Thamrin Dahlan
Thamrin Dahlan profesional

Sharing, connecting on rainbow. Pena Sehat Pena Saran Pena Kawan

Selanjutnya

Tutup

Hiburan

Mbak Tihang Rela Dilabrak Bahkan Dipukuli Setiap Malam

20 November 2017   13:40 Diperbarui: 20 November 2017   13:45 517 1 1

Bicara soal ikhlas maka Mas Tiyang dan Mbakyu Tihang pantas menjadi panutan. Pasalnya walau sejak lahir atau ditegakkan mereka tidak pernah protes ketika dipukuli setiap malam. Tukang pukul itu berseragam hitam kalau malam, berseragam putih biru ketika siang. Tukang pukul mendera Mas Tyang dan Mbakyu Tihan sesuai dengan dentingan jam.

Dalam satu malam bisa 6 kali terjadi pemukulan. Biasanya tukang pukul yang terkadang bernama satpam atau hansip atau juga berperan sebagai tukang ronda memukul keras si Tiyang sesuai dengan waktu indonesia barat, indonesia tengah dan indonesia timur. Paling sakit ketika malam kelam menunjukkan pukul 12, Mbaknyu Tihang akan merasakan dipukuli sebanyak 12 kali sebagai tanda malam telah larut pukul 12.00.

Inilah tugas rutin tukang ronda yang bermakna tiga. Pertama memberitahu warga bahwa mereka bekerja, kedua sekalian tanda isyarata lapor ke Pak RT dan kolega bahwa malam sudah menunjukkan pukul 12 .00. Ketiga sebagai pemberitahuan kepada maling agar mereka embatalkan niat jahat mencuri di rumah warga. Pola penjagaan kemanan ronda yang dilakukan para petugas hampir sama di seluruh nusantara. Entahlah di negara tetangga apaakah security itu juga memukul tiang atau hanya mondar mandir memantau menyerahkan semua tugas keamanan pengawasan kepada CCTV.

Jadi seandainya ada kerabat Mas Tiyang di tabrak mobil maka hal itu sudah biasa. Resiko perkerjaan berada dipinggir jalan. Celakanya lagi mereka itu tidak bisa lari menghindar atau bahkan kalau bisa berteriak,..hei hei hei minggir janggan nabrak gue. Kasihan nih makhluk. Tabrakan yang kemarin dari mobil mewah fortuner sebenarnya satu peristiwa penting sejagat membuat komunitas Tiyang sedunia menjadi vira di media maya. Kalau boleh usil ke Mensesneg atau DPR bisakah tanggal kejadian tersebut dijadikan Hari nasional Peringatan Penderitaan Tiyang.

Sebenarnya berceloteh tentang Tiyang maka banyak kerabat satu keturunan lain mak lain bapak. Tiyang yang dibahas disini adalah Tiyang Listrik . Ada lagi tiang kembar dilapangan bola namanya tiang gawang. Tiang yang satu ini malah mendunia, ada persatuan tiang gawang internasional. Nasib tiang gawang hampir sama, ber resiko kena hantaman sepakan bola pemain sekelas Messi dan Ronaldo. Hanya saja tiang gawang terkadang menjadi penolong atau malah pecundang ketika bola masuk kegawang atau malah bola lari ke garis belakang.

Itulah cerita Mas Tiyang dan Mbakyu Tihang. Apapun yang terjadi mereka tetap diam seribu bahasa, rela seikhals ikhlasnya didera tanpa unjuk rasa. Manusia saya yang lebay bin alay plus lunglai sampai hati menciderai tiang tanpa rasa bersalah. Soal mabok ketika berkendara merupakan penyebab utama tiyang terdzholimi. Tetapi satu hal, yang aneh bin ajaib ketika Mas Tiyang diajak kompromi dalam tabrakan rekayasa sehingga dia tetap berdiri kokoh karena hanya terdorong sedkit oleh sang fortuner.

Artikel ini masuk genre hiburan bukan politik atau gaya hidup dan juga bukan ekonomi. Masayarakat di zaman now terpaksa mentertawai diri sendiri ketika menyimak persoalan nasional berkembang akhir akhir ini. Politik sesungguhnya tidak menyelesaikan masalah, malahan justru permasalahan menjadi lebih rumit. Oleh kaena itu cerobong asap atau jalan keluar dari stress massal adalah hiburan. Paling tidak stress orang lain jangan pula menular kepada masyarakat. Dia yang menanam dia pula yang menuai. Kita berdiri diam disini sebagai pengamat lepas dari kepentingan sesaat yang tidak bermanfaat.

Salamsalaman

TD