Mohon tunggu...
TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI Mohon Tunggu... Pendiri dan Ketua Yayasan Waskita Reiki Pusat Penyembuhan Alami

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

Apakah Saya Sudah Menjadi Ayah yang Baik?

17 Juni 2019   09:05 Diperbarui: 17 Juni 2019   09:10 0 13 8 Mohon Tunggu...
Apakah Saya Sudah Menjadi Ayah yang Baik?
ilustrasi : dreams.time.com

Hanya Anak Anak Kami Yang Bisa Menjawab Dengan Tepat

Hari ayah internasional, dunia sibuk bercerita. Bercerita tentang ayah, tentu tak kalah menariknya ,bila dibandingkan dengan bercerita tentang peran seorang wanita yang dipanggil "ibu "atau "mama" dalam sebuah keluarga. 

Yang dapat menjawab secara tepat ,apakah diri saya adalah seorang ayah yang patut diteladani atau tidak,tentu adalah hak dari anak anak kami. Yang dapat dilakukan sebagai seorang laki laki yang dipanggil "ayah" atau" papa" adalah melakukan introspeksi diri.

Tentang Kewajiban Terhadap Anak Anak

Menurut perasaan saya, sebagai seorang ayah,sejak anak pertama kami lahir saya sudah mempersiapkan diri secara mental dan fisik. Secara mental adalah bangun ditengah malam, kapan saja anak kami menangis ,baik karena haus dan lapar ataupun karena minta kain popok diganti. Dan kalau  anak kami demam,siap dengan rela ikut berjaga sepanjang malam dan tidak membiarkan ibunya berjaga seorang diri.

  • Ketika anak butuh susu  ,namun tidak cukup uang untuk membeli sekaleng susu ,maka sebagai seorang ayah,saya siap untuk menebalkan wajah,minta kepada nci yang menjual susu di pondok,agar kekurangan uang dapat dibayar secara mencicil. 
  • Ketika anak sakit dan tidak ada uang untuk membiayai ke dokter,maka dengan rela,menjual cincin kawin,yang penting anak dapat berobat dan sembuh
  • Ketika hujan lebat, maka demi anak, saya siap membuka jaket dan mengenakan kepada anak, agar jangan sampai kehujanan.
  • Ketika tidak cukup makanan dirumah, maka sebagai seorang ayah, saya siap menahan lapar, asal saja anak dan istri bisa makan 
  • Ketika berdoa, saya tidak pernah berdoa untuk diri sendiri,melainkan berdoa untuk anak anak dan istri 
  • Ketika anak sakit,maka sebagai seorang ayah, melupakan rasa sakit pada diri sendiri,karena kepentingan anak adalah prioritas utama

Apakah Berarti Saya Sudah Menjadi Ayah Yang Baik?

Jawaban yang jujur adalah belum tentu. ! Karena kalau ada hal hal yang baik dari diri kita,maka bukan kita yang menilainya,melainkan orang lain,dalam hal ini adalah anak anak kami.

Bagaimana atau dimana posisi saya, sebagai seorang ayah dalam hati anak anak kami? Tentu hanya mereka yang tahu,Tetapi ada rasa syukur yang mendalam bagi saya pribadi ,sebagai seorang ayah, setelah saya dan istri bersama sama menanggung beban hidup demi untuk membesarkan anak anak kami, maka dihari tua,kami merasakan kebahagiaan tak ternilai,karena disayangi anak anak.

Bahkan saya masih diajak main Drone oleh putra kami yang sudah berkeluarga dan punya anak mantu. Begitu pula ketika berada di Jakarta, putra kedua kami,tidak pernah absen mengajak kami makan malam bersama. 

Begitu juga ketika mengunjungi putri kami, selalu ada saja yang dibelikan untuk kami, baik dalam bentuk makanan,maupun keperluan lainnya. Kami tidak pernah sekali juga meminta, tapi ketiga putra putri kami ,selalu memberikan kami sesuatu dengan penuh kasih sayang.

Merawat kasih sayang dengan anak anak, hingga mereka berkeluarga dan kita sebagai orang tua sudah menua, sesungguhnya tidak perlu memahami hal hal yang rumit rumit. Karena sangat sederhana,yakni mengasihi mereka dengan setulus hati,melebihi kasih terhadap diri sendiri.Cuma itu saja.? Benar cuma itu saja !

Selamat Hari Ayah Sedunia

Tjiptadinata Effendi

KONTEN MENARIK LAINNYA
x