Gayahidup

Martabak Manis ''Klasik'' Tak Lekang oleh Waktu

8 Desember 2017   00:51 Diperbarui: 8 Desember 2017   01:04 312 0 0
Martabak Manis ''Klasik'' Tak Lekang oleh Waktu
DokPri


Siapa yang tidak mengetahui martabak manis?, Ya, makanan ini merupakan jajanan street food yang terkenal di Indonesia. Martabak yang memang sudah ada dari generasi ke generasi ini sekarang sudah mengalami  perkembangan, seperti  adonan bahan dasar martabak dan juga pilihan topping-nya. Salah satunya martabak manis kualitas premium dari Martabak Mau Lagi (ML) namanya, bisnis yang memiliki konsep tempat berjualan menggunakan kontainer ini buka pada pukul 12.00 WIB - 24.00 WIB, berada persis di pinggir jalan di depan Thamrin City, Jakarta Pusat.

Martabak Mau Lagi, yang didirikan oleh tiga orang dengan background yang berbeda seperti, Kevin Jong adalah pengusaha karoseri dan properti, Victor Wongso adalah profesional di sebuah perusahaan ritel di Indonesia dan Dr Gerry Adrian adalah dokter, mereka mengawali bisnis ini karena hobi makan martabak manis. Kemudian mereka ingin mencoba membuat martabak, dan akhirnya  mendapatkan resep yang pas dan  mencoba untuk dijual. 

Nama martabak ML (Mau Lagi) memang sangat unik dan 'catchy', "Kita ingin mendapatkan nama yang menarik, kalau Mau Lagi .. orang kan menarik makanannya akan Mau Lagi..," jelas Kevin salah satu pemilik martabak Mau Lagi. Yang membedakan martabak Mau Lagi dengan lainnya, yaitu bahan dasar adonannya menggunakan kualitas premium, selain itu lebih memfokuskan penyajian martabak 'klasik' dengan rasa premium, artinya tekstur adonan dasarnya 'original' dan terasa enak. Martabak manis yang banyak di minati seperti rasa topping coklat, kacang, dan keju, sudah sangat familiar di lidah kita semua. 

Ada juga menu yang 'jaman Now' seperti nutella, ovomaltine, dan crunchy caramel yang patut dicoba tentunya, karena merupakan martabak spesial dari Mau Lagi. Range harga yang ditawarkan dari Rp65 ribu sampai Rp150 ribu. Mengingat ukuran loyang yang besar, sangat recomended  dinikmati ramai-ramai orang kantoran pada siang hari dan juga bareng teman dan keluarga pada malam hari.

Kevin menjelaskan keinginan kedepannya, agar makanan martabak ini menjadi salah satu lini makanan yang bisa dinikmati oleh masyarakat Jakarta dan di Indonesia, dan dia berharap dari makanan kudapan martabak ini bisa di perkenalkan sampai luar negeri, sehingga ada yang namanya Indonesian Food Heritage yang setiap orang disana bisa menikmati martabak. "Dream- nya saya, Belgia punya wafel dan kenapa ngga.. Indonesia punya martabak", tuturnya. So.. Mau coba makan martabak Mau Lagi..  topping mana yang kamu pilih?