Mohon tunggu...
Tarmidinsyah Abubakar
Tarmidinsyah Abubakar Mohon Tunggu... Politisi - Pemerhati Politik dan Sosial Berdomisili di Aceh
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Penulis adalah Pemerhati Politik dan Sosial Berdomisili di Aceh

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Pilpres dan Pilkada: Elektabilitas, Bisa Dikalahkan Jika Masuk Calon Baru Tidak Diduga

10 Februari 2021   10:00 Diperbarui: 10 Februari 2021   14:22 201
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Oleh : Tarmidinsyah Abubakar

Pekerjaan politik tidak bisa diukur sebagaimana rumus matematika, kecuali tingkat pemahaman politik masyarakat rata-rata di bawah standar.

Begini lho,,,,ingat gak cerita Abu Nawas yang berkeliling kota kemudian mengatakan kepada orang bahwa seseorang yang alim bisa melihat surga dalam topinya. Hingga sampai cerita itu ke Raja dan Raja juga ikut melihat dalam topi Abu Nawaz. Karena ketakutan terhadap imagenya akhirnya Raja juga mengatakan bahwa ia melihat surga sehingga seantero negeri berbicara tentang topi Abu Nawaz.

Siapa yang membantah tentu akan dianggap tidak alim, tidak taat pada Allah dan seseorang yang bangsat digelapkan matanya melihat surga Allah.

Nah...ini permainan psikology seorang penipu yang mampu menipu seluruh rakyat suatu negara dengan kelihaiannya.

Lalu jika anda tanya kepada saya, alat pengarahan pikiran masyarakat dalam politik yang paling efektif itu apa sih?

Jawabnya adalah "lembaga survey politik" dan Segunung Uang

Mereka bisa menggunakan formasi permainan Abu Nawaz dalam politik, tentu saja apabila kualitas rata-rata warga masyarakat dibawah standar dalam memahami politik atau mereka tidak peduli politik.

Negara-negara dengan kualitas rakyatnya yang lemah akan dibola-bolai dalam memilih pemimpinnya, sehingga dalam hal ini rakyat akan mengalami kendala besar dalam politik. Masyarakat bukan memilih pemimpin tetapi justru memilih demagog.

Alat meyakinkan rakyat untuk pemenangan mereka apa?

Pertama,
Uang dan Fasilitas untuk sogok secara intensif dan Membiayai Manajemen Jaringan (kapitalizem)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun