Mohon tunggu...
T.H. Salengke
T.H. Salengke Mohon Tunggu... Petani - Pecinta aksara

Ora et Labora

Selanjutnya

Tutup

Tradisi Pilihan

Satu Sisi Perbedaan Lebaran di Indonesia dan Malaysia

12 Mei 2022   19:02 Diperbarui: 13 Mei 2022   16:18 901 19 5
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

LEBARAN menjadi sebuah tradisi silaturrahmi di dua hari raya Islam, yakni "Lebaran Puasa" yang jatuh pada tanggal 1 Syawal dan "Lebaran Haji" yang jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Pada hari lebaran juga menjadi hari "tasyrik", yang mana pada hari tersebut umat islam dilarang untuk berpuasa.

Tradisi masyarakat yang menonjol di hari lebaran, terutama pada lebaran Idul Fitri adalah berkaitan dengan pakaian, makanan, dan "uang/duit raya". Penyedia jasa tiga hal tersebut, akan meraup keuntungan dan berkah yang luar biasa. 

Saban tahun, pusat perbelanjaan akan ramai pengunjung di 10 hari terakhir puasa. Semua sibuk membeli baju lebaran. Saya sering becanda sama teman-teman, sepertinya lailatul qadar turun di dalam mall, makanya orang berduyun-duyun menyemut padat di pusat perbelanjaan. Dakui atau tidak, begitulah fenomena yang terjadi, terutama di kota-kota besar. 

Industri pakaian memang mendapat berkah Ramadhan. Para tukang jahit akan kebanjiran order, termasuk jasa kurir pasti dibuat lebih sibuk melayani proses pengantaran barang. Di hari ke-27 Ramadhan, saya pernah mutar kemana-mana mencari laundry yang bisa menerima cucian saya. Semua menolak karena sedang banyak pelanggan.

Demikian  juga bisnis makanan di bulan puasa merupakan momen baik yang harus dimanfaatkan. Kue tradisional untuk takjil, kue kering sebagai persediaan menyambut lebaran, semuanya laku keras. Ramadhan membuat banyak bisnis yang menggeliat, terutama bisnis kuliner yang mampu meraup keuntungan besar.

Berkaitan tradisi amplop raya, bagi masyarakat di alam Nusantara memiliki tradisi "uang raya". Dalam hal ini, semua bank akan menyediakan jasa penukaran uang kertas baru dalam pecahan tertentu. Pengusaha amplop juga akan mendesain amplop dalam berbagai motif menarik. Semunya menjadi lahan bisnis yang menjanjikan keuntungan besar.

Pemberian amplop di hari raya biasanya hanya kepada anak-anak umur sekolahan. Di Indonesia disebut THR, mengikut konsep dunia kerja yang memberikan tunjangan dan bingkisan khusus kepada para pegawai dan karyawannya. Di Malaysia disebut "duit raya" atau "angpaw raya." Sekilas saya lihat bahwa tradisi ini merupakan pengaruh tradisi pemberian "angpow" masyarakat Tionghoa di hari raya Gong Xi Fa Cai.

Di Indonesia, lebaran akan berlangsung sekitar satu pekan. Biasanya ditandai dengan libur bersama dan berakhirnya puasa Syawaal atau puasa enam. Beberapa kelompok masyarakat, seperti Sasak, lombok dan Sebagian Jawa akan merayakan "Lebaran Ketupat" di hari ketuju Syawaal. Setelah itu, masyarakat akan meninggalkan kampung halaman dan kembali bekerja secara normal di kota-kota besar.

Manakala di Malaysia, suasana lebaran akan berlangsung selama sebulan penuh di bulan Syawwal. Walaupun mereka sudah kembali bekerja, tetap menerima tamu yang datang lebaran. Bagi anak-anak umur sekolah, tetap akan mendapatkan "uang/duit raya" apabila berkunjung ke rumah sanak saudara sepanjang bulan Syawwal.

Konsep tradisi biasanya sering mengacu pada pepatah "lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya". Pepatah tersebut bisa saja benar dan bisa juga salah. Kalau ditamsilkan kepada tradisi masyarakat, memang selalunya lain tempat akan memiliki tradisi yang berbeda, karena dipengaruhi oleh alam sekitar dan juga pola interaksi masyarakatnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Tradisi Selengkapnya
Lihat Tradisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan