Mohon tunggu...
Syaugi kaff
Syaugi kaff Mohon Tunggu... oi oi

halo guys

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Candu Media Sosial di Masa Pandemi

17 April 2021   14:51 Diperbarui: 17 April 2021   15:15 40 2 0 Mohon Tunggu...

Candu media sosial di masa pandemi
Di masa pandemi ini sangat mudah tersebar nya virus covid 19 maka kepada siapapun harus menjaga kondisi agar tetap fit. Namun di masa pandemi hampir kita tidak dapat berkomunikasi dengan teman, guru atau rekan kerja sekalipun maka saat pandemi ini peran media sosial sangat penting untuk menyebarkan informasi kepada siapapun. Namun, hal ini berdampak negatif ataupun positif. Kebanyakan anak muda lebih memanfaatkan mediasosial dari pada menyalahgunakan nya, di masa pandemi penggunaan media sosial tentunya meningkat. Seperti mengikuti kegiatan kampus di google class, para pekerja WFH dengan menggunakan zoom dan sharing informasi lewat berbagai media sosial lain nya. Harus berhati hati dan peka saat melakukan aktivitas literasi digital. Agar terhindar nasib buruk di masa yang akan datang. Tidak hanya berkomunikasi di dalam sosmed namun sosmed pun dapat digunakan untuk menjual/beli barang yang kalian inginkan seperti instagram yang sudah menyiapkan toko online di dalam media tersebut, facebook dan lain lain. Kebijakan kita untuk di rumah saja selama pandemi membuat kita ketergantungan kepada internet sangat tinggi. Membuat sebagian besar anak muda kecanduan dan kondisi ini menjadikan internet sebagai bagian penting dalam aktivitas masyarakat.
Kecanduan media sosial  terjadi karena adanya kenikmatan dalam menggunakan internet sehingga merangsang produksi dopamin. Ketergantungan ini menumpuk karena keinginan seorang mencapai respon yang menyenangkan. Secara psikologis kecanduan internet dapat dilihat dari fisik seperti:
1.sakit punggung
2.sakit kepala
3.insomnia
4.sakit leher
5.kebersihan pribadi buruk
6.masalah pada mata.
gejala kecanduan internet secara emosional yang perlu Anda ketahui :
1.Kecemasan, ketakutan, dan agitasi
2.Ketidakjujuran
3.Perasaan kesepian dan depresi
4.Euforia saat menggunakan komputer
5.Perasaan bersalah
6.Terisolasi
7.Perubahan suasana hati
Kecanduan Media Masa telah diakui oleh Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders sebagai penyakit yang membutuhkan penelitian lebih lanjut. Namun, alat standar untuk mendiagnosis gangguan tersebut belum ditemukan. Mengobati gangguan ini bisa dengan beberapa cara. Pertama, orang-orang perlu menyadari bahwa penggunaan internet secara berlebihan merupakan masalah. Lalu, saat penggunaan internet telah memengaruhi hubungan sosial dan kegiatan sehari-hari, maka sudah saatnya mencari bantuan dari ahli. Perawatan psikologis, seperti terapi individu, kelompok, atau keluarga, modifikasi pelaku, terapi seni, terapi rekreasi, Dialectical Behavioral Therapy (DBT), Cognitive Behavioral Therapy dan Equine Therapy dapat mengatasi gangguan kecanduan internet.

VIDEO PILIHAN