Mohon tunggu...
Lupin TheThird
Lupin TheThird Mohon Tunggu... ヘタレエンジニア

A Masterless Samurai -- The origin of Amakusa Shiro (https://www.kompasiana.com/dancingsushi)

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Pangeran Naruhito, Penerus Kaisar Jepang yang Bersahaja

23 Maret 2019   09:11 Diperbarui: 23 Maret 2019   11:25 0 9 3 Mohon Tunggu...
Pangeran Naruhito, Penerus Kaisar Jepang yang Bersahaja
Pangeran Naruhito (nippon.com)

Kaisar Akihito sudah mengumumkan akan lengser pada tanggal 8 Agustus 2018, melalui rekaman video yang disiarkan oleh stasiun televisi di Jepang.

Rekaman yang berdurasi 10 menit itu intinya, bahwa kaisar merasa kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi untuk menjalankan tugas sebagai kaisar (tennou) karena faktor usia. 

Pada tanggal 8 Desember di tahun yang sama, Parlemen Jepang membuat keputusan bahwa kaisar akan turun takhta pada tanggal 30 April 2019, dan digantikan putranya yang akan dinobatkan sebagai tennou baru pada tanggal 1 Mei 2019.

Publik Jepang tentu sudah tidak asing lagi dengan sosok Pangeran Naruhito, putra pertama kaisar pada era Heisei yang sekarang. Namun bagi publik Indonesia, tentunya sang pangeran tidak begitu dikenal (walaupun tidak dapat dimungkiri bahwa ada juga orang Indonesia yang tahu). 

Oleh karena itu, perkenankanlah saya mengenalkan sedikit tentang sosok Pangeran Naruhito.

Keluarga Kaisar Akihito (mainichi.jp)
Keluarga Kaisar Akihito (mainichi.jp)
Masa kecil dan Sekolah

Pangeran Naruhito dilahirkan pada tanggal 23 Februari 1960 (era Showa tahun ke-35). Sehingga, tahun ini dia genap berusia 59 tahun. 

Dia mempunyai 2 saudara, yaitu adik laki-laki yang lahir pada tahun 1965, lalu adik perempuan yang lahir tahun 1969. Kalau kita melihat silsilah keluarga kaisar disini, hanya Pangeran Naruhito dan adiknya Pangeran Fumihito saja yang terlihat. Karena, memang adik perempuannya (Kuroda-san) sudah menikah dengan orang biasa, sehingga namanya tidak terpasang pada silsilah keluarga kekaisasan.

Kaisar Akihito---ayahnya---dinobatkan menjadi tennou era Heisei pada usia 55 tahun, saat kakek Pangeran Naruhito meninggal (hougyo dalam Bahasa Jepang) pada tahun 1989. Sehingga kalau dibandingkan dengan ayahnya, dia telat 4 tahun untuk menjadi Kaisar yang ke-126 nanti. 

Kaisar Akihito berusaha mendidik anak-anaknya seperti anak-anak orang kebanyakan. Ini mungkin karena Kaisar Hirohito---kakek Pangeran Naruhito yang bertakhta pada era Showa---juga mengajarkan bahwa cinta kepada keluarga adalah hal yang paling penting. 

Hal ini bertolak belakang dengan keadaan era Meiji atau Taisho, dimana cinta kepada negara atau publik (dalam Bahasa Jepang disebut ko) adalah lebih penting dari cinta kepada keluarga atau pribadi (dalam Bahasa Jepang disebut shi). Pandangan masyarakat umum pada saat itu juga sama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4