Mohon tunggu...
TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI Mohon Tunggu... Kompasianer of the Year 2014

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Daripada Sekedar Ikut Rayakan Hari Buku Sedunia

23 April 2021   20:04 Diperbarui: 23 April 2021   20:53 108 26 14 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Daripada Sekedar Ikut Rayakan Hari Buku Sedunia
dokumentasi pribadi

Mengapa Tidak Mulai Dengan Membangun Perpustakaan Pribadi?

UNESCO menetapkan adanya peringatan Hari Buku Sedunia atau World Book Day setiap 23 April.Berarti tepat pada hari ini,hari Jumaat tanggal 23 April 2021 kita ikut merayakan World Book Day  atau Hari Buku Sedunia. Setiap tahun ikut merayakan Hari Buku Sedunia tentu saja tidak ada salahnya. Tetapi sebagai tindakan nyata,bahwa kita memang  sungguh sungguh mencintai buku,maka alangkah eloknya bila kita mulai membangun Perpustakaan pribadi. jangan langsung protes:" Tidak cukup dana!",karena mulai membangun perpustakaan pribadi,bukanlah berarti harus memborong buku sebanyak banyaknya dan harus siap dalam waktu satu dua hari ini.  Kalau memang dana mencukupi tentu tidak masalah. 

20210423-214830-6082d0a3d541df46861f8292.jpg
20210423-214830-6082d0a3d541df46861f8292.jpg
Tetapi bilamana kondisi keuangan masih pas pasan,maka kita bisa mencicil membeli buku setiap ada kesempatan. Tidak musti buku baru,buku  bekas juga tidak masalah,asal saja dalam kondisi yang masih layak dibaca. 

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi
Mulailah Membeli Buku Yang Berbobot
  1. hindari mengisi perpustakaan kita dengan komik murahan
  2. buku buku gosip tak berbobot
  3. buku buku yang berpotensi merusak akhlak 

Seandainya setiap bulan kita bisa menabung dan membelanjakannya untuk membeli buku ,baru ataupun  bekas  sebanyak 15  judul buku,maka berarti dalam setahun sudah akan terkumpul sekitar 120 judul buku dan dalam waktu  setahun sudah terkumpul sekitar  180  judul buku. Bila  jumlah buku perpustakaan kita sudah mencapai angka 180 judul buku,maka sudah mulai dibagi berdasarkan :

  1. fiksi
  2. non fiksi
  3. olahraga
  4. agama
  5. meditasi
  6. travelling
  7. foodie
  8. tehnik 
  9. bahasa 
  10. computer 
  11. Dan seterusnya 

Silakan dihitung bila dilakukan secara berkesinabungan,maka dalam jangka waktu 3 tahun ,perpustakaan kita sudah mencapai sekitar 500o judul buku. Lumayankan ? Saya sudah mempraktikkan sejak masih tinggal di kota Padang,tapi kemudian karena kami tidak mungkin membawa pindah seluruh barang,maka saya hanya memilih buku buku baru untuk dibawa pindah ke Jakarta. Lebih dari 2 ribu judul buku, kami bagikan kepada beberapa taman bacaan dikampung halaman 

20210423-214804-6082d12f8ede48250111b6f2.jpg
20210423-214804-6082d12f8ede48250111b6f2.jpg
Di Australia kami mulai lagi membangun Perpustakaan Pribadi

Karena walaupun kami bisa saja setiap saat berkunjung ke Perpustakaan dan tidak perlu membayar,tetapi butuh menyesuaikan waktu dengan aturan berkunjung. Kalau baca buku di perpustakaan pribadi dirumah sendiri,kapan saja kita ada waktu,tinggal pilih dan duduk membaca ,sambil ngopi .Bila ada lelang buku,maka kami tidak ketinggalan ikut ambil bagian untuk membeli buku . Karena buku yang dilelang adalah seratus persen masih dalam kondiri baru 

Kelak Menjadi Warisan Tak Ternilai

Bila konsisten mengumpulkan buku ,dalam 10 tahun sudah akan ada ribuan buku di perpustakaan pribadi kita dan kelak akan menjadi warisan tak ternilai bagi anak cucu kita . Rencana membangun perpustakaan pribadi ,bukanlah hal yang muluk muluk. Karena kita bukan sedang merencanakan membagun istana diatas pasir,melainkan membangun perpustakaan ,yang sesungguhnya dapat dilakukan oleh setiap orang

Masalahnya,mau atau tidak?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x