Mohon tunggu...
Thurneysen Simanjuntak
Thurneysen Simanjuntak Mohon Tunggu... Senang mengajar dan menulis

Penerima Penghargaan Lomba Karya Jurnalistik Kementerian Perindustrian - Rebranding Tanggulangin (2018); Lomba Essay dalam Rangka Kegiatan Komunikasi Informasi dan Publikasi Anggaran 2019 - Museum Olahraga Nasional - Kemenpora (2019); Blog Competition Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan - Bank Indonesia & Kompasiana (2019). (thurprosmart@gmail.com)

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Menemukan Mutiara di Kelas Pelatihan

4 Juli 2018   22:30 Diperbarui: 4 Juli 2018   22:44 0 3 1 Mohon Tunggu...
Menemukan Mutiara di Kelas Pelatihan
Dokumentasi Sie SDM PAKSU

Jujur, memasuki ruangan museum anatomi FK UKI itu, badanku pun mulai keringat dingin dan jantungku pun dag dig dug.

Belum beradaptasi dengan ruangan tersebut, tiba-tiba namaku sudah di panggil panitia ke depan. Artinya, saya harus memulai sesi ketiga dalam sebuah pelatihan menulis tepatnya dari pukul 14.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Biasanya saya memberikan pelatihan menulis untuk anak-anak 'abege', sekarang bertemu dengan alumni yang sudah profesional di berbagai bidang pekerjaan masing-masing. Tentu semua peserta sudah memiliki pengalaman yang mungkin jauh lebih hebat dari pengalamanku.

sumber : dokumen pribadi
sumber : dokumen pribadi
sumber : dokumen pribadi
sumber : dokumen pribadi
Alamak, sekitar 30 pasang mata tertuju ke saya. Dengan wajah serius, peserta pelatihan pun menatapku seolah berharap besar dariku.

Sesungguhnya, saya belum siap disebut pelatih. Saya hanya ingin berbagi pengalaman selama kurang lebih empat tahun terakhir dalam menulis. Lebih tepatnya sih, sebut aja sebagai fasilitator.

Dalam hati saya berdoa, biarlah kehadiran saya di ruangan ini bisa jadi berkat. Hadir bukan untuk menambah teori tentang menulis. Sebab saya yakin, sejak di bangku sekolah peserta pelatihan pasti sudah sering mendapatkannya.

Harapanku melalui pelatihan ini, kami bisa bersama-sama saling tarik menarik untuk keluar dari zona malas nulis, zona tidak pede nulis, dan zona biasa menunda untuk menulis.

Untuk itu, sejak awal saya sudah memikirkan strategi yang tepat agar teman-teman di kelas pelatihan tertantang untuk menulis. Mengingat pengalamanku banyak berlatih dan membangun percaya diri dengan menulis di Kompasiana, maka saya sarankan kepada panitia agar semua peserta memiliki akun menulis di Kompasiana sehari sebelumnya.

Alhasil, ketika di kelas pelatihan, ternyata peserta pelatihan sudah punya akun masing-masing. Dengan begitu, menurutku praktek dan latihan menulis pun bisa berjalan lancar.

Sesudah selesai berbagi pengalaman, maka saya ajak setiap peserta untuk menulis dengan topik bebas. Atau, mungkin mau melanjutkan ide atau gagasan yang sudah mereka gali di sesi pertama dan kedua bersama pelatih yang lain. Kemudian kami pun buat kesepakatan untuk bisa menyelesaikan satu tulisan sekitar 500 kata dengan durasi waktu satu setengah jam.

Setelah satu setengah jam praktek menulis, saya mulai pandu peserta untuk melakukan "publish" di platform yang masih berada di bawah bendera Kompas Group tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x