Mohon tunggu...
tinezia nf
tinezia nf Mohon Tunggu...

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Pembangunan Infrastruktur Komunikasi Global

16 Oktober 2018   02:27 Diperbarui: 16 Oktober 2018   02:56 0 0 0 Mohon Tunggu...
Pembangunan Infrastruktur Komunikasi Global
edition.cnn.com

Pada 1980-an dan 1990-an terjadi perubahan ideologi mendasar dalam politik global yang menyebabkan penciptaan pro-pasar pada rezim perdagangan internasional yang memiliki dampak besar pada komunikasi internasional. Proses deregulasi dan privatisasi yang terjadi dalam industri komunikasi dan media diiringi dengan teknologi informasi dan komunikasi digital seolah menjadi batu lompatan dalam komunikasi internasional dengan bukti tumbuhnya industri satelit

Privatisasi yang dimaksud disini adalah berubahnya kepemilikan industri media yang awalnya berpusat dan dikendalikan oleh negara, menjadi diatur berdasarkan pasar bebas.

Globalisasi yang terjadi dalam telekomunikasi telah merevolusi komunikasi internasional, konvergensi industri telekomunikasi dengan lahirnya komputer dan media mendorong lebih banyaknya informasi global atau mendunia kearah digital. Hal ini juga memicu munculnya inovasi teknologi dan informasi yang lebih terintegrasi. 

Yang tadinya proses komunikasi hanya sebatas kegiatan pemerintah ke pemerintah dimana negara yang kuat mendikte agenda komunikasi, menjadi lebih luas dalam hal telekomunikasi, penyiaran dan meningkat dalam perdagangan elektronik.

Pada 1990-an, monopoli negara pada Post, Telegraph dan Telekomunikasi (PTT) dipaksa untuk memberikan wilayah untuk jaringan telekomunikasi swasta dan dijadikan bagian dari perusahaan-perusahaan transnasional. 

Dimulai di negara Barat, dan sekarang telah menjalar ke jarinngan telekomunikasi secara global yang mayoritas PPT telah diprivatisasi atau dalam proses privatisasi. Regulasi Internasional yang mengatur tentang standar-standar umum jaringan telekomunikasi di seluruh dunia dan harga untuk mengakses dan menggunakan jaringan tersebut, muncul semenjak berdirinya Telegraph International Union pada tahun 1865.

Konvensi-konvensi tersebut didasari pada prinsip monopoli asing dan subsidi silang, sehingga operator telekomunikasi nasional seperti The British Post Office, mempunyai hak monopoli atas peralatan dan pelayanan. Mereka dapat mempertahankan biaya yang terjangkau dari pendapatan telepon internasional. Pada 1980-an, lalu lintas telekomunikasi meningkat, sehingga melakukan permintaan dari perusahaan-perusahaan transnasional untuk pengurangan tarif, terutama untuk layanan internasional.

Free trade in communication

Pasar bebas merupakan bentuk pasar yang kebijakan-kebijakannya tidak memiliki patokan tertentu atau tidak ada paksaan dari pihak pemerintah, penjualan produk dalam pasar bebas tidak dipungut pajak ekspor dan impor.

General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) adalah organisasi yang berdasarkan Negosiasi Putaran Uruguay menyediakan kerangka kerja perdagangan internasional, termasuk perdangangan jasa yang untuk pertama kalinya setara dengan perdangan nasional dan sektor manufaktur.

The Final Act of the Uruguay Round ditandatangani pada tahun 1994 di Marrakesh, Maroko. Isi dari regulasi ini adalah pemotongn 40% produk industri, perdagangan jasa, investasi dan hak kekayaan intelektual. AS, yang memimpin Barat, berpendapat bahwa dunia akan mendapat manfaat dari ekspansi besar dalam investasi dan perdagangan. 

Namun terdapat ketengan antara para pemasar bebas dengan mereka yang memperdebatkan sistem yang lebih teratur untuk pasar domestik dan kepentingan lainnya. Posisi ini diperkuat dengan perpindahan dari GATT ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), yang muncul pada tanggal 1 Januari 1995, dengan mekanisme hukum yang lebih ketat untuk menegakkan perjanjian perdagangan internasional.

General Agreement on Trade in Services (GATS) merupakan perjanjian multilateral yang dilaksanakan dibawah payung hukum meliputi perdangangan dan investasi di sektor jasa dan yang memiliki dampak paling potensial terhadap komunikasi internasional, meskipun juga penting bagi sektor perdagangan global dan investasi lainnya. 

Sektor jasa mencakup layanan keuangan (termasuk perbankan dan administrasi pasar keuangan), layanan asuransi, layanan bisnis (termasuk penyewaan peralatan), riset pasar, layanan komputer, iklan, layanan komunikasi (termasuk layanan telekomunikasi - telepon, telegraf, transmisi data , radio, TV, dan layanan berita). Sektor jasa terbesar yang tumbuh secara pesat dan memainkan peran ganda sebagai layanan komunikasi, serta mekanisme pengiriman untuk banyak layanan lainnya adalah sektor telekomunikasi.

Prinsip utama GATS adalah bahwa pemasok peralatan telekomunikasi asing dan nasional harus diperlakukan setara, sehingga mampu mengekspos industri telekomunikasi domestik ke persaingan internasional. Hal ini mengharuskan pemasok jasa asing memiliki akses ke jaringan dan layanan publik yang setara, baik di pasar nasional maupun lintas perbatasan. 

Untuk memastikan transparasi, informasi biaya, teknis antarmuka, standar, ketentuan pemasangan alat dan persyaratan pendaftaran harus disediakan untuk umum. Lebih sedikitnya pembatasan arus telekomunikasi dan investasi di bidang infrastruktur di Selatan, bertujuan untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan perusahaan-perusahaan transnasional untuk menembus 'pasar yang sedang berkembang' di Asia dan Amerika Latin.

Liberalization of the telecom sector

International Telecommunication Union (ITU) adalah organisasi internasional dalam bidang telekomunikasi yang didirikan untuk membekukan dan meregulasi radio internasional dan telekomunikasi. Prinsip organisasi ini adalah didasarkan pada konsep telekomunikasi sebagai utilitas publik, dengan operator yang memiliki kewajiban untuk menyediakan layanan universal. 

ITU mendukung pembatasan kepemilikan dan kontrol atas operasi telekomunikasi, berbeda dengan agenda telekomunikasi neoliberal, yang memperjuangkan privatisasi dan deregulasi. Pembukaan pasar global mendorong ITU untuk menentang peraturan GATT atas peraturan telekomunikasinya. 

Itu memiliki peran penting dalam merubah sistem komunikasi internasional baru, dimana standar layanan publik universal dan subsidi silang menjadi struktus tarif berbasis biaya. Pembagian frekuensi oleh ITU adalah dengan sistem "siapa cepat dia dapat.

Pada tahun 1957 terjadi perlombaan ruang angkasa yang terkait peluncuran satelit Sputnik oleh Uni Soviet yang mengharuskan adanya kebutuhan alokasi ruang. Momentum ini mendorong perebutan spektrum frekuensi tinggi selama Perang Dingin, karena kedua blok menuntut akses yang lebih besar. 

Dua tahun kemudian, pada tahun 1959, PBB membentuk komite tentang Penggunaan Luar Angkasa yang Damai, menciptakan kerangka kerja peraturan internasional dengan tujuan mengurangi ketegangan Perang Dingin dan memuncak dalam Perjanjian Luar Angkasa.

Privatizing space - the final frontier

Satelit sekarang sangat penting dalam menyediakan layanan komunikasi yang murah, dapat diandalkan dan cepat yang sangat penting bagi bisnis internasional untuk beroperasi di pasar elektronik global, terutama di bidang-bidang seperti penyiaran dan telepon transnasional, bank dan maskapai penerbangan global, surat kabar internasional dan distribusi majalah.

Pada pertengahan 1960-an, satelit komunikasi geostasioner pertama mulai menyediakan jalur telekomunikasi langsung di seluruh negara. Lalu pada tahun 1990 an, terjadi pertumbuhan yang luar biasa dari komunikasi global yang menggunakan satelit yang telah dibandingkan dengan perkembangan teknologi kabel. 

Faktor-faktor ini membuat satelit industri menjadi menguntungkan dan sangat kompetitif, mengingat bahwa ada sejumlah slot terbatas pada orbit geostasioner yang mencakup jejak yang sama. 

Pada abad 19 dan 21, satelit di set untuk menjadi jalur perdagangan di langit atau Open Skies yang merobohkan monopoli dan memungkinkan jaringan telekomunikasi swasta beroperasi di area telekomunikasi nasional, contohnya adalah American Telephone and Telegraph (AT&T).

Berikut adalah daftar 14 perusahaan satelit telekomunikasi di dunia :

  1. Intelsat S.A. (Luxembourg / United States)

  2. SES (Luxembourg)

  3. Eutelsat (France)

  4. EchoStar (United States)

  5. Telesat (Canada)

  6. Telespazio (Italy)

  7. SingTel (Singapore)

  8. Thaicom (Thailand)

  9. Hispasat (Spain)

  10. Optus (Australia)

  11. AsiaSat (China)

  12. MEASAT (Malaysia)

  13. Telenor (Norway)

The world of telecommunications

Perluasan jaringan satelit global juga memiliki dampak yang signifikan terhadap industri telekomunikasi internasional. Liberalisasi informasi dan deregulasi yang dipromosikannya telah menyebabkan tingkat aktivitas penggabungan dan konsolidasi perusahaan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam industri informasi dan komunikasi. 

