Mohon tunggu...
#hukumlaut
Indonesia-Vietnam: Intrik di Balik Konflik 2
Aditya Salim
Aditya Salim
15 Mei 2019 | 4 bulan lalu

Indonesia-Vietnam: Intrik di Balik Konflik 2

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya yang berjudul "Indonesia-Vietnam: Intrik Dibalik Konflik". Untuk dapat mengikuti dengan baik tu

Politik
471
1
0
Indonesia-Vietnam: Intrik di Balik Konflik (1)
Aditya Salim
Aditya Salim
15 Mei 2019 | 4 bulan lalu

Indonesia-Vietnam: Intrik di Balik Konflik (1)

Saya memutuskan untuk menghapus artikel saya sebelumnya berjudul "Indonesia-Vietnam: Intrik Dibalik Konflik" karena akan membuat beberapa seri tulisan

Politik
1777
5
3
Deklarasi Djuanda, Kedaulatan Maritim Nusantara
Shafo De Robby
Shafo De Robby
13 Desember 2016 | 2 tahun lalu

Deklarasi Djuanda, Kedaulatan Maritim Nusantara

Warna "Pink" pada peta diatas adalah perairan internasional,  berada diantara pulau-pulau dalam satu negara yang sama. Pulau kecil yang berada di

Hiburan
1068
5
3
Djasli Djosan
Djasli Djosan
15 April 2016 | 3 tahun lalu

RRC Tersinggung

Pemerintah Republik Rakyat Cina –RRC- tersinggung atas pernyataan kelompok negara maju G7 dalam pertemuan mereka di Hiroshima, Jepang, pada Senin 11 A

Politik
290
1
1
Ambalat Itu Apa Sih? Pulau Atau Dasar Laut?
Dr. Damos Agusman
Dr. Damos Agusman
28 Juni 2015 | 4 tahun lalu

Ambalat Itu Apa Sih? Pulau Atau Dasar Laut?

    Ambalat kembali menjadi perbincangan. Semua level masyarakat berganti-ganti membicarakannya. Mulai dari politisi, pengamat, editorial me

Politik
7875
3
6
Penenggelaman Kapal Nelayan Asing: Mengapa Harus Jadi Heboh?
Dr. Damos Agusman
Dr. Damos Agusman
09 Desember 2014 | 4 tahun lalu

Penenggelaman Kapal Nelayan Asing: Mengapa Harus Jadi Heboh?

[caption id="attachment_381671" align="aligncenter" width="624" caption="Kapal nelayan asing yang disita. (KOMPAS/Agustinus Handoko)"][/caption]

Humaniora
3100
19
22
Mokhammad Misdianto
Mokhammad Misdianto
23 April 2010 | 9 tahun lalu

Menari Bersama Sonne

Ketika untuk kesian kalinya aku beranjangsana ke tempat kesukaanku, toko buku, mataku bersirobok dengan buku karya Mas Andi Arsana ini. Yang pertama k

Humaniora
100
19
1