Mohon tunggu...
Ridha Harwan
Ridha Harwan Mohon Tunggu...

Linguistik dan terjemahan, Bandung. https://tarjiem.com/

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

Sumpah Pemuda Dalam (Mata) Dunia Terjemahan Saya

29 Oktober 2014   05:23 Diperbarui: 17 Juni 2015   19:21 0 0 0 Mohon Tunggu...
Sumpah Pemuda Dalam (Mata) Dunia Terjemahan Saya
1414507767606482327

Alhamdulillah, saat ini umur saya masih boleh dikatakan masih muda, 28 tahun Masehi geto loch... :D Jadi jangan heran, saya masih boleh dikatakan anak gaul (yang suka kelayapan di dunia maya alias dunia internet).

***

Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2014 hari ini, tidak lama lagi berakhir, kurang lebih 3 jam wib lagi akan habis dan penulisan tanggal akan berganti menjadi 29 Oktober 2014 saat saya memulai tulisan ini. Saya yang masih muda ini dan masih masuk kategori pemuda dari segi umur harus sangat mensyukuri periode 'kejayaan' yang saya alami saat ini.

Tulisan "Sumpah Pemuda Dalam (Mata) Dunia Terjemahan Saya" ini lahir dari sebuah inspirasi dari saudara/i saya yang jelas-jelas sekali lebih muda dari saya, namun saya tidak jelas wajahnya, hanya menebak dari roman apa yang ditulisnya.

[caption id="attachment_370135" align="alignnone" width="545" caption="Pertanyaan awalnya"][/caption]

Ungkapan Bapak Soekarno yang santer tercatat di dalam sejarah hingga Bangsa Indonesia tidak melupakan dia adalah

"Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya ... Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia"

Lalu apa hubungannya dengan dunia terjemahan saya?

Berawal dari tanggal 25 Oktober 2014 yang lalu, ada yang berkomentar di blog jasa terjemahan saya, pertanyaannya cukup menarik dan jawaban yang kita berikan akan menentukan apakah pertanyaannya akan berlanjut atau berhenti hanya satu pertanyaannya saja. Setelah saya jawab ternyata pertanyaannya berlanjut hingga malam ini. Saya baru saja selesai menjawab 2 pertanyaan dari 5 pertanyaan yang ia ajukan.

Percaya atau tidak hanya dengan 1 atau 2 pertanyaan yang beliau ajukan, saya langsung bisa membuat satu buah artikel standar 500-700 kata. Namun itu saya simpan saja untuk nanti, kalau saya telah menyelesaikan satu per satu kewajiban saya.

Lalu apa hubungannya dengan sumpah pemuda?

Bagi mereka yang pernah muda, tentu paham betul dan kangen dengan masa-masa indah di sekolah, eh masa-masa muda. Di sinilah letak arti sumpah pemuda. Sumpah pemuda lahir dari tokoh-tokoh orang yang umurnya masih muda saat itu. Masih ingat saya saat saya pernah berkunjung ke rumah sumpah pemuda di jalan terusan Salemba Jakarta, menjelang Pasar Senen. Darah, hati, mata saya sampai berdesir bergerak membaca sebuah teks yang menggambarkan arti penting sumpah pemuda.

[caption id="attachment_370137" align="alignnone" width="552" caption="Lanjutan pertanyaannya yang luar biasa."]

14145079541301221408
14145079541301221408
[/caption] Orang muda memiliki kesan dengan perubahan. Itulah mengapa lahir sumpah pemuda. Sebuah gerakan yang muncul dikarenakan kemuakan atas sistem pemerintahan penjajahan yang ada saat itu.

Dengan jiwa muda beliau yang bertanya kepada saya soal terjemahan itu pula lah lahir tulisan ini. Jiwa yang memiliki rasa ingin tahu yang sangat mendalam, jiwa yang memiliki kreatifitas yang sangat tinggi, jiwa yang memiliki ide-ide segar mengalir setiap saat, jiwa yang memiliki keberanian yang pantas diberi penghargaan, jiwa yang memiliki intervensi tanpa pihak lain, itulah jiwa pemuda. Jiwa yang penuh kebebasan. Sebuah jiwa yang memiliki energi yang sangat luar biasa.

[caption id="" align="alignnone" width="534" caption="Anies Baswedan (gambar:kilatstorage.com)"]

Anies Baswedan (gambar:kilatstorage.com)
Anies Baswedan (gambar:kilatstorage.com)
[/caption]

Banyak sekali yang menulis soal sumpah pemuda hari ini di sini (kompasiana). Berikut penutup tulisan saya mengenai sumpah pemuda dalam dunia terjemahan terkait dengan para pembaca kompasiana yang suka akan hiruk pikuk berita populer saat ini.

Hanya ada dua pilihan bagi seorang pemuda/i saat ini. Menjadi figur Susi Pudjiastuti atau menjadi figur Anies Baswedan. (My Quote)

Ibu Susi Pudjiastuti, seorang menteri yang mungkin 'paling tidak berpendidikan'  di antara Kabinat Kerja Presiden Jokowi 2014. Seorang wanita tangguh luar biasa, tidak mengenal apa itu istilah sarjana, namun karyanya membuat minder para sarjana atau yang tamat sekolah menengah umum. Saya pribadi menjadi terpacu bersaing dengan beliau dalam hal memiliki pesawat jet pribadi. Karena saya masih ada kesempatan 10-15 tahun lagi untuk berada sama dengan umur Ibu Susi, pemilik layanan penerbangan Susi Air yang memiliki pemberitaan yang cukup kontroversi ini.

[caption id="" align="aligncenter" width="448" caption="Siapa pun bisa iri melihat foto Ibu Susi ini (sumber foto : bisnis.inspiratif.blogspot.com)"]

[/caption]

Bapak Anies Rasyid Baswedan, seseorang yang hadir mendampingi saat Bapak Joko Widodo didaulat menjadi Calon Presiden Republik mega raya ini, Menteri Pendidikan Kabinat Kerja 2014. Lahir dari keluarga berpendidikan, Ayah-Ibu yang berilmu, hingga ia didaulat menjadi rektor termuda di Indonesia, Universitas Paramadina. Orang pintar aseli tulen.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2