Mohon tunggu...
Teristimewati Maryam
Teristimewati Maryam Mohon Tunggu... Mahasiswa Fakultas Psikologi UMM

Seorang Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Social-Loafing sebagai Penghambat Kinerja Organisasi

12 November 2019   09:05 Diperbarui: 12 November 2019   10:29 0 0 1 Mohon Tunggu...

Organisasi yang merupakan wadah untuk sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu, yang di dalam kelompok tersebut memiliki sumber daya manusia dengan karakter atau kepribadian yang berbeda. Dalam proses mencapai tujuan, keberagaman sumber daya manusia yang hadir menjadikan suatu organisasi penuh warna dengan dinamika yang terjadi. Salah satunya adalah Social-Loafing.

Social-Loafing merupakan keadaan dimana terdapat pengurangan kinerja seseorang dalam suatu kelompok kerja dengan mengandalkan anggota yang lain dan menurunkan motivasi dalam mengerjakan suatu tanggung jawab yang harusnya di emban bersama. 

Biasanya, Social-Loafing terjadi karena jumlah sumber daya yang terlampau banyak, kurangnya kohesivitas, tidak terdapat penghargaan terhadap kinerja yang telah dilakukan, dan kurangnya efikasi diri dari individu dalam mengerjakan sesuatu sehingga menganggap anggota lain dapat mengerjakan tugas tanpa kontribusi darinya.

Masalah Social-Loafing dalam organisasi memberikan dampak jangka panjang. Contohnya, tidak meratanya kinerja antar anggota membuat kemunduran dalam organisasi karena perbedaan proses dari tiap anggota yang menyebabkan ketimpangan potensial, karena anggota satu dengan anggota yang lain memiliki beban kerja yang berjarak. 

Padahal, jika kinerja tiap anggota dapat dimaksimalkan, maka hasil yang di dapat bisa menjadi lebih optimal dan kemajuan tiap anggota dari setiap bidang dapat merata. Namun tetap saja, masalah ini tidak bisa dihindari dan terjadi di setiap organisasi, menjadi salah satu penyebab terhambatnya kinerja untuk mencapai tujuan.

Dalam praktiknya, Social-Loafing bisa jadi penyebab kecemburuan sosial antar anggota, karena biasanya yang paling banyak bekerja akan mendapatkan pandangan lebih dari struktural. hal ini dapat menyebabkan ketidak-aktifan anggota secara permanen, apalagi jika organisasi tersebut adalah organisasi non-profit yang notabene akan lebih mudah untuk keluar dan tidak aktif dari struktur organisasinya. 

Dengan terjadinya ketidak-aktifan anggota maka struktur organisasi dan sumber daya manusia yang ada menjadi sedikit dan menghambat tujuan dari organisasi untuk tercapai.

Social-Loafing menjadi hal yang sangat krusial untuk ditangani, karena pada hakikatnya, dalam organisasi haruslah dapat menjadi wadah pengembangan setiap anggota, dan setiap anggota haruslah mendapatkan porsi yang sama dalam mengemban tanggung jawab.

Beberapa cara dapat dilakukan dalam menekan Soical-Loafing, menurut Hogg dan Vaughan (2010) menyimpulkan dari berbagai penelitian bahwa terdapat empat cara yang dapat dilakukan.

a. Membua hasil kerja individual dapat dikenali. Dengan cara melakukan evaluasi pada hasil kerja individu.

b. Meningkatkan komitmen anggota kelompok untuk sukses bersama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN