Lupin TheThird
Lupin TheThird Seniman

A Masterless Samurai -- The origin of Amakusa Shiro

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Makna Paskah dalam Siklus Kehidupan

21 April 2019   06:00 Diperbarui: 21 April 2019   13:28 397 9 4
Makna Paskah dalam Siklus Kehidupan
Gereja Katolik Tama dan Pohon Sakura pada sore menjelang malam hari, Tokyo (dokpri)

Manusia tidak dapat dipisahkan dari siklus.

Sejak peradaban manusia zaman dahulu, dengan mengamati kejadian atau konstelasi benda-benda di langit, leluhur kita sudah mengetahui bahwa ada siklus yang terjadi di bumi. Hasil pengamatan tentang siklus itu kemudian dimanfaatkan untuk segala keperluan, misalnya untuk menentukan waktu yang tepat berburu binatang tertentu, atau menentukan kapan waktu yang baik untuk bercocok tanam.

Bahkan ada yang menggunakannya sebagai acuan menentukan kapan waktu yang tepat untuk migrasi, karena kehidupan mereka saat itu sering berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Kemudian, setelah peradaban menjadi lebih maju lagi, orang-orang seperti Copernicus, Kepler, dan Galileo menemukan bahwa selain melakukan rotasi, bumi beserta planet lain juga bergerak mengelilingi matahari.

Dengan penemuan itu, selain menguak misteri pergantian siklus antara siang dan malam, pergerakan bumi mengelilingi matahari juga mengakibatkan siklus iklim. Di negara tropis seperti Indonesia, kita mengenal musim panas dan hujan. Sedangkan di negara subtropis seperti Jepang, masyarakatnya mengenal siklus 4 musim yaitu musim semi, panas, gugur, dan dingin.

Begitu juga jika mencermati hidup manusia, kita menemukan siklus kehidupan. Yaitu siklus dari manusia lahir, kemudian melalui masa kecil, remaja, dan menjadi dewasa. Lalu menjadi tua dan kemudian kematian akan datang menjemput. Pada beberapa kepercayaan, reinkarnasi bisa terjadi, sehingga setelah manusia mati, maka "roh" nya bisa terlahir kembali dalam badan yang baru, lalu melalui siklus yang sama, begitu terus menerus.

Kalau kita mengamati siklus tersebut satu bagian (sepotong), maka kita hanya bisa melihat "1 dimensi" saja. Namun jika kita melihat secara keseluruhan, kita bisa meninjau siklus kehidupan itu secara "3 dimensi".

Tiga dimensi itu adalah: sejarah/kejadian masa lalu, saat ini, dan rahasia atau misteri masa depan.

Masa Lalu
Seperti saya tulis sebelumnya, manusia mengalami pertumbuhan, mulai dari lahir, masa kecil, lalu melewati masa remaja, kemudian menjadi dewasa. Pertumbuhan juga berarti perubahan.

Dalam pertumbuhan/perubahannya, manusia mengalami banyak hal, temasuk mengalami juga penderitaan. Walaupun tentunya penderitaan ini berbeda dalam dimensi dan kadarnya, namun setiap orang pasti mengalaminya. Sehingga bisa dikatakan, bahwa penderitaan itu adalah bagian dari perubahan manusia.

Manusia tentunya tidak bisa melarikan diri dari penderitaan. Apalagi, orang yang hatinya masih terbelenggu oleh dosa masa lalu.

Namun ada cara untuk meringankan atau menghapus beban hidup (penderitaan) yang manusia alami saat ini. Manusia perlu dan harus mempunyai pegangan, perlu penyelamat, agar bisa mengurangi (menghapus) efek negatif dari masa lalunya. Sehingga, hadirlah Sang Juru Selamat bagi kita, umat manusia.

Dengan pegangan dan kekuatan yang didapat dari Sang Juru Selamat itulah, maka manusia bisa mengurangi, bahkan mengubah efek buruk/negatif masa lalu menjadi kekuatan. Dengan begitu, maka manusia bisa membuat diri/hatinya bebas dari belenggu. Sehingga manusia bisa menikmati atau memberi manfaat bagi hidupnya saat ini.

Paskah, masih berhubungan dengan masa lalu, yaitu perayaan atau kenangan kita akan peristiwa kebangkitan Kristus. Dalam siklus masa liturgi---yaitu perayaan dalam gereja untuk menentukan kapan hari-hari untuk orang kudus, peringatan dan lainnya---Easter Triduum merupakan puncaknya, yaitu dimulai saat Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Sunyi kemudian Minggu Paskah.

Paskah merupakan puncak dan kejadian terpenting dari siklus liturgi ekaristi. Sehingga peristiwa Paskah ini juga menjadi inti dari iman Katolik.

Seperti kita bisa baca dalam 1 Korintus 15:17

"Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosa."

Noli Me Tangere karya Fra Angelico (www.rosspectehnika.com)
Noli Me Tangere karya Fra Angelico (www.rosspectehnika.com)

Misteri Masa Depan
Walaupun manusia tentu tidak bisa mengubah masa lalu (sejarah) kehidupannya, namun dengan ketamakan dan egonya, manusia terkadang ingin (secara serakah) menguasai masa depan.

Kenapa bisa seperti itu?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2