Mohon tunggu...
TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI Mohon Tunggu... Konsultan - Kompasianer of the Year 2014

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Mengapa Saya Selalu Nyetir Sendiri?

11 November 2021   17:17 Diperbarui: 11 November 2021   19:10 144 17 7
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Supir Yang Paling Dipercayai Adalah Diri Sendiri

Sejak dulu teman teman bisnis saya sering menyindir ,karena selalu mengemudikan kendaraan sendiri. Sedangkan mereka  rata rata ada Sopir pribadi. Rasanya "Wah" bila ada meeting tentang masalah ekspor ,Sopir mengantarkan hingga di lokasi . Membukakan pintu dan Boss keluar dengan menggunakan stelan jas lengkap dengan dasi. Sementara,saya mengemudikan kendaraan sendiri.mencari tempat parkir yang terkadang lumayan jauh ,serta jalan kaki menuju ke gedung pertemuan.  Saya dianggap pelit dan sindiran gaya Padang adalah "makan tabu jan jo urek ureknyo" .Yang  artinya,kalau makan tebu janganlah dimakan sama sama akarnya .Hal ini merupakan sindiran kepada orang yang pelit,sehingga semuanya mau dikerjakan sendiri.  Padahal ,sesungguhnya bukan masalah tidak mau menggaji Sopir,melainkan karena pertimbangan faktor keamanan dan keselamatan 

effendi-dan-mobil-2-618d063f06310e52290b4142.jpg
effendi-dan-mobil-2-618d063f06310e52290b4142.jpg
Bila Sopir Yang Mengemudi

Kalau Sopir mengantuk, beranikah ia mengatakan kepada Boss: "Maaf saya ngantuk, mau tidur sebentar ? Apalagi  bilang: "Boss kita cari penginapan ya , saya mau tidur.  Besok saja kita lanjutkan perjalanan" Kira kira adakah Sopir yang berani ngomong seperti itu kepada majikannya ? Atau mungkinkah Sopir berani bilang : " Boss  malam ini kita nginap di hotel ya besok kita lanjutkan perjalanan Karena saya kurang sehat.  ?

Karena tidak ingin di Phk maka akhirnya Sopir tetap mengemudikan kendaraan meski ngantuk Dengan resiko bila terjadi sesuatu.bukan hanya sopir yang mengalami kecelakaan,tapi seluruh penumpang.

Bila Saya Yang Mengemudikan

effendi-dan-mobil-antik-618d06d3e71ae06fec5e0a22.jpg
effendi-dan-mobil-antik-618d06d3e71ae06fec5e0a22.jpg

Kalau saya yang mengemudikan kendaraan, maka isteri dan anak anak tidak akan ada yang protes ,kapan saya merasa letih atau mengantuk dan berhenti di Rest Area untuk ngopi atau ke Rest Room.Bahkan seandainya saya merasa kurang enak badan,maka saya bisa memberitahukan isteri dan anak anak,bahwa malam ini kami menginap di hotel dan besok baru akan melanjutkan perjalanan .Saya yakin ,isteri dan anak anak tidak akan protes. Saya berkali kali mengemudikan kendaraan dari Padang ke Jakarta.yang memakan waktu hampir 40 jam perjalanan. Disamping itu bagi saya, keluarga lebih berharga daripada diri sendiri. Maka pasti saya akan sangat berhati hati mengemudikan kendaraan .

Lagi pula bila saya yang mengemudikan kendaraan maka kami bebas mau bercanda ataupun mau stop makan  atau ke toilet

"Me time " dapat dinikmati seutuhnya .Tentu saja,setiap orang bebas menentukan cara dan gaya hidupnya.Ada yang menggangap .lebih baik pakai Sopir ,agar kita bisa fokus menyelesaikan urusan.  Semuanya terpulang kepada diri masing masing

Tjiptadinata Effendi 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan