Tabrani Yunis
Tabrani Yunis Guru

Tabrani Yunis adalah Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh, juga sebagai Chief editor majalah POTRET, menerbitkan majalah Anak Cerdas. Gemar menulis dan memfasilitasi berbagai training bagi kaum perempuan.

Selanjutnya

Tutup

Transportasi Pilihan

Mudik Lebaran di Aceh? Waspadalah

10 Juni 2018   08:34 Diperbarui: 11 Juni 2018   10:10 422 1 0
Mudik Lebaran di Aceh? Waspadalah
dok. beritakini

Arus mudik atau arus pulang kampong di hari ke 24 kian terasa dan berdenyut di Aceh. Mungkin juga di daerah-daerah lain di tanah air. Sudah banyak yang tidak sabar untuk bisa pulang ke kampung halaman, tanah kelahiran untuk bertemu ayah dan bunda atau sanak keluarga. Di Aceh, minggu ini di semua universitas negeri dan swasta sudah mengakhiri kuliah semasa puasa ini. Sehingga para mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah sudah mulai pulang kampung alias mudik dengan menggunakan berbagai moda transportasi.

Bagi yang memiliki sepeda motor, mereka nekat pulang kampung dengan mengendarai sepeda motor sendiri atau juga ada yang menumpang dengan kawan sekampung. Ada yang nekat sendirian, ada pula yang pulang bergerombolan. Sementara bagi yang tidak punya atau memiliki kenderaan sendiri atau sepeda motor sendiri, pilihan terbaik adalah dengan menggunakan jasa angkutan umum. 

Untuk wilayah Aceh, barangkali tidak sama seperti di Jawa yang memiliki moda transportasi massal seperti kereta api, kapal laut seperti kapal Kambuna dan apa sajalah namanya. Di Aceh, kereta api masih sebagai mainan, karena hanya baru menyelesaikan sekitar 11 kilometer yang menghubungkan dua kota kecil di Aceh Utara. Moda transportasi mudik di Aceh hanya dengan mengandalkan angkutan bus umum dan angkutan antara kota dalam provinsi seperti jenis L 300 atau tarvelo dan Hiace. 

Hanya angkutan-angkutan jenis ini yang melayani perjalanan masyarakat di Aceh ke berbagai daerah atau pelosok. Jadi masih sangat terbatas. Ya, wajar sajalah, daerah ini sejak dahulu memang daerah yang terkucil di negeri ini. Bila antar provinsi, bisa dengan pesawat dan tidak membuat kondisi lalu lintas di jalan raya memburuk.

Ramainya mahasiswa yang pulang mudik, membuat para mahasiswa harus cepat memesan tiket angkutan ke daerah masing-masing. Semakin cepat memesan tiket angkutan, maka semakin baik. Artinya tidak terlambat. 

Sebab, kalau terlambat, akan memberikan dampak yang kurang enak, karena bisa saja seat atau tempat duduk yang diinginkan, tidak diperoleh. Bahkan, bisa jadi kehabisan tiket dan terlantar. Apalagi kalau jumlah angkutannya tidak berbading lurus dengan jumlah orang yang mudik dengan angkutan umum tersebut, berabe bukan?

Harian Serambi Indonesia edisi 09 Juni 2018 memberitakan bahwa untuk menangani arus penumpang mudik di wilayah Aceh, Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh, pada musim mudik Lebaran tahun 2018 ini, telah menyiapkan 3.833 bus layak operasi, dari 103 perusahaan angkutan penumpang yang beroperasi di wilayah Aceh. 

Untuk jurusan antarprovinsi disediakan 602 unit bus dari 19 perusahaan angkutan penumpang dan jurusan antarkabupaten/kota sebanyak 3.231 unit dari 84 perusahaan angkutan penumpang. Kecuali itu, masih ada 40 bus cadangan dari tiga perusahaan, termasuk DAMRI.

Lumayan banyak jumlahnya bukan? Ya, tentu saja sangat banyak. Namun,  jumlah itu bisa jadi belum cukup.  Sejalan dengan meningkatnya jumlah pemilik kenderaan pribadi seperti sepeda motor, becak dan mobil pribadi, maka akan sangat banyak orang yang mudik dengan menggunakan sepeda motor atau membawa mobil pribadi dengan berbagai alasan yang mengharuskan mereka mengendarai kenderaan pribadi. 

Dengan demikian, arus kenderaan di jalan raya akan padat dan bisa menyebabkan banyak hal yang tidak diinginkan. Apalagi selama ini banyak orang yang bisa memiliki mobil atau kenderaan pribadi, sayangnya tidak diikuti oleh pengetahuan dan ketrampilan mengemudi yang andal. Kebanyakan hanya bisa mengemudi, tetapi buta aturan lalu lintas. 

Semakin banyak mobil di jalan, maka semakin banyak orang yang tidak sadar akan aturan atu norma berkenderaan di jalan raya. Jalan raya selama menjelang hari H, Idul Fitri, akan sangat rawan dengan kecelakaan lalulintas yang bisa menyebabkan kehilangan banyak nyawa, seperti yang terjadi pada masa mudik di tahun sebelumnya.

Kemarin saja,  Sabtu, di hari ke 24 puasa, kecelakaan parah melibatkan satu damtruk dan mobil penumpang jenis minibus di Kecamatan Kuala Batee, Aceh Barat Daya, Sabtu (9/6/2018). Penumpang minibus tersebut rata-rata mahasiswi Universitas Abulyatama (Unaya) Aceh Besar, yang berasal dari Simeulue. Mahasiswa tersebut mengalami patah kaki dan terluka parah. Belum diketahui apakah ada korban meninggal atau tidak dalam kejadian itu. Meskipun dalam pesan berantai yang juga diterima Serambinews.com disebutkan, ada tiga penumpang yang meninggal.

Selama bulan Ramadan, menjelang lebaran ada banyak  kasus kecelakaan lalu lintas  yang terjadi di jalan raya di Aceh. Salah satu kasus yang sempat menjadi viral di media social, seperti facebook, whatsapp, Instagram dan lain-lain yang mebuat berta viral adalah kasus kecelakaan bus Sempati Star yang menyenggol pengedra sepeda motor yang terjadi pada tanggal 5 Juni 2018 yang lalu. 

Kecelakaan maut yang bus Sempati Star BL 7709 AA merenggut dua nyawa di jalan Banda Aceh-Medan, tepatnya di Gampong Jok Tanjung, Padang Tiji, Pidie, pada pukul 13.40 WIB. Kejadian lakalantas lain juga terjadi di berbagai daerah, yang tidak mungkin kita sebutkan satu per satu. Namun, beberapa kasus ini menjadi indicator bahwa laka lantas di waktu mudik juga biasanya sangat sering terjadi. 

Pengalaman bertahun-tahun, telah menceritakan kita begitu banyak kecelakaan lalulintas di saat kegiatan mudik berlangsung. Apalagi saat ini dengan jumlah kenderaan yang semakin banyak dan ditambah dengan pengetahuan, ketrampilan dan kesadaran berkenderaan yang rendah. Sehingga, ketika menyebutkan mudik, maka seakan mudik menjadi identik dengan musim kecelakaan lalu lintas. 

Namun diharapkan para pemudik bisa aman di jalan dan bisa tiba di kampung halaman dengan baik, aman dan nyaman, sehingga bisa menunaikan niat untuk berhari raya di kampung halaman.

Nah, sekali lagi, sejalan dengan rendahnya pengetahuan, ketrampilan dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam berlalulintas, ditambah dengan semakin banyaknya kepemilikan mobil dan kenderaan lainnya, diprediksikan bahwa kecelakaan lalulintas di musim mudik tahun ini bisa meningkat. Oleh sebab itu, agar tidak terjadi banyak kecelakaan lalulintas, diperlukan perhatian semua pihak, terutama para pengemudi kenderaan, baik roda dua, roda tiga dan juga roda empat untuk berhati-hati dan selalu berkonsentrasi dalam mengemudi mobil atau mengendarai sepeda motor. 

Para pemudik harus mengutamakan keselamatan dengan berbagai cara. Ada banyak cara untuk menghindari dari tragedy kecelakaan di jalan raya. Beberapa di antaranya, pertama, bagi pengenfara mobil atau kenderaan pribadi, sebaiknya periksa atau cek, bahkan lebih baik diservis dahulu kenderaan sebelum berangkat. Kedua, siapkan atau sediakan semua alat yang berkaitan dengan peralatan mobil, termasuk tanda atau rambu mengalihkan arah mobil saat mobil kita rusak di jalan. 

Ketiga, jaga konsentrasi pikiran atau perhatian ke jalan raya. Untuk menjaga konsentrasi tersebut, pengemudi tidak boleh menggunakan ponsel atau HP sambil mengemudi. Sebab, penggunakan ponsel atau HP saat mengemudi, seringkali membuat perhatian dan konsentrasi pengemudi buyar. Apalagi bila dalam komunikasi tersebut bisa menaikan tekanan darah atau emosi. Ini akan mengibatkan pengemudi emosi dan bisa fatal. Ke empat, jaga kecepatan dan jarak saat berkendaraan. Jangan ngebut dan ugal-ugalan saat berkenderaan.

Keempat, mengemudi harus sabar, karena di jalan kita akan berhadapan dengan para pengemudi yang bisa memancing emosi kita. Misalnya ada sepeda motor yang suka mengambil sisi jalan dengan berjalan beringan. 

Kondisi seperti ini sering memancing emosi pengemudi. Ke lima, kecelakaan sering terjadi ketika kita ingin mendahului mobil atau kenderaan yang sedang berada di depan. Agar terhindar dari tabrakan, baik dari arah berlawanan, maupun dari arah yang sama, maka pengendara atau pengemudi harus memastikan tidak ada mobil atau kenderaan yang datang dari arah berlawanan atau juga saat mendahului, tidak menyenggol kenderaan atau mobil yang di depan. 

Kelima, biasanya di bulan Ramadan ini, kita sering mengantuk saat mengendarai mobil. Sebaiknya, kalau sudah mulai mengantuk, segeralah menghentikan mobil di pinggir atau di tempat yang aman, lalu istirahatlah sejenak, hingga mata bisa menikmati tidur singkat. Bisa pula dengan cara berhenti, lalu turun, cuci muka serta menggerak-gerakan badan sejenak. Setelah hilang rasa kantuk, maka perjalanan bisa dilanjutkan.

Keenam, kalau jarak tempuh yang akan dilewati jauh, sebaiknya ada sopir pengganti agar tidak merasa lelah dan menyebabkan muncul rasa kantuk. Ketujuh, bagi yang mudik di malam lebaran, hindari waktu-waktu orang mengadakan  pawai takbiran di jalan raya yang membuat mereka memborong semua sisi jalan. Kondisi ini akan sangat menguras kesabaran kita, karena kita tidak bisa melaju kenderaan secepat yang kita inginkan. Tentu masih banyak hal yang perlu kita perhatikan saat kita berkendara di musim mudik lebaran.

Kedelapan, bagi penumpang yang menggunakan jasa bus atau angkutan umum, sebaiknya memilih kenderaan atau bis yang sudah mendapat stiker layak jalan. Hal ini perlu, untuk menjamin para penumpang bisa mendapatkan angkutan yang aman, nyaman dan bisa selamat sampai ke tujuan. 

Biasanya, bus-bus atau angkutan umum yang sudah mendapat sticker layak tersebut, secara mekanis, kelayakan mesin dan pengemudi sudah diperiksa. Dengan cara ini perjalanan mudik bisa lebih aman. Namun, apakah dengan menggunakan kenderaan pribadi atau pun umum, setiap orang harus tetap waspada. Ya, waspadalah dan tetaplah menjadi pemudik yang cerdas.