Tareq Albana
Tareq Albana mahasiswa

Mahasiswa Universitas Al-Azhar, Mesir. Jurusan Islamic Theology. Bekerja sebagai Reporter dan Penyiar Radio PPI Dunia dan sebagai Founder Ikatan Pelajar Minang Internasional, Founder Komunitas Sepeda ASEAN "GOWES KAIRO" di Kairo Dan Anggota Forum Mahasiswa Internasional.

Selanjutnya

Tutup

Muda highlight

Seandainya Kebohongan Dwi Hartanto Tidak Terbongkar

12 Oktober 2017   12:24 Diperbarui: 12 Oktober 2017   12:35 2053 5 3
Seandainya Kebohongan Dwi Hartanto Tidak Terbongkar
Dwi Hartanto sang Jenius Muda "The Next Habibie" (sumber: batampos.com)

Nama Dwi Hartanto menjadi viral dalam sekejap. Bagaimana tidak, seorang ilmuwan yang digadang-gadang bakal menjadi "The Next Habibie" karena saking banyaknya Penghargaan dan prestasi yang telah diraihnya. Berbagai media cetak telah meliputnya bahkan salah satu stasiun TV telah mengundangnya dalam wawancara. Tidak hanya itu, beredar kabar bahwa ia dijamu oleh Pak B.J Habibie secara khusus karena kehebatanya di bidang Antariksa.

Banyak orang yang bangga terhadap Dwi dengan segala prestasi dan pencapaian yang luar biasanya di bidang Antariksa itu. Namun tidak ada yang abadi di dunia ini, ketenaran dan kebanggaan Rakyat Indonesia kepada nya itu hancur dalam satu malam tatkala mencuatnya Isu bahwa Dwi telah Berbohong atas berbagai Prestasi nya itu.

Tak pelak kabar itu membuat banyak orang kaget dan marah karena merasa ditipu dengan mulut manisnya Dwi dalam beretorika terhadap prestasi nya itu. Dalam sekejap para ilmuan Indonesia bersuara, merasa melanggar kode etik, akhirnya Dwi disidang dan telah meminta maaf kepada masyarakat Indonesia.

Pada tulisan ini, saya tidak akan membahas mengenai apa saja kebohongan yang telah di koar-koarkan oleh Dwi, namun saya ingin berandai andai, Jika Kebohongan dwi terus berlanjut hingga kelak dimasa depan apa yang akan terjadi?

Menurut saya, Dwi sepertinya memilki cita-cita atau obsesi yang tinggi untuk terkenal. Sebenarnya hal ini adalah wajar, karena sudah menjadi fitrahnya Manusia bahwa pengakuan atas dirinya itu sangat penting. Namun obsesi yang tinggi Dwi Hartanto untuk terkenal sangat berbahaya, karena dengan kebohongannya itu ia sempat dipercaya sebagai salah seorang anggota pelaksana di bidang Aerospace yang sebenarnya bukan keahliannya sama sekali.

Artinya jika seandainya kebohongan Dwi terus berlanjut, bisa jadi ia melakukan banyak kesalahan dalam pengembangan teknologi antariksa yang sangat beresiko. Katakanlah jika ia membuat kesalahan fatal, dan proyek antariksanya gagal, maka kerugian yang ditimbulkan akan sangat besar, mulai dari nyawa yang melayang dan pendanaan yang sia-sia.  Jika hal itu terjadi, Nama Baik bangsa Indonesia di kancah Internasional akan menjadi taruhannya.

Itu satu contoh yang menegaskan bahwa kebohongan Dwi sudah sangat keterlaluan, banyak hal yang terkorban kan jika hal ini tidak terungkap. Anehnya Dwi tetap melanjutkan kebohongannya ini walau sebenarnya saya yakin Dwi mengetahui resiko jika ia tetap berbohong.

Banyak orang meyakini bahwa Dwi mengidap penyakit kelainan mental yang diesbut "Mythomania" sehingga diperlukan terapi khusus agar menyembuhkan Dwi dari penyakit ini.

Kembali kita membayangkan, Seandainya Kebohongan Dwi tidak terbongkar, bisa jadi di masa depan ia dipercaya sebagai pemimpin pelaksana Proyek Pembangunan Pesawat Nasional seperti yang pernah dilakukan oleh pak B.J Habibie Atau paling tidak ia dipercaya menjadi salah satu Ilmuan di Perusahaan penerbangan Internasional seperti Boeing.

Bisa kalian bayangkan apa yang terjadi  bila seorang Dwi Hartanto yang sebenarnya tidak memiliki kemampuan di bidang Aviasi atau Pesawat menjadi Pimpinan Proyek Pesawat Nasional itu?

Sedikit saja Dwi melakukan kesalahan pada proyek Pesawat Nasional itu, tidak hanya satu dua orang yang bakal menjadi korban akan tetapi ratusan hingga ribuan orang bisa tewas akibat kesalahan kecil yang dilakukan oleh Dwi Hartanto!

Mengerikan bukan?

Belum lagi jika seandainya Dwi dipercaya untuk bekerja di perusahaan Pesawat Ternama, Boeing. Perusahaan Boeing telah memproduksi ribuan pesawat diseluruh dunia. Satu kesalahan yang dilakukan oleh Dwi bisa merusak nama baik perusahaan Boeing, tidak hanya itu Dwi juga bisa membuat Indonesia malu di Kancah Internasional. Lebih dari itu Dwi bisa membahayakan banyak nyawa orang di Dunia.

Apakah saya terlalu berlebihan dalam berandai-andai?

Saya rasa tidak berlebihan. Karena Perusahaan Internasional sering mengutus Ilmuan Indonesia dalam proyek besar mereka, sebut saja pak B.J Habibie yang dipercaya oleh Jerman. Jika Dwi dipecaya oleh negara lain, itu bisa saja terjadi.

Oleh karena itulah saya menyebut kebohongan Dwi Hartanto sudah keterlaluan dan kita sebagai masyarakat Indonesia juga sudah keterlaluan polos nya, sehingga mudah memercayai Dwi.

Lalu sekarang permasalahan ini sudah selesai, Dwi telah meminta maaf, dan ia kehilangan berbagai Award yang pernah diterima, lalu sekarang publik Indonesia sedang mengolok-oloknya. Dwi Kehilangan semua yang telah diraihnya atas Kebohongan itu, saya rasa itu sudah cukup sebagai hukuman untuk Dwi.

Tidak baik jika kita terus mengolok-oloknya, sebagai bangsa yang baik hendak nya kita mengambil pelajaran dari kejadian ini dan berharap untuk tidak terulang kembali di masa depan.

Kepada Para Ilmuan Indonesia saya berterimakasih telah mengungkapkan permasalahan ini kepada public.  Walaupun pahit kenyataan ini harus dibeberkan agar tidak menimbulkan resiko yang lebih besar.

Teruntuk kakanda Dwi Hartanto, saya salut dengan obsesimu dan juga salut dengan pencapaianmu, sekarang saat nya bagimu untuk istirahat dengan segala kebohongan itu. Lebih baik urusan ini selesai di dunia, karena di Akhirat azab nya jauh lebih pedih.

Dan manfaatkanlah waktu yang tersisa untuk berkarya. Namanya juga manusia yang tak luput dari kekhilafan serta jangan khawatir, nama baikmu akan kembali harum dan dibanggakan oleh orang Indonesia seiring dengan karya-karya nyata yang akan engkau hasilkan tentunya di bidang yang engkau kuasai.

Teruslah Terbang "Next Habibie" Dwi Hartanto!

Tareq Albana, Kairo, Mesir.

Kamis, 12 Oktober pukul 07.06 Clt