Mohon tunggu...
TauRa
TauRa Mohon Tunggu... Rabbani Motivator, Penulis Buku Motivasi "The New You" dan Pembicara Publik

Rabbani Motivator, Leadership and Sales Expert and Motivational Public Speaker. Instagram : @taura_man Twitter : Taufik_rachman Youtube : Taura_Official email : taura_man2000@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Wahai Ayah Bunda, Kami Merindumu

9 Mei 2021   20:25 Diperbarui: 9 Mei 2021   20:41 316 17 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Wahai Ayah Bunda, Kami Merindumu
Surat untuk keluarga di sana (pixabay.com)

Salam Cinta untuk seluruh keluarga di sana

Meski kita jauh di mata, tapi Insya Allah kita dekat di telinga. Jarak kami dan kalian hanyalah sejarak kita mengangkat gagang telepon. Kita sebenarnya dekat meski secara fisik jauh.

Duhai keluarga tercinta, jauh bukan alasan kita tak saling mencinta, jauh bukan alasan kita tak saling bertegur sapa. Ini bukan tentang saling dekat saja, tapi ini tentang rasa saling cinta dalam situasi yang kita tak pernah duga.

Kami ingin hadir tanpa membawa duka. Kami ingin sekali kita saling tertawa bersama. Kami juga ingin memeluk kalian yang jauh dengan penuh cinta. Tapi kami yakin kalau kalian kan mengerti kalau cinta kami lebih dari sekadar pertemuan kita.

Duhai keluarga tercinta. Kebersamaan terkadang tak mesti harus bersama-sama. Kebersamaan terkadang bisa saling menyapa meski di tempat berbeda. Kebersamaan bahkan bisa saja saling bertegur sapa meski kita ada di kota berbeda.

Duhai keluarga tercinta. Kami ingin memberi tahu kalau kami di sini baik-baik saja. Kami juga tahu kalau kalian di sana juga sehat-sehat sahaja. Kami kan selalu berdoa untuk kesehatan kita semua. Kami selalu berdoa untuk kekuatan kita melalui ini semua. Kami juga kan selalu berdoa untuk siapapun keluarga kita yang sudah tiada.

Duhai keluarga tercinta. Sampaikan salam takzim kami untuk ayah dan bunda. Kami tentu dapat menyampaikannya langsung kepada ayah bunda. Tapi kami juga ingin diwakilkan oleh kalian yang sekota dengan ayah bunda. Titip cium mesra untuk mereka berdua. Titip salam cinta untuk keduanya. Titip salam hormat untuk mereka yang sudah melahirkan dan membesarkan kita.

Duhai keluarga tercinta. Maafkan segala khilaf dan salah kami jika ada dan kami yakin pasti ada. Perdebatan kita terkadang berujung saling marah. Perbedaan pendapat kita terkadang berujung saling diam. Tapi kami dan kalian, kita semua tahu kalau hal itu takkan mengubah status saudara di antara kita. Kami tetap menyayangi kalian sebagaimana kalian pasti juga menyayangi kami.

Duhai keluarga tercinta. Selamat menyambut idul fitri dengan suka cita. Hapuslah air mata mu. Sambutlah hari kemenangan kita dengan kebahagiaan dan senda gurau bersama keluarga kecil masing-masing. Dan tolong sekali lagi, sampaikan kepada ayah dan bunda, kami selalu merindu mereka.

Salam bahagia

TauRa

Dari Kota Penuh Cinta

VIDEO PILIHAN