Sosbud

Seandainya Pilpres seperti Pilkades Desa Mulyoagung

10 Mei 2019   22:42 Diperbarui: 11 Mei 2019   18:31 33 1 1
Seandainya Pilpres seperti Pilkades Desa Mulyoagung
whatsapp-image-2019-05-10-at-8.09.16-pm-2.jpeg

Tulisan ini juga di posting di blog pribadi https://tarecha.wordpress.com/2019/05/10/seandainya-pilpres-seperti-pilkades-desa-mulyoagung/

3

saya tidak tahu cara attach foto disini , mungkin editor bisa membantu attach foto seperti yang di blog saya
Malang, 10 Mei 2019
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hari ini saya senang sekali, dan pengen mengajak pembaca untuk rehat sejenak dari hiruk pikuk pilpres yang sedang panas, atau masih panas sejak beberapa bulan terakhir. Ya benar, ini jenis karangan persuasif. Sebelum ngantuk saya sempatkan nulis ini

Perkenalkan saya agung, rumah secara geografis di desa sumbersekar, tepatnya di perbatasan desa sumbersekar dan mulyo agung, pembatas wilayahnya hanya kali kecil di samping rumah saya. lupakan sejenak batas geografisnya. Di dekat rumah saya ada Masjid Baitus salam, hari ini jadwal mubaligh sedang kosong, jadi diisi oleh imam yang biasanya. Setelah tarawih Pak Saruwi yang merupakan ta'mir naik mimbar, dan mengucapkan terima kasih atas kedatangan Kepala Desa Mulyoagung Bapak H. Sumardi dan para perangkat desa tarawih di Masjid Baitus Salam, Pak kades ngobrol2 dengan Par Ta'mir apa sudah tahu calon kadesnya. Beliau menjawab belum tahu, ya sudah dibuat perkenalan. Pak Saruwi mempersihakan sambutan Pak Kades. Pak Sumardi naik mimbar dan memberikan sambutan bahwa bukan untuk mengisi tausiah, tapi ingin bersilaturrahim dengan jamaah.

Pak Sumardi memperkenalkan bahwa mengajak serta perangkat desa mulyo agung, semua di sebut lengkap kasi-kasi yang datang ( kepala seksi), Pak Kamituwo, Pak Carik, lengkap. Beliau menceritakan bahwa menjelang akhir bulan ini masa tugas kepala desa akan selesai. Beliau ingin berpamitan dan minta maaf mungkin ada beberapa program yang belum selesai. Pak Sumardi menjadi Kamituwo selama 20 tahun, lalu jadi kepala desa selama 2 periode 12 tahun. Dan menyebut dulunya aktif juga dengan salah satu jamaah masjid Pak Nari sejak pemuda dulu. salah dua program yang belum selesai adalah pembangunan jalan desa tembus ke weru jadi warga yang mau ke weru bisa nerabas lewat jalan tersebut, insyaAllah kemarin sudah pengukuran dan tahun ini bisa dikerjakan nanti oleh penggantinya. Yang kedua kalau tidak salah semacam program sertifikat tanah, kalau di Dusun Jetak Ngasri ini belum semua ikut program ini. Beliau mengatakan insyaAllah nanti oleh kepala desa selanjutnya akan berjalan bagi yang belum ikut , selama tanah itu tidak ada sengketa insyaAllah mudah..

Lalu beliau mengatakan bahwa nanti sekitar bulan juni akan ada pemilihan pilkades, kalau bapak2 ibu2 kemarin pilpres sekarang ada pilkades. Karena jamaah juga belum tahu calonnya maka Pak Kades mempersihlahkan kepada kedua calon untuk memperkenalkan diri. Agar jamaah tahu. Beliau menceritakan bahwa calon kadesnya adalah sama-sama perangkat desa. Satu Pak Carik satunya saya lupa pokoknya sama2 perangkat desa. Calon pertama adalah Pak Mohamad Arifin sebagai carik. Pak Arifin maju dan memperkenalkan diri bahwa nama beliau arifin dan rumahnya di jalan ngasri blok berapa gitu saya lupa. Beliau adalah Carik. cman sekadar perkenalan saja tidak panjang2. nanti disambung lain kesempatan. Lalu calon kedua Pak Heri maju.. sama seperti Pak Arifin memperkenalkan diri. Bahwa beliau sama-sama perangkat desa dengan Pak Arifin, bolo dewe ( Red : teman sendiri ). Saya hanya mendampingi Pak Arifin saja. Karena kalau calonnya cuman satu nanti jadi masalah, pemilihan di undur 2 tahun baru tahun 2021 pemilihan. Akan merepotkan. Ya lumayan teman sendiri, kalau di sumbersekar calon satunya adalah istrinya sendiri ( saya warga sumber sekar dan waktu pemilihan kades sumber sekar saya nyoblos istrinya -- kan juga nothing to loose pasti jadi Pak Calon Kades Sumbersekar ya).  kira-kira begitu perkenalan singkatnya.

Setelah beliau berdua memperkenalkan diri lalu Pak Saruwi naik lagi, iya bahwa beliau mendukung keduanya jadi kades, gk enak kalau mendukung salah satu karena ada semua disini, tapi nanti kalau pemilihan jangan dipilih keduanya. ini cman guyonan saja. Pak Saruwi bahkan mengusulkan Pak Kamituwo untuk mencalonkan diri. tapi Pak Kamituwo tidak mau. "La riko nyawang aku lo piye ?" ( Anda melihat saya bagai mana ? ) kira2 seperti itu guyonannya.  setelah itu sholat witir lalu kami ngobrol2. Pak Kades cerita2 . soal kos-kos an di desa mulyo agung bagaimana... yang diajak pertemuan dengan rektor umm, yang intinya berterima kasih karena ekonomi warga muyoagung jadi punya pendapatan, dari kos-kos an,, dari warung... disambi dengan makan buah, kurma, dan gorengan.

tidak terlalu lama namun sangat cair. kedua calon kades juga ngobrol2 hangat. setelah itu mereka semua pamit pulang, ternyata lewat ke jalan ke rumah pak arifin mungkin mau ke rumah beliau dulu.

setelah semua pulang kami ngobrol2 dahulu mengenai kondisi desa yang dimana banyak tanah warga di sewakan di jadikan cafe. tanah2 produktif pertanian itu di beton cor. tentu nanti ongkos membongkarnya lagi juga mahal. apalagi setiap cafe pasti gali sumur, menguruk sumur juga mahal. karena disini sulit air dari pengairan yang ada di desa. setelah itu dilanjutkan ngaji sebentar tinggal 2 orang saya dengan pak saruwi. gpp sak ain saja yang penting ngaji karena juga sudah malam.

see.... ini desa, tidak terlalu terpencil sih. namun memang kohesi sosialnya lekat sekali. tidak ada rebutan jadi kades, tapi regenerasi harus dilanjutkan. semua sudah tahu harus berperan seperti apa. gak ada rame-rame kampanye, gak ada beradu argumen. Pak Heri bahkan sudah mendeclare bahwa hanya mendampingi temannya Pak Arifin saja maju jadi calon kepala desa, agar tidak repot pemilihan ditunda 2 tahun hingga 2021 atau seperti desa sebelah ( desa saya ) yang akhirnya istrinya yang mencalonkan kades juga. Seandainya para politisi kita, para pemegang jabatan pemerintahan bisa sedikit saja meniru Pilkades Desa Mulyoagung....

kalau mereka tidak bisa, setidaknya kita bisa menirunya.....

sekian

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

berikut dokumentasi yang lain, oh ya karena saya gak bawa hape saya pinjam hape salah satu jamaah minta tolong difotokan dan kirim wa ke saya. klo saya bawa pasti yang waktu naik mimbar sudah saya foto he he

whatsapp-image-2019-05-10-at-8-09-15-pm-1-5cd6b2ce95760e56b25909a4.jpeg
whatsapp-image-2019-05-10-at-8-09-15-pm-1-5cd6b2ce95760e56b25909a4.jpeg
whatsapp-image-2019-05-10-at-8-09-16-pm-5cd6b2d995760e750474f533.jpeg
whatsapp-image-2019-05-10-at-8-09-16-pm-5cd6b2d995760e750474f533.jpeg
whatsapp-image-2019-05-10-at-8-09-15-pm-1-5cd6b2a37506570d526eece2.jpeg
whatsapp-image-2019-05-10-at-8-09-15-pm-1-5cd6b2a37506570d526eece2.jpeg