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kesehatan Selengkapnya
Lihat Kesehatan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan