Mohon tunggu...
Teguh Agus Wahyudi
Teguh Agus Wahyudi Mohon Tunggu... Mahasiswa - Santuy bisa merubah hidupmu

Just Do it and Keep Istiqomah

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Gerakan Mahasiswa dalam Mewujudkan Demokrasi di Indonesia

7 Oktober 2021   13:52 Diperbarui: 7 Oktober 2021   13:55 645 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Mahasiswa merupakan salah satu kekuatan yang sudah diakui keberadaanya untuk memperjuangkan keadilan dan selalu dipertimbangkan oleh pemerintah dalam pengambilan kebijakan. Dalam mewujudkan keadilannya mahasiswa melakukan aksi yang disebut sebagai gerakan mahasiswa untuk menegakkan demokrasi di Indonesia. Mahasiswa melakukan aksi ini dikarenakan adanya ketidakberesan terhadap hal yang terjadi di negara tercinta kita, terutama saat pemerintah kita yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakatnya.

Pandangan gerakan mahasiswa sebagai gerakan politik ini sudah terjadi pada awal orde baru. Perbedaan pandangan antara mahasiswa dan pemerintahan ini menyebabkan konflik dan akhirnya membuat kericuhan. Para penganut gerakan moral akan menuduh para aksi yang melakukan gerakan politik ini sebagai penghubung partai politik tertentu. Sedangkan, para aksi yang meyakini gerakan mahasiswa ini beranggapan bahwa tindakan tersebut untuk memperjuangkan keadilan, juga gerakan politik biasanya menganggap orang yang tidak ikut bersama mereka akan dicap sebagai apatis dan tidak melek politik.

Dari banyaknya pertentangan yang ada dalam mewujudkan demokrasi Indonesia, mahasiswa telah memberikan sumbangan besar untuk menciptakan dinamika demokrasi di negeri ini sampai sekarang. Dengan begitu, mahasiswa telah menunjukkan peranannya dalam mempertahankan demokrasi ini. baik di bidang politik, sosial, ekonomi dan pendidikan. Selain sebagai gerakal moral maupun politik, mahasiswa juga disebut sebagai agen perubahan sosial yang berusaha untuk memperjuangkan hak asasi manusia dan kesejahteraan. Gerakan ini muncul dikarenakan pemerintahan atau tindakan penguasa yang lalim dan tidak berpihak pada masyarakatnya. Selain menjadi penggerak untuk memperjuangkan demokrasi secara sosial, moral dan politik, mahasiswa juga menjadi penggerak di masyarakat, yaitu mengusung ideologi masing masing untuk disampaikan pada masyarakat.

Hutington berkata, “bahwa gerakan mahasiswa ialah The Universal Opposition” terhadap bentuk kedzaliman pemimpin dan pemerintah yang dilakukannya selama ini, juga hutington menegaskan bahwa mahasiswa merupakan bentuk perlawanan yang tidak akan pernah padam terhadap pemerintahan yang lalim. Terkait dengan perkataan tersebut, mahasiswa secara kritis akan dituntut untuk melakukan perubahan secara adil dan cermat dalam mengusung ide-ide demokratisasi. Betapa pentingnya peran mahasiswa ini dalam kekuatan pemersatu bangsa dan menjadi penyuara di tengah masyarakat.

Seperti contohnya tanggal 5 oktober 2020 kemarin, dilaksanakan sidang paripurna di gedung parlemen untuk menyetujui RUU Cipta Kerja disahkan sebagai UU. Hal tersebut mendapat kecaman dari para ahli karena adanya ketidaksesuaian terhadap pancasila terutama sila ke-5 dan UU ketenagakerjaan. Sejumlah mahasiswa, pekerja dan buruh mulai mengadakan unjuk rasa untuk menolak atas disahkannya RUU Cipta Kerja. Mulai dari ketua BEM bersatu sampai mahasiswa turun kejalan raya ini ditujukan agar RUU segera dibatalkan karena tidak pro dengan masyarakat, malah akan mempersulit masyarakat untuk mencari nafkah. Dikatakan di Mata Najwa bahwa naskah RUU yang berjumlah 905 halaman sudah diketok di paripurna diubah menjadi 812 halaman untuk diserahkan kepada presiden.

Keberadaan gerakan mahasiswa ini tidak bisa dipandang sebelah mata, dikarenakan generasi muda kitalah yang akan memimpin negeri ini dalam beberapa tahun kedepan. Dengan begitu mahasiswa hadir dalam mewujudkan cita-cita negara kita dengan cara menegakan demokrasi di Indonesia. Itulah alasan mengapa mahasiswa berani maju untuk memberikan ideologi mereka untuk menciptakan dinamika demokrasi di negeri ini dengan baik sampai sekarang.

Sebagai cendikiawan muda, mahasiswa mempunyai peluang posisi terdepan dalam proses perubahan sosial. Sampai kapanpun mahasiswa akan diterima masyarakat sebagai warga kelompok penggerak kehidupan masyarakat. Peran penting mahasiswa sebagai berikut:

  • Menjadi kekuatan korektif terhadap penyimpangan yang terjadi dalam aspek kehidupan masyarakat.
  • Sebagai penerus kesadaran masyarakat atas masalah yang terjadi dalam negeri ini.
  • Salah satu penggerak masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan ideologi.

Permasalahan yang ada di negeri ini tidak akan ada habisnya, karena itu mahasiswa diperlukan dalam mengoreksi serta menyampaikan ideologinya agar mencapai negeri yang stabil dibidang manapun. Mahasiswa akan terus bergerak dinamis dalam merespon setiap peristiwa dimasyarakat yang menyimpang dan tidak berpihak. Demokrasi merupakan sistem pemerintahan yang dijalankan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, karena itu jika pemerintahan tidak dapat berpihak kepada rakyat maka bisa dikatakan pemerintah tersebut sedang melenceng terhadap hakikatnya.

Gerakan mahasiswa didasari dengan ideologi dan kepahaman terhadap ilmu yang sedang dibahas. Gerakan ini tentu dijalankan oleh organisasi mahasiswa dalam kampus yang aktif dan ikut serta dalam memperjuangkan demokrasi. Berikut merupakan organisasi mahasiswa yang sering muncul dalam memperjuangkan demokrasi di Indonesia:

  • Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI).
  • Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM).
  • Aliansi Mahasiswa UINAM.
  • Aliansi Mahasiswa UNHAS.
  • Aliansi Mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM).

Ketika mendengar gerakan mahasiswa, masyarakat pasti tahu bahwa ada hal yang tidak beres dengan negera kita, mulai dari ketidakselarasan sampai korupsi merupakan dampak buruk yang dapat menimpa masyarakat. Mahasiswa perlu kritis dalam menanggapi hal tersebut karena dalam 10 tahun kedepan kitalah generasi muda yang akan memimpin negeri ini. Mahasiswa berani menolak karena tidak sesuai, mahasiswa berani menyampaikan ideologinya karena memiliki ilmu, mahasiswa berani berbeda karena inilah negeri anak muda.

Demokrasi pada zaman sekarang sudah tidak relevan lagi, karena sudah banyaknya pemimpin yang semakin menindas rakyatnya dengan kedok menjanjikan sebuah kesejahteraan. Koruptor semakin kaya, dan rakyat semakin sengsara. Ketika masyarakat bersuara, suara mereka akan tertutupi oleh media yang tersuap. Inilah negara Indonesia, mengkritik pemimpin bukan solusi yang terbaik untuk mencapai kesejahteraan, karena kritikan itulah yang bisa menjadi bumerang buruk bagi kita.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan