Mohon tunggu...
Teofilus Jom
Teofilus Jom Mohon Tunggu... Kehadiranku di dunia akan lebih bermakna jika aku Menjadi Berkat bagi orang lain

Penulis adalah Politisi Partai Solidaritas Indonesia ( PSI ) Kabupaten Badung,Bali ,Karyawan BUMN, Denpasar Bali.Alumni Seminari KPA Santo Paulus Carmel, Mataloko-Ngada

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Sakramen Baptis: Hidup Baru Bersama Kristus

24 Januari 2021   12:38 Diperbarui: 24 Januari 2021   13:00 171 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sakramen Baptis: Hidup Baru Bersama Kristus
Foto pembabtisan putra Sulung kami Argadiano Gonzaga Jom oleh Romo Venus,Pr di paroki Maria Bunda segala bangsa,Nusadua,Bali | dokpri

Ketika hendak membaptiskan bayi/anaknya orang tua perlu mengetahui dan memahami konsekuensi dari sakramen baptis bayi.  Dengan begitu orang tua akan terbantu dalam upaya mendidik iman anak setelah pembaptisan. Jadi upacara ini nantinya tidak berhenti hanya sekedar ritus atau kewajiban semata, melainkan dihayati sebagai peristiwa keslmatan  yang agung yang secara khusus dianugerahkan kepada bayi/anaknya yaitu pendidikan iman anak. 

Melalui renungan singkat Romo Venus mengatakan Sakramen Baptis adalah pintu gerbang sakramen- sakramen, yang perlu untuk keselamatan, entah diterima secara nyata atau setidak-tidaknya dalam kerinduan, di mana manusia di bebaskan dari dosa, dilahirkan kembali sebagai anak- anak Allah serta di gabungkan dengan Gereja setelah di jadikan serupa dengan Kristus oleh materai tak terhapuskan. 

Romo Venus Juga mengingatkan kepada kami selaku orang tua dan wali baptis , Romo Venus mengatakan pembaptisan hari ini menjadi tanda ungkapan iman akan Yesus Kristus, tetapi bagaimana dengan baptisan bayi di mana bayi belum bisa secara sadar mengungkapkan imannya. 

Dalam hal ini Romo mengatakan  peran orang tua sangat di butuhkan, karena ungkapan iman orang tualah bayi/anak dibaptis.  Peran orang tua sangat dibutuhkan dalam perkembangan hidup anak. Anak – anak adalah pribadi yang nasih sangat lemah dalam segala hal. Mereka masih membutuhkan orang lain terutama orang tua. Romo Venus mengatakan bahwa keputusan pembaptisan bayi/anak adalah keputusan orang tua, maka orang tua berkewajiban untuk membantu bayi/ anak dalam menghayati baptisannya.

Saya bersama keluarga foto bersama selesai Momen pembabtisan | dokpri
Saya bersama keluarga foto bersama selesai Momen pembabtisan | dokpri
Hemat saya, pendidikan iman anak merupakan wujud keterlibatan orang tua dalam tugas kenabian Kristus. Keterlibatan dalam tugas itu merupakan konsekuensi dari hidup perkawinan atau hidup berkeluarga. 

Maka orang tua perlu mendampingi  dan mendidik  iman anak  supaya perlahan- lahan  secara sadar  anak mengakui dan menghayati baptisan yang sudah ia terima.Dengan demikian rahmat keselamatan sebagai buah pembaptisan sungguh dapat dirasakan oleh anak sehingga dalam hal ini yang menjadikan betapa pentingnya pemahaman orang tua akan makna baptisan bayi/anak serta kosekuensinya. 

Pelaksanaan baptisan bayi/anak diperlukan jaminan pendidikan iman dari orang tua kepada anak. Jaminan dan ungkapan iman orang tualah yang menjadi dasar mengapa bayi/anak diperbolehkan dibaptis. Maka orang tua perlu memahami akan makna jaminan itu  dan selain itu orang tua perlu mengetahui dan memahami buah – buah pembaptisan bayi ,sehingga nantinya rahmat pembaptisan dapat dirasakan oleh bayi/anak.

Pada hari minggu, 03 November 2019 adalah hari paling sangat bersejarah dan istimewa bagi kami orang tua karena putra-putri kami dari KBG Santo Montfort telah menerima Sakramen baptis di Gereja Maria Bunda Segala Bangsa oleh RD Evensius Dewantara,Pr selaku Pastor Paroki. 

Sebelum Pembabtisan RD Evensius Dewantara, Pr menandai dahi putra dan putri kami dengan tanda salib, diikuti oleh kami orang tua dan juga wali baptis. RD Evensius Dewantara,Pr membaptis dengan air, simbol air adalah membersihkan. 

Dengan baptisan ini anak kami menyatuh dengan Kristus dan merupakan langkah awal perjalanan hidupnya berimankan kepada Tuhan Yesus Kristus. Setelah pembaptisan Romo mengoleskan minyak Krisma di kening baptisan yang merupakan symbol menguatkan anak dalam nama Tuhan. Menyelimuti anak dengan kain putih, menjadikan symbol anak akan mengenakan ‘’ baju baru yang bersih ‘’ dan juga symbol yang mengingatkan tentang nama Santa/Santo yang jadi pelindungnya. 

Simbol yang terahkir adalah penyerahan lilin menyala dari wali baptis kepada orangtua baptisan. Lilin menyalah melambangkan Kristus yang sudah bangkit dengan mulia. Harapan yang dilambangkan dengan terang cahaya lilin adalah semoga baptisan baru dapat bertumbuh imannya dan kelak akan menjadi terang/cahaya ditengah keluarga dan masyarakat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN