Thurneysen Simanjuntak
Thurneysen Simanjuntak Guru

Aktif sebagai praktisi pendidikan. Tertarik di dunia pengembangan diri, marketing, perencanaan keuangan dan penulisan. Sebagian tulisan saya ada di www.thurprosmart.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Alam Sutera: Hunian Hijau dan Humanis

17 Februari 2017   11:39 Diperbarui: 17 Februari 2017   12:14 598 2 0
Alam Sutera: Hunian Hijau dan Humanis
Bincang Kompasianer bersama Lilia Sukotjo (Marketing Director PT Alam Sutera Realty, Tbk.) dan Yovita Ayu Liwanuru (Miss Scuba Indonesia 2012). Dokpri

Pengembang hadir bukan hanya pembuat fasilitas, tapi hadir untuk kehidupan (Lilia Sukotjo)

Demikian sebuah pernyataan yang disampaikan Lilia Sukotjo, Marketing Director PT Alam Sutera Realty Tbk. dalam bincang pagi (Minggu, 12/02/2017) di depan para Kompasianer. Pernyataan yang tidak mungkin terbantahkan bila kita berkunjung langsung dan mengelilingi kawasan Alam Sutera Tangerang.

Dukungan keamanan dan kenyamanan bagi penghuni yang menjadi prioritas pengembang adalah bukti nyata bahwa pengembang tidak semata-mata memikirkan profit, tapi mempertimbangan faktor-faktor pendukung kebahagiaan dan kualitas kehidupan.

Mengawali pembicaraannya, Lilia Sukotjo mengatakan bahwa kehadiran Alam Sutera diawali dengan kehadiran Sekolah Santa Laurensia. Tentu pendirian sekolah tersebut bukan tidak beralasan. Pendidikan adalah salah satu pintu masuk pada kualitas hidup sebuah keluarga. Dengan demikian berharap ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang mengedepankan dan menghargai pendidikan.

Disamping itu, Lilia juga menambahkan bahwa dalam pembangunan hunian bukanlah semata-mata bicara tentang apa yang dibangun, tapi bicara tentang konsep apa yang akan ditawarkan kepada penghuni. Inilah sebenarnya yang menjadi kekuatan dan keunggulan Alam Sutera dibandingkan dengan pengembang lainnya.

Beberapa konsep Alam Sutera yang sempat disampaikan Lilia kepada Kompasianer seperti green enviorienment, smart city, security service, prime accessibility, quality living, strong master plan, high investmen returns, reputable developer, dan livable township.

Dari beberapa konsep yang dipaparkan Lilia tersebut, setidaknya ada beberapa konsep yang sempat dirasakan para Kompasianer sebelum mengikuti kegiatan bincang pagi.

Sejam Bersama 'Si Merah' Suteraloop

Setibanya Kompasianer di Synergy Building - Alam Sutera, ada pandangan yang menarik di depan gedung tersebut. Ada tiga internal shuttle atau yang lebih dikenal dengan Suteraloop telah disiapkan panitia untuk sekitar 30 orang Kompasianer untuk mengelilingi kawasan residensial hingga komersial.

Suteraloop, transportasi internal Alam Sutera. Dokpri
Suteraloop, transportasi internal Alam Sutera. Dokpri

Suteraloop adalah transportasi internal yang menyediakan 4 pilihan jalur yakni merah, biru, hijau dan kuning. Transportasi inilah yang dapat menghubungkan seluruh area di kawasan Alam Sutera tentu dengan biaya yang sangat terjangkau.

Kehadiran Suteraloop bagi penghuni sudah barang tentu banyak manfaatnya. Bukan hanya meminimalkan biaya pengeluaran, tapi membantu penghuni membakar kalori dalam tubuh, meminimalkan penggunaan bahan bakar mobil pribadi yang secara otomatis akan mendukung go green, serta bermanfaat sebagai ajang bersosialisasi dengan orang baru.

Saya pribadi yang baru pertama kali berkunjung ke Alam Sutera, dapat menikmati manfaat konsep sarana transportasi tersebut. Bahkan bisa mengelilingi kawasan Alam Sutera yang begitu luas dengan mudah. Mulai dari kawasan komersial hingga hunian.

Green Tunnel Membuat Alam Sutera Segar

Disela-sela perjalanan, Kompasianer pun mengamati langsung konsep green environment yang ditawarkan Alam Sutera. Pengembang memang benar-benar menjaga keseimbangan alam di tengah-tengah kawasan hunian dan komersial. Hal ini bisa kita lihat dengan adanya green tunnel, yakni deretan pepohonan trembesi rindang di sepanjang jalan Alam Sutera. Ini sangat berkontribusi untuk menciptakan lingkungan hijau dengan udara yang segar.

Dokpri
Dokpri

Tahukah pembaca manfaat pepohonan trembesi dalam sebuah hunian? Betul sekali! Trembesi ternyata dapat membantu mengurai karbondioksida (CO2). Bahkan menurut penelitian, pohon trembesi (albizia saman) mampu menyerap CO2 lebih besar dibandingkan pohon lain. Satu batang pohon ini ternyata mampu menyerap 28.5 ton CO2 setiap tahunnya. Wow...luar biasa. Inilah salah satu yang memberikan kesejukan tersebut di Alam Sutera.

