Mohon tunggu...
Tarjum Sahmad
Tarjum Sahmad Mohon Tunggu... Sambil bekerja, menekuni dunia marketing dan jalani hoby menulis.

Suka sekali menulis di blog dan media online. Blog pribadi: Curhatkita.com Blog Kesehatan: Sentradetox.com. Akun Facebook: Tarjum Sahmad. WA: 0896-3661-3462 - Call/SMS: 0823-2066-8173. Menulis buku psikologi, bisnis & novel.

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Jual Nasi Bungkus via Whatsapp

13 Maret 2018   07:42 Diperbarui: 13 Maret 2018   08:57 1513 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jual Nasi Bungkus via Whatsapp
Foto: nasiboxweddingsurabaya.wordpress.com

Orang-orang kreatif bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mendukung aktivitas bisnisnya. Gak harus dengan cara-cara yang rumit dan canggih, bisa dengan cara yang sederhana tapi efektif dan terbukti berhasil.

Berikut akan saya tunjukkan satu contoh.

Seorang pemilik warung nasi, "menjual nasi bungkus lengkap dengan lakuk-pauknya menggunakan Whatsapp"

Di depan pabrik ada wanung nasi sederhana. Selain melayani pembeli yang makan di warung, pemilik warung nasi ini juga melayani pesanan nasi bungkus via Whatsapp dengan sistem delivery.

Foto: kaskus.co.id
Foto: kaskus.co.id
Dia awalnya buka warung nasi di depan pabrik garmen dengan target pembeli 4000 karyawan pabrik yang suka sarapan dan makan siang di sekitar area pabrik.

Warung nasi ini biasanya diserbu karyawan saat jam makan siang. Di jam-jam lainnya yang makan di warung nasinya tidak sebanyak seperti saat jam istirahat karyawan pabrik.

Pemilik warung yang cukup gaul ini ternyata jeli melihat peluang dan cerdik memanfaatkan aplikasi smartphone untuk meningkatkan omzet warung nasinya.

Bagaimana cara dia memanfaatkan Whatsapp untuk melejitkan omzet penjualan warung nasinya?

Sederhana saja, gak harus punya skill khusus bisnis online yang sulit difahami kebanyakan orang.

Pagi-pagi dia mengirim daftar menu ke no WA para karyawan yang menjadi pelanggan warung nasinya.

Foto: tipsbejo.blogspot.com
Foto: tipsbejo.blogspot.com
Menu yang ditawarkan cukup lengkap dan variarif antara lain:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN