Mohon tunggu...
Badrut Tamam
Badrut Tamam Mohon Tunggu... Nikmati tiap jengkal di mana kakimu berpijak, karena di atasnya ada langit yang harus engkau junjung

Nikmati tiap jengkal di mana kakimu berpijak, karena di atasnya ada langit yang harus engkau junjung

Selanjutnya

Tutup

Media

Prestisius, Dr. Lailatul Usriyah, M.Pd Berhasil Raih Gelar Doktor di Semester Lima

6 Oktober 2020   15:06 Diperbarui: 7 Oktober 2020   05:02 157 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Prestisius, Dr. Lailatul Usriyah, M.Pd Berhasil Raih Gelar Doktor di Semester Lima
slide1-jpg-5f7c25208ede4817f0482b12.jpg

JEMBER,-Lailatul Usriyah berhasil meraih gelar doktor dalam sidang terbuka pada Promosi Program Doktor bidang Manajemen Pendidikan Pesantren yang digelar Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, Selasa (06/10/2020).

Lailatul Usriyah merupakan mahasiswa dengan proses penyelesaian studi strata tiga tercepat di angkatannya dan berhasil menyabet gelar doktor saat dirinya masih duduk di semester lima.

Pada promosi program doktor yang dilakukan secara online tersebut Lailatul Usriyah berhasil mempresentasikan hasil temuannya dengan baik.

Disertasi berjudul Kepemimpinan Perempuan Dalam Pengembangan Pesantren (Studi Di Pesantren Mukhtar Syafaat Dan Pesantren Mambaul Huda Banyuwangi) sebagaimana dipaparkan Lailatul Usriyah berawal dari kegelisahannya melihat pesantren yang selama ini masih tergantung pada sosok kiai.

“Kepemimpinan adalah salah satu aspek yang menentukan terhadap suksesnya sebuah lembaga  atau organisasi. Dan saya melihat kepemimpinan perempuan khususnya di dalam pesantren masih menjadi diskursus yang sering diperdebatkan,” jelas Lailatul.

slide2-jpg-5f7c2556d541df172c5a81a3.jpg
slide2-jpg-5f7c2556d541df172c5a81a3.jpg
Lebih lanjut dirinya juga mengungkapkan bahwa sebagai manusia yang sama-sama mengemban tugas kekhalifahan, laki dan perempuan diharapkan dapat bekerjasama karena dapat berperan dan memiliki tanggungjawab yang sama di mata tuhan.

Dari temuan pada disertasinya Lailatul Usriyah mengungkapkan fakta bahwa kepemimpinan perempuan dalam pengembangan pesantren berupa pemberi pengaruh, pembuat kebijakan dan sebagai komunikator yang handal.

Berikut Tim Penguji Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar, M.A. (Ketua Sidang, Penguji), Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, M.A. (Penguji Utama), Prof. Dr. H. Moh. Khusnuridlo, M.Pd. (Penguji), Dr. H. Aminullah, M.Ag. (Penguji), Dr. H. Faisol Nasar Bin Madi, M.A. (Penguji),  Dr. Hj. Hamdanah, M.Hum. (Penguji), Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE., M.M. (Promotor), Dr. Hj. St. Rodliyah, M.Pd. (Co-Promotor)

Pada prosesi sidang terbuka banyak masukan diberikan penguji demi kesempurnaan penelitian. Sebagaimana diungkap Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, menurutnya pesantren dikenal konservatif tapi ternyata memberi kesempatan buat perempuan ini menarik di dunia internasional.

“Kalau Promovendus tidak bisa menunjukkan data kaderisasi pemimpin perempuan berikutnya maka kepemimpinan Bu Nyai ini masih belum kuat pengaruhnya,” ungkap Rektor UIN Syarif Hidayatullah itu.

Prof. Dr. H. Moh Khusnuridlo juga memberikan masukan bahwa kepemimpinan perempuan sebagaimana dikaji promovendus, perlu mengeksplore peran-peran kepemimpinan perempuan yang belum tampak dan sebaiknya ditambahkan teorinya Owen The Organizational Behavior.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x