Dokpri
Dokpri

Senada dengan pengakuan yang disampaikan oleh Yovita Ayu Liwanuru, Miss Scuba Indonesia 2012 dalam bincang pagi yang mendampingi Lilia Sukotjo. Sejak awal dia sangat menikmati lingkungan Alam Sutera yang ideal, hijau dan udaranya bersih. Kebiasaannya menikmati lingkungan segar Alam Sutera diawali dengan mengantar saudara yang bersekolah di Santa Laurencia. Bahkan hingga saat ini momen-momen bersama Alam Sutera pun tetap dijalaninya demi hidup sehat.

Kompasianer Melakukan Simulasi Emergency Call di Panic Button

Selama perjalanan, para Kompasianer menyaksikan bahwa disetiap sisi jalan utama ternyata dilengkapi dengan fasilitas Emergency Button. Fasilitas ini merupakan bagian dari security service. Fasilitas ini pun dilengkapi dengan voice dan video security system yang berfungsi untuk memudahkan warga yang tengah menghadapi situasi genting. Dengan demikian, dapat berkomunikasi secara langsung dengan petugas Alam Sutera Command Center untuk segera mendapat pertolongan.

Dokpri
Dokpri

Kami pun penasaran untuk mencoba dan membuktikannya. Kali ini, Suteraloop yang kami tumpangi berhenti di dekat Emergency Button. Dengan bantuan petugas dari Alam Sutera kami melakukan simulasi emergency call di panic button. Setelah panggilan dilakukan, ternyata dalam hitungan beberapa menit petugas patroli pun langsung tiba di tempat. Dengan sigap dan cekatan langsung turun dari mobil patroli untuk mengetahui kondisi yang terjadi.

Ini membuktikan bahwa fasilitas ini berfungsi dengan baik dan sangat efektif untuk melayani keamanan serta bagi mereka yang membutuhkan pertolongan dengan cepat di jalanan.

Command Center Dapurnya Security Service

Kali ini, Kompasianer bersama Suteraloop menuju dapurnya security service atau yang dikenal dengan Alam Sutera Command Center (ASCC).

Dokpri
Dokpri

Keberadaan ASCC ini merupakan tempat terintegrasinya seluruh informasi yang terekam oleh ratusan kamera CCTV di Alam Sutera. Selama 24 jam petugas selalu siaga memantau seluruh monitor di ruangan tersebut. Ini untuk memastikan bahwa seluruh kawasan dalam situasi aman dan terkendali.

Yusuf Nugroho, Koordinator ASCC. Dokpri
Yusuf Nugroho, Koordinator ASCC. Dokpri

Pada kesempatan ini pula, Yusuf Nugroho, Koordinator ASCC memaparkan cara kerja dan fungsi dari ASCC. Setidaknya ada 5 fungsi dari ASCC yang disampaikannya kepada Kompasianer. Diantaranya, berfungsi sebagai traffic management, emergency call, asset management, pengawasan darurat misalnya memperhatikan debit air untuk menghindari banjir, serta memastikan posisi internal shuttel bila diperlukan warga.

Mengapa Harus Alam Sutera?

Kembali pada bincang pagi. Diakhir bincang pagi dengan Lilia Sukotjo, dia menyimpulkan alasan kuat kenapa harus memilih pemukiman di Alam Sutera.

Pertama berbicara tentang akses. Setidaknya Alam Sutera sebagai kota mandiri dilengkapi kemudahan akses, baik di dalam kawasan dengan adanya sistem transportasi internal, maupun akses masuk dan keluar melalui tol Jakarta. Bahkan Alam Sutera pun dilengkapi berbagai fasilitas mulai dari pendidikan, tempat ibadah, kawasan bisnis, rumah sakit, perbankan, pusat perbelanjaan, sarana hiburan dan lain sebagainya.

Suasana di dalam Suteraloop. Dokpri
Suasana di dalam Suteraloop. Dokpri

Kedua, healthy living. Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, bahwa komitmen pengembang menjaga keseimbangan hunian dengan alam akan menentukan kualitas dan kenyamanan hidup penghuninya.

Dokpri
Dokpri

Disamping itu kawasan ini pun memang benar-benar dikondisikan sebagai kawasan bebas sampah. Bahkan uniknya, tempat sampah di depan rumah pun tidak akan ditemukan di sini, sebab petugas pukul 07.00 – 09.00 wib petugas secara rutin akan mendatangi setiap rumah, sehingga tidak perlu menumpuk sampah di tempat sampah.

Sementara yang ketiga, tidak terlepas dengan high investment return. Setiap orang pasti berpikir tentang hal ini ketika memilih hunian. Alam Sutera pun menawarkan hal tersebut kepada penghuninya. Tentu dengan keberadaan CBD dan tol menjadi salah satu faktor yang mendukungnya.

Bagaimana pembaca? Tertarik dengan hunian di Alam Sutera Tangerang? Yuk….segera meluncur tanpa ragu. Hunian yang humanis dan hijau menantimu. Salam


Sumber Informasi :

1. Talkshow Kompasianer bersama PT. Alam Sutera Realty Tbk.

2. IG @Alam_Sutera_Realty