Mohon tunggu...
Taofik Wildan
Taofik Wildan Mohon Tunggu... Saya adalah

Wildan

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Harga Komoditas Naik Tinggi, Kementan: Masih Normal Kok!

9 Mei 2019   18:47 Diperbarui: 9 Mei 2019   18:48 0 0 0 Mohon Tunggu...

Anak bayi juga tahu tiap kali masuk bulan Ramadan harga-harga komoditas pangan selalu menanjak naik. Entah karena pasokannya kurang, permintaan naik tajam atau memang aji mumpung pedagang memanfaatkan momentum hari raya, rasa-rasanya belum pernah kita mengalami harga daging sapi, cabai merah keriting atau bawang putih turun atau bahkan stabil saat Ramadan.

Tengok saja media massa beberapa waktu terakhir. Mustahil kolom ekonomi tidak dihiasi oleh pemberitaan naiknya harga komoditas pangan jelang bulan puasa di berbagai wilayah. 

Di kota Bandung misalnya, ada sekitar sembilan jenis komoditas pangan yang mengalami lonjakan harga berkisar 10%-90% pada pekan pertama Ramadan. Kenaikan yang sangat tajam terjadi pada komoditi bawang putih, yang mencapai rata-rata Rp80 ribu per kg dari harga pekan sebelumnya Rp.52.500 per kg atau naik 52.38%.

Cabai merah keriting mengalami kenaikan sekitar 18,3% dari Rp 35.500 per kg menjadi Rp42 ribu per kg. Sementara daging ayam naik rata-rata Rp38 ribu per kg dari harga sebelumnya di kisaran Rp37 ribu per kg.

Republika

Dilansir dari Tirto.id, harga cabai di sejumlah provinsi terpantau mengalami kenaikan sejak awal pekan ini. Harga cabai merah keriting di seluruh provinsi Indonesia rata-rata naik 3,4% atau sebesar Rp1.350 per kg menjadi Rp40.950 per kg. Kenaikan tertinggi terjadi di provinsi Sumatera Utara, dengan lonjakan hingga 27,89 persen atau naik Rp10.750 per kilogram (kg) menjadi Rp49.300 per kg. 

Kenaikan harga juga terjadi pada jenis cabai rawit merah yang rata-rata ada di level Rp49.250 per kg, dan rawit hijau di posisi Rp40.950 per kg.

Sementara itu, harga daging sapi di Aceh melonjak drastis pada hari meugang atau dua hari jelang Ramadan. Di beberapa wilayah harganya bahkan melonjak tinggi hingga mencapai Rp200 ribu per kg. Dilansir dari Detik.com, harga daging yang dibandrol di Banda Aceh berkisar antara Rp150 ribu-Rp170 ribu per kg. Harga ini naik cukup tinggi dibanding harga normalnya di kisaran Rp130 ribu kg.

Detik

Saangnya, pemerintah justru tampak santai-santai saja melihat fakta-fakta diatas. Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi mengatakan media seringkali melakukan pemberitaan yang tidak berimbang terhadap berita kenaikan harga komoditas pangan.

Padahal saat ini harga berada di kisaran stabil dan normal. Dia mencontohkan, berdasarkan hasil pantauannya, harga telur ayam di DKI Jakarta berada di harga acuan pembelian di tingkat konsumen yakni Rp23 ribu per kg.

"Ini sudah saya cek ke sejumlah pasar di DKI Jakarta, normal-normal saja harganya. DKI Jakarta kan barometer," ujar Agung, Selasa (7/5).

Untuk daging ayam, ia bilang harga masih terpantau normal di kisaran Rp32 ribu per kg. Sementara untuk bawang merah patauan menunjukkan harga berada di level Rp22 ribu per kg. 

Awak Kementan ini kembali menyinggung media melakukan pemberitaan secara tidak berimbang terhadap harga-harga komoditas di sebuah wilayah. Ia mencontohkan pemantaun harga di pasar-pasar di wilayah Pademangan, Jakarta Utara, yang menurutnya terkenal mahal untuk dijadikan acuan untuk mengutip harga pangan secara nasional. "Kalau lihat ke pasar lain, belum tentu harganya tidak setinggi di sana (Pademangan)," kata dia.