Tareq Albana
Tareq Albana mahasiswa

Mahasiswa Universitas Al-Azhar, Mesir. Jurusan Islamic Theology. Bekerja sebagai Reporter dan Penyiar Radio PPI Dunia dan sebagai Founder Ikatan Pelajar Minang Internasional, Founder Komunitas Sepeda ASEAN "GOWES KAIRO" di Kairo Dan Anggota Forum Mahasiswa Internasional.

Selanjutnya

Tutup

Muda Artikel Utama

Mahasiswa Indonesia Gelar Festival Budaya se-Asia di Mesir

19 November 2017   02:00 Diperbarui: 20 November 2017   05:17 1677 5 0
Mahasiswa Indonesia Gelar Festival Budaya se-Asia di Mesir
Mahasiswa se Asia berkumpu untuk mengikuti perhelatan akbar budaya ini (Dokumentasi Pribadi)

Mahasiswa Indonesia memang dikenal aktif dalam memperkenalkan budaya bangsa nya di Luar Negeri, kali ini Mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir menyelenggarakan perhelatan budaya akbar yang dinamakan dengan Asian Culture Festival.

Acara yang diselenggarakan pada Sabtu, 18 November 2017 di Gedung Sholah Kamil kota Kairo ini adalah hasil kerjasama dengan Organisasi mahasiswa  dari 9 Negara yang ikut  memeriahkan Asian Culture Festival, diantara nya ialah Indonesia, Malaysia, Singapura, Fhilipina, Pakistan, Afghanistan, Bangladesh dan Krygyztan.

Delegasi dari Afghanistan turut memeriahkan acara (Dokumentasi Pribadi)
Delegasi dari Afghanistan turut memeriahkan acara (Dokumentasi Pribadi)
"Perbedaan adalah kekuatan bagi kita, sebagaimana dengan tema acara ini Diversity In Spirit Unity yang berarti Keragaman adalah kekuatan bagi kita untuk bersatu.

Kita Indonesia juga negara yang beragam, namun kita disatukan oleh keragaman tersebut, dibuktikan dengan semboyan kita Bhineka Tunggal Ika" Ujar Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Cairo Dr. Usman Syihab dalam acara pembukaan.

Acara Yang berlansung Meriah ini menampilkan berbagai kesenian dan budaya dari 9 Negara di Asia, tidak ketinggalan beberapa delegasi pun memutarkan video sebagai perkenalan Negara mereka. Penonton yang hadir tak jarang memberikan tepuk tangan atas penampilan unik dan menarik dari sejumlah negara.

Stand Milik Mahasiswa Singapura (Doc Pribadi)
Stand Milik Mahasiswa Singapura (Doc Pribadi)
Penampilan dari Mahasiswa Indonesia yang membawa kesenian Silat Tapak Suci mengundang decak kagum penonton, karena dipenuhi atraksi ekstrem termasuk penggunaan tongkat dan Pedang.

Mahasiswa Bangladesh juga tidak ketinggalan, mereka membawakan pertunjukan Komedi Bisu yang sukses membuat para penonton tertawa.

Pertunjukan Tapak Suci dari Indonesia mengundang decak kagum penonton (Dokumentasi pribadi)
Pertunjukan Tapak Suci dari Indonesia mengundang decak kagum penonton (Dokumentasi pribadi)
Tak hanya itu, di luar gedung Sholah Kamil juga terdapat bazaar dan stand dari negara yang berpartisipasi. Selain membawa pernak Pernik Khas negara, sebagian delegasi memanfaatkan momen ini untuk menjual berbagai souvenir dan makanan Khas negara mereka seperti Indonesia, Malaysia, Singapura dan Afghanistan.

Para pengunjung memanfaatkan momen ini untuk berfoto dengan stand yang dipenuhi souvenir berbagai negara. Menariknya stand milik mahasiswa Krygyztan bersedia meminjamkan jubah dan topi khas negara mereka kepada para pengunjung agar bisa berfoto, tak heran stand negara ini jadi rebutan banyak pengunjung.

Stand Milik Mahasiswa Krygyztan (dokumentasi Pribadi)
Stand Milik Mahasiswa Krygyztan (dokumentasi Pribadi)
Beralih ke Bazaar, StandIndonesia menjadi pusat perhatian karena dipenuhi dengan pernak pernik dari berbagai daerah, termasuk ada dua rang mahasiswa berpakaian adat yang siap menyambut para pengunjung yang datang untuk melihat lihat.

Selaku Inisiator dan pelaksana acara Festival ini, PPMI Mesir dibanjiri Pujian dari Pejabat negara lain, hal ini diakui Oleh Pangeran Arsyad Ihsan Nulhaq selaku Presiden PPMI Mesir.

"Insya Allah acara ini akan kita pertahankan setiap tahun nya, tidak hanya untuk mahasiswa Asia namun juga untuk Dunia" tutur Pangeran.

Terakhir, acara ditutup dengan penampilan Parodi Bisu dari Mahasiswa Bangladesh setelah itu para delegasi bersalam salaman dan mengadakan sesi foto bareng sebelum meninggalkan lokasi acara.

Festival yang baru pertama kali diselenggarakan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan silaturahmi Antar Mahasiswa Al Azhar yang berasal dari Benua Asia termasuk ajang untuk saling mengenal satu sama lain nya.

Tareq Albana Untuk Kompasiana