Meningkatnya permintaan untuk teknologi nirkabel dan mobilitas menyebar ke semua aspek telekomunikasi dan mewakili perubahan mendasar yang mengubah komunikasi internasional. 

Tren ini akan bertemu pada satu titik dan sangat mengubah industri dan pasar. Industri telekomunikasi dan industri berbasis website bergabung, seperti halnya industri komputer dan media.

Berikut ini adalah perusahaan telekomunikasi terbesar di dunia pada tahun 2018 :

  • China Mobile Ltd.

penyedia terkemuka (berdasarkan jumlah pelanggan) layanan telekomunikasi di China yaang memiliki sekitar 849 juta pelanggan, memiliki nilai pasar $ 215,3 miliar per April 2017.

  • Verizon Communications Inc.

adalah perusahaan telekomunikasi terbesar di Amerika Serikat. Nilai pasarnya diperkirakan mencapai $ 191,72 milyar per April 2017, dan beban penjualannya $ 131,8 milyar.

  • AT&T Inc

Perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Amerika Serikat, dengan nilai pasar $ 245,58 miliar. AT & T menyediakan layanan suara di lebih dari 200 negara dan mengoperasikan lebih dari 34.000 hotspot Wi-Fi. Baru-baru ini memperluas AT & T GigaPower, layanan Internet ultra-cepat, ke 56 lokasi metropolitan di Amerika Serikat.

  • Vodafone Group plc

Markas besar Vodafone Group plc ada di Inggris, dan perusahaan melayani sekitar 444 juta pelanggan seluler. Nilai pasar Vodafone adalah $ 68.41 miliar per April 2016.

  • Nippon Telegraph & Telephone Corporation

Didirikan di Jepang di mana koneksi Internet cepat berlimpah, Nippon Telegraph & Telephone Corporation memiliki nilai pasar $ 86,13 miliar per April 2017.

  • Softbank Group Corp.

Dimulai pada tahun 1981 sebagai distributor perangkat lunak paket, dan sejak itu telah menciptakan segmen telekomunikasi domestik yang melayani komunikasi seluler Jepang, perangkat, dan kebutuhan pita lebar. Nilai pasar perusahaan adalah $ 81.459,54 juta.

  • Deutsche Telekom AG

Deutsche Telekom AG melayani lebih dari 100 juta pelanggan seluler dengan kehadiran di lebih dari 50 negara dan 218.341 karyawan. Perusahaan Jerman ini memiliki nilai pasar $76,11 miliar, dan lebih dari separuh pendapatannya dihasilkan di luar Jerman.

  • Telefonica S.A

Berasal dari Spanyol, perusahaan Ini melayani 21 negara dengan basis pelanggannya sebagian besar terkonsentrasi di Amerika Latin. Nilai pasar Telefonica adalah $ 52,84 miliar, dan produk dan layanannya termasuk komputasi cloud, layanan mobilitas, pusat data, suara perusahaan, dan layanan keamanan.

  • America Movil

Melayani 363,5 juta jalur akses, termasuk 280,6 juta pelanggan seluler di seluruh dunia. Cakupan total layanan mobile, fixed line, broadband, dan televisi Amerika Movil sangat luas. Ini memiliki nilai pasar sebesar $ 49.385 miliar; Namun, ini adalah nilai yang jauh lebih rendah daripada tahun-tahun sebelumnya, karena perusahaan itu melawan serangkaian aturan anti-konglomerat yang bertujuan untuk membongkar monopoli telekomunikasi.

  • China Telecom

 China Telecom adalah perusahaan milik negara yang menyediakan layanan telepon sambungan langsung kepada 194 juta pelanggan. Menurut situs webnya, pada akhir tahun 2016, layanan selulernya mencapai 62,36 juta pelanggan, dan broadband mencapai 113 juta. Nilai pasar perusahaan adalah $ 309,16 miliar.

Implications of a liberalized global communication regime

  • memperluas kesenjangan antara kaya dan miskin.

  • pengurangan tarif belum dilakukan secara merata.

  • pergeseran politik menjadi wacana ekonomi.

  • Mempunyai sektor-sektor prioritas yang dapat menguntungkan bagi suatu daerah, namun kurang mengekspos daerah lain yang mungkin juga memiliki keuntungan.