Mohon tunggu...
Tiara TsalisAsyari
Tiara TsalisAsyari Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswi

Mahasiswi Ilmu Politik 2021 Universitas Brawijaya

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Islam Tidaklah Lahir dari Budaya

29 November 2021   19:54 Diperbarui: 29 November 2021   19:58 56 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Islam berarti berserah diri, tunduk, dan patuh dengan sepenuh hati kepada kehendak Allah Swt, tentunya berdasar ke dalam pedoman umat muslim, yaitu kepada Nabi Muhammad, Al-Qur'an dan Hadits yang tentunya berasaskan ajaran-ajaran Allah SWT. 

Tapi apasih makna Islam dan bagaimana korelasinya dengan Budaya? Apakah Islam lahir dari Budaya? Sebuah pertanyaan yang cukup ringkas, namun kita perlu mendapatkan jawaban dari berbagai ahli agar mendapatkan gambaran yang benar terkait Islam dan Budaya.

Pertama-tama kita akan membahas makna Islam menurut Mohammad Arkoun, ia pernah melontarkan kritikan ketika banyak kalangan yang mendefinisikan kata "Islam" dengan tunduk, patuh. 

Pendefinisian ini menurut Mohammad Arkoun tidak terlalu tepat, dikarenakan orang Islam itu bukan tunduk patuh di hadapan Allah, tetapi ia merasakan getaran cinta kepada Allah dan rasa ingin menyandarkan diri pada apa yang diperintahkan Allah SWT. 

Islam harusnya dipandang sebagai agama yang penuh dengan pesan spiritual demi kepuasaan batin manusia. Umat Islam beragama karena kebutuhannya untuk mengingat Allah, bukan karena Allah ingin agar manusia mengingatnya. 

Pandangan Mohammad Arkoun tersebut sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Toshihiko Izitsu bahwa pada masa pra Islam, kata "Islam" bermakna menyerahkan atau memasrahkan. Dalam arti dasar "Muslim" ialah orang yang melakukan penyerahan diri dan komitmen kepada Allah dan Rasulnya secara sukarela. Dalam konteks ini Islam berkorelasi erat dengan Iman. Sebagimana muslim yang dicirikan oleh penyerahan seluruh wujud diri secara total kepada Allah.

Lalu bagaimanasih hubungan antara Islam dan Budaya? Apakah Islam lahir dari Budaya?.

Ketika nilai agama bertemu dengan budaya, terdapat 2 kemungkinan. Yang pertama bisa terjadi kesesuaian diantara Islam dan Budaya dan kemungkinan yang kedua ialah bisa jadi Antara Islam dan Budaya itu berbenturan. Dikarenakan agama bersifat absolut karena berasal dari ajaran wahyu Allah, sedangkan Budaya itu sendiri bersifat relatif karena merupakan produk manusia. 

Dalam sejarah Islam terdapat berbagai macam konsep mengenai kebudayaan. Segolong pemikir menyatakan bahwa Islam ialah wahyu Allah dan Islam bukan lahir dari kebudayaan, pemikir yang mendukung gagasan ini ialah Mohammad Natsir ia mengemukakan bahwa "Islam merupakan sumber kekuatan yang mendorong terbitnya suatu kebudayaan". 

Dengan demikian, para pemikir Gerakan Islam pada dasarnya sepakat untuk membedakan "agama" sebagai wahyu Allah dan "kebudayaan" sebagai hasil karya manusia. Walaupun berbeda tetapi keduanya ini berhubungan, dikarenakan Islam selain mengatur segi-segi ritual keagamaan, Islam juga mengandung ajaran-ajaran yang nantinya dijadikan asas kebudayaan. Kebudayaan islam itu tentunya didasarkan pada metode ilmu pengetahuan yang berasaskan ajaran islam, Kebudayaan islam juga mempunyai corak khusus tersendiri berdasarkan tempatnya tersendiri. 

Dapat kita ambil contohnya dalam pertemuan Islam dan kebudayaan di Nusantara, yang menguatkan konsep adanya kerukunan dan harmonisasi Islam dengan budaya lokal yang bisa hidup secara bergandengan dengan nilai-nilai agama dan nilai-nilai tradisi yang telah berakulturasi dan bersentuhan secara langsung.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan