Thamrin Dahlan
Thamrin Dahlan profesional

Sharing, connecting on rainbow. Pena Sehat Pena Saran Pena Kawan

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Likuifaksi [Al-Khasf] Azab Qor'un

11 Oktober 2018   14:21 Diperbarui: 11 Oktober 2018   19:50 547 2 0

Sumber TeknoTempo

Terus terang saya tidak begitu paham rentang Likuifaksi. Kosakata ini tidak terdapat di memory permanent  awak. Sangat asing sekali kecuali telinga ini pernah mendengar tentang likuidasi dan literasi. Proses pembelajaran dari rasa ingin tahu menyebabkan mencari informasi tentang likuifaksi dari berbagai referensi ilmiah.

Seperti diberitakan BANJARMASIN POST.CO.ID,  - Menteri  Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto,  menyebut sejumlah wilayah akibat gempa Donggala dan Palu, Sulteng akan  dijadikan monumen kuburan massal bagi para korban yang meninggal dunia,  seusai dilakukan evakuasi para  korban.

Seperti dilansir dari Tribunnews.com, Sabtu (6/10/018), salah satu contoh yakni di wilayah Balaroa, yang mengalami fenomena likuifaksi, yakni hilangnya kekuatan tanah akibat beban getaran gempa. "Itu yang korbannya banyak di Balaroa di kompleks perumahan itu tanahnya ambles. 

Alat berat bisa tenggelam  karena masih lunak tanahnya, jenazah pun tak bisa ditemukan," ujarnya di  Gedung Kemenpolhukam, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat  (5/10/2018).

Sementara itu  saya menerima dari WAG Dewan Masjid Indonesia (DMI) Ulama Cabang Ciracas Jakarta Timur terkait Likuifaksi. Setelah membaca dan kemudian mencari lebih banyak informasi tentang Likuifaksi saya berkeyakinan share dari WAG DMI bisa dipercaya alias bukan Hoax. 

Oleh karena itu seizin sohibs saya memberitakan kembali dengan harapan semoga bermanfaat bagi penambahan wawasan kita semua. 

Ternyata  Likuifaksi  Sudah Disebut di dalam al Quran. Likuifaksi atau berubahnya tanah menjadi seperti cair sehingga menenggelamkan benda-benda di atasnya, menjadi hal paling menarik di gempa Palu dan Donggala. Menurut pantauan citra satelit, lebih dari 200 hektar tanah di Sigi, Palu telah menenggelamkan apa pun di atasnya.

likuifaksi2-5bbf1b4912ae9433872e3f62.jpg
likuifaksi2-5bbf1b4912ae9433872e3f62.jpg
Fenomena menakutkan ini menarik karena inilah ancaman baru yang sulit diantisipasi. Kalau gempa, orang paham harus bagaimana, antara lain menghindar berada dalam bangunan. Begitu pun tsunami, tak ada cara lain kecuali mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Namun, bagaimana dengan ancaman likuifaksi? Sangat sulit menghindarinya, terlebih lagi mendeteksinya.

Yang lebih menakutkan lagi, jenis ancaman bencana ini tidak memberikan bekas keberadaan korban. Kalau korban tsunami mungkin bisa dicari, dan begitu pun dengan korban gempa yang tertimbun reruntuhan. Tapi likuifaksi, korban tertelan begitu saja ke dalam bumi berikut dengan benda-benda yang bersamanya seperti rumah, mobil, dan lainnya.

Al Quran dan Hadits menyebut bencana Likuifaksi. Al Quran dan Hadits menyebut likuifaksi, wallahu a'lam, dengan sebutan  Al-Khasf.
Jenis bencana ini disebut Allah Ta'ala sebagai azab. Yaitu, azab yang pernah timpakan terhadap Qarun, salah seorang kroni Fir'aun  yang sangat ingkar kepada Allah SWT.

Allah mengisahkan peristiwa itu dalam Surah Al-Qashshash ayat 81. Maka Kami benamkan dia (Qarun) bersama rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya satu golongan pun yang akan menolongnya selain Allah, dan dia tidak termasuk orang-orang yang dapat membela diri.

Itulah sebabnya orang dimasa kini ketika menemukan barang berharga dari dalam tanah acap berteriak gembira " saya mendapat harta karun (Qarun)"

Jadi, fenomena sejenis likuifaksi ini pernah terjadi dalam sejarah umat manusia.  Dan Allah menyebut itu sebagai azab untuk seorang bernama Qarun. Orang kaya sombong ini Allah tenggelamkan dalam tanah beserta seluruh kekayaan yang ia miliki.

Ummu Salamah pernah bertanya kepada Nabi SAW., "Apakah bumi akan ditenggelamkan sementara di dalamnya ada orang-orang shalih?" Rasulullah SAW. menjawab, "Jika penduduknya sudah banyak melakukan kefasikan dan kekejian ."  (HR. At-Thabrani).

Point yang ingin disampaikan disini adalah bahwa kekuasaan Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa harus diyakini terkait pergerakan kulit bumi.   Sampai saat para ahli belum bisa memprediksi kapan datangnya bencana alam dahsyat tersebut. 

Pergerakan angin dan awan bisa dihitung dan warga bisa lebih bersiap siap menghadapi angin topan atau puting beliung.  Namun terkait Gempa,  Wallahu Alam datang seketika ketika manusia dimuka bumi masih acap bercanda bukannya berdoa.

Semoga Allah mengampuni kesalahan dan dosa kita serta menjaga dan menyelamatkan kita dari segala macam bencana tersebut. Saatnya bangsa Indonesia melaksanakan taubat nasuha secara nasional.

Salamsalaman

